Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 82


__ADS_3

Abrisham pov


Kadang kamu harus mengikhlaskan, bukan karena tak sayang, melainkan kita tau ada sesuatu yg memang tak bisa dipaksakan.


Aku bukanlah remaja lagi, namun kata move on kini telah menjadi PRku. Move on bukanlah sekedar melupakan, tapi situasi dimana kita sudah bisa berdamai dengan masa lalu dan kembali menjalani hidup yg normal.


Pagi ini aku berencana pergi ke London melanjutkan S3 ku disana, aku berharap dengan adanya suasana dan rutinitas baru, aku akan lebih cepat melupakannya. Dan untuk sementara, masalah perusahaan disini akan kembali di tangani oleh papaku, yg juga akan dibantu Aldo adikku.


"Nak, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu? Apa kamu tega meninggalkan kami." Rengek mama yg sudah mulai berkaca kaca.


"Iya Sam, apa keputusanmu sudah bulat?". Sahut papa sama sedihnya.


"Iya ma, pa, Sam sudah yakin. Sam tidak akan lama, begitu lulus Sam pasti akan langsung pulang." Ucapku mencoba menghibur mereka.


"Baiklah kalau begitu, sebagai orang tua kami hanya bisa mendoakan yg terbaik untukmu. Jaga dirimu ya, kalau ada apa apa langsung hubungi kami." Tutur papa sambil menepuk pundakku.

__ADS_1


"Hmm.. Jaga kesehatan, jangan lupa makan, selalu hubungi kami." Sahut mama.


Air matanya sudah mulai membasahi wajah cantiknya, lalu memelukku erat menyalurkan rasa sayang dan ketidak relaannya.


"Kalian juga jaga kesehatan ya ma pa, jaga diri kalian. Dan titip salam buat Al, maaf Sam nggak sempat pamit, pesawatnya sudah mau take off." Ucapku memeluk mereka bergantian.


"Iya sayang, pokoknya kamu harus selalu kabarin mama. Nggak boleh terlewat satu hari pun." Tutur mama lagi.


"Iya mamaku sayang, jangan khawatir. Sudah ya Sam berangkat dulu, sudah jam 8." Ujarku sembari mengusap air matanya.


"Iya iya, Sam pergi ya, sampai jumpa."


Lambaian tangan orang tuaku menjadi pengantar kepergianku, sebisa mungkin ku kuatkan hatiku meninggalkan rumah dan kotaku ini. Aku berharap semoga pilihanku kali ini tidak salah, dan akan berdampak baik untuk kedepannya nanti.


Selamat tinggal kenangan, semoga semua akan lebih baik saat nanti aku kembali.

__ADS_1


****


Setelah menempuh lebih dari 10 jam perjalanan, pesawat yg membawaku akhirnya tiba di bandara internasional London, semua terlihat dan terasa sangat berbeda dengan tempat kelahiranku.


London adalah kota global yg unggul dalam segala bidang, mulai dari pendidikan, seni, bisnis, hiburan, keuangan, dan masih banyak lagi. Dan itulah salah satu alasan mengapa aku memilih kota ini sebagai destinasi pendidikan plus liburanku.


Satu hari sebelum berangkat aku sudah mempersiapkan segala hal, termasuk kampus dan tempat tinggalku.


Dan mulai minggu depan aku sudah bisa masuk ke Imperial College London, kampus terbaik nomor tiga di Inggris dan berada dalam urutan ke 8 terbaik didunia. Sedangkan tempat tinggal, aku membeli satu unit apartemen, tidak terlalu besar tapi masih layak untuk tempat tinggal sementaraku.


Dari bandara aku melanjutkan perjalananku menuju apartemen, namun sebelum itu aku mampir ke salah satu pusat perbelanjaan dan membeli beberapa bahan pokok yg kiranya akan ku butuhkan nanti.


Dan disinilah aku sekarang, apartemen sederhana yg ku beli dengan harga 6 milyar, terlihat mungil namun memiliki dua kamar tidur dengan kamar mandi di dalamnya, dapur, ruang makan, dan ruang tamu.


Ku rebahkan tubuhku sejenak sebelum merapikan semua barang bawaanku. Lelah, letih, berpadu menjadi satu, mengundang rasa kantuk yg amat tak tertahan. Hingga akhirnya aku pun tertidur, dan melupakan pesan mama yg memintaku menelponnya begitu aku sampai.

__ADS_1


__ADS_2