Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 58


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, hari ini Qila sudah bisa memulai rutinitasnya kembali. Dengan langkah riang dan senyum cerahnya ia kembali memasuki perusahaan tempatnya bekerja.


"Selamat datang kembali." Sambut rekan kerja Qila satu divisinya.


"Kalian.."


Qila menutup mulutnya seketika, seakan tak percaya seluruh rekan kerjanya di divisi perencanaan menyambutnya dengan penuh suka cita. Mereka semua sudah mendengar berita bahwa Qila adalah penyelamat bos, ada yg menatapnya kagum, ada juga yg iri dengan hal itu, mengapa bukan aku saja yg menyelamatkan direktur, pikir mereka.


Levin sang kepala divisi pun turut serta menyambut Qila, bahkan ia datang dengan membawa satu buket bunga cantik ditangannya. Hingga membuat para bawahannya menggodanya.



"Ciyee.. Aku juga mau dong bunganya."


"Aku juga aku juga.."


"Uhuk.. Jiwa jombloku meronta."


Para karyawan saling menimpali dalam menggoda atasannya itu, sementara Qila hanya bisa tersenyum dan tersipu malu.


"Sudah sudah kalian kembalilah bekerja." Perintah Levin.


Mereka semua menurut dan segera kembali ke meja masing masing.


"Kamu sudah benar benar sehat Qi? Kalau belum istirahat lagi aja, aku ijinin."


"Nggak perlu pak, lagian dirumah bosan tidur terus, maaf ya sebulan ini ngrepotin bapak buat ngerjain tugas saya."


"Aku maafin tapi ada satu syarat."


"Syarat?".


"Nanti malam ikut aku jalan jalan."

__ADS_1


"Oke, deal."



*****


Di ruangan Direktur,


"Halo, gimana kabar ******** itu? sudah ketemu?".


"Maaf pak, kita kehilangan jejak."


"Sialan.. Baiklah kamu cari terus sampai ketemu, dan perketat lagi penjagaan kantor ini, juga kirim orang buat lindungin Qila dari jauh. Saya tidak mau kejadian satu bulan lalu terulang lagi."


"Siap pak."


Tut..


Panggilan berakhir.


Semua bukti sudah hampir terkumpul sempurna, hanya saja saat ia lengah orang itu sudah tidak ditempat. Membuat Sam terkadang menjadi uring uringan.


Brak..



"Hai kakakku sayang."


Sapa Aldo yg tiba tiba datang tanpa mengetuk pintu.


"Mana sopan santunmu?".


__ADS_1


"Haishh kakak, jangan galak galak sama adek sendiri."


"Jangan macam macam, kau cuma magang disini, dan aku bosmu."


"Kak minta tolong dong."


"Apa?".


"Minta biodatanya Rena bagian keuangan, yg cantik itu."


"Kau ini mau magang apa bersenang senang? Dan untuk apa kau menginginkan itu?".


"Cuma pengen kenal dia, dia dingin banget, cuek abis. Tapi imut, aku suka."


"Stop main main sama wanita Al, kau sudah dewasa. Pikirkan masa depan dan kuliahmu, setelah itu baru aku akan membantumu mengenalnya."


"Aku sudah pinter kak, ayolahh.. Aku cuma mau kenal dia. Plisss...."


"Big No!! Sekarang kau keluar!!".


"Kakak...."


"Keluar!!".


"Dasar manusia kejam, awas saja kau!!".


Sam hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan sang adik. Entah sifatnya menurun dari siapa, dia sangat periang, suka bergaul, juga playboy. Sangat jauh berbeda dengan dirinya juga papanya.


Berbicara tentang adik, Sam tiba tiba teringat orang tuanya pernah mengatakan bahwa dia kembar. Dia memiliki seorang adik perempuan yg menghilang sejak ia masih bayi.


Sam selalu berpikir, akankah adiknya itu masih hidup? Jika iya dimana dia sekarang? Apa dia sehat? Apa dia makan dengan baik? Hidup dengan baik?


Rasanya banyak sekali yg ingin ia tanyakan pada adik perempuannya itu.

__ADS_1


Tapi dalam lubuk hati Sam yg paling dalam, ia selalu bisa merasakan bahwa gadis yg hilang itu masih hidup dan sedang dekat dengannya. Ia yakin suatu saat mereka akan bertemu, dan berkumpul kembali dengan orang tua dan adik bungsunya.


__ADS_2