Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 87


__ADS_3

Abrisham pov


Kepulanganku disambut oleh papa dan mama, juga seorang gadis kecil yg mengaku sebagai keponakanku dan memanggilku paman dengan riangnya.


Ini sungguh tanda tanya besar, siapa gadis kecil ini? sementara mama papa hanya tersenyum menanggapi rasa penasaranku.


Kami berempat kini berada dalam mobil yg sama, papa menyetir ditemani mama disampingnya, sedangkan aku tentu duduk dibelakang, bersama si kecil ini yg nampak nyaman dan tertidur pulas di pangkuanku.


25 menit kemudian mobil kami sudah sampai di tujuan, rumah utama keluarga Reinand. Rumah yg menjadi saksi masa kecil hingga dewasaku.


Sama halnya dengan saat kami dibandara, mama papa kembali meninggalkanku dan masuk terlebih dahulu. Dan lagi lagi akulah yg harus menggendong si kecil ini dan ikut masuk ke dalam rumah.


"Paman, apa kita sudah sampai?". Oceh si kecil yg sepertinya sudah bangun.


"Iya kita sampai." Jawabku singkat, lalu masuk dengan tetap menggendongnya.


Begitu masuk aku dikejutkan dengan beberapa orang yg ada disana. Mereka berdiri melingkar sambil memegang banner bertuliskan Welcome back Abrisham. Tak hanya itu, ada banyak balon, juga banyak potongan kertas kecil berjatuhan di atas kepalaku, mereka bersorak ria seakan bahagia bisa bertemu kembali denganku.


Namun tiba tiba saja mataku menangkap sosok yg selama ini berusaha ku lupakan, ia tersenyum manis sembari menatapku, dan yg lebih anehnya, disana juga ada suaminya, yg juga ikut tersenyum ramah ke arahku.


"Mommy, daddy.." Teriak si kecil lalu segera menghampiri seseorang diseberang sana.

__ADS_1


What?? Kenyataan macam apa ini? Jadi gadis kecil yg selalu menempel padaku dan memanggilku paman itu ternyata anak dari Qila dan Levin. Apa maksudnya ini? Apa mereka sengaja memamerkan keharmonisannya di depanku? Sungguh menjengkelkan.


Karena terlalu asik dengan pikiran dan anggapanku sendiri, aku tak menyadari bahwa saat ini Qila tengah berdiri dihadapanku, menatapku sendu, lalu beberapa detik kemudian memelukku dengan isak tangisnya.


"Kakak.. Hiks.. Akhirnya kita bertemu lagi." Ujarnya masih memelukku.


"A apa maksudmu? Apa kau tidak takut suamimu akan marah." Tanyaku bingung, lalu mendorongnya sedikit menjauh dariku.


"Tenanglah kak, aku tidak akan cemburu lagi dengan hubungan kalian. Kau adalah kakak iparku, mana mungkin aku cemburu." Sahut Levin menghampiri kami.


"Kakak ipar? Apa yg sebenarnya kau katakan?".


Tingkah mereka berdua semakin membuatku bingung, sebenarnya apa yg terjadi disini, apa aku ketinggalan berita? Apa hanya aku yg tidak mengerti apapun disini?.


"Apa kalian bercanda? Bagaimana mungkin?". Ujarku tak percaya.


"Benar nak, itu memang kenyataannya. Kami juga sudah melakukan tes dna. Dia adalah Zavi, adik kembarmu." Sahut mama.


Mendengar hal itu mampu membuatku mematung seketika. Takdir macam apa ini? Selama bertahun tahun ini aku mencintai adikku sendiri, bahkan berharap memilikinya.


Ya Tuhan, aku harap kau bisa mengampuni dosaku ini.

__ADS_1


"Papa sangat bahagia, akhirnya keluarga kita bisa berkumpul, bahkan lengkap seperti ini. Papa sangat mencintai kalian."


Papa menarikku dan Qila dalam pelukannya, disusul mama, juga Aldo. Kami berlima memeluk satu sama lain, menangis penuh haru dan bahagia.


Ternyata inilah yg Tuhan janjikan, jika kita bisa bersabar maka semua akan indah pada waktunya.


"Hiks.. Hiks.. Cia juga mau dipeluk."



"Uhh ponakan paman mau juga, sini sini.. Ututuh... Jangan nangis ya, nanti cantiknya ilang."


Suasana yg mengharukan tadi dalam sekejap berubah menjadi tawa bahagia karena tingkah lucu keponakanku ini.


Dan sekarang saatnya memulai kehidupan baruku, melupakan segala masa lalu dan membuka lembaran baru.


Takdir memang aneh, namun juga menyenangkan, aku tak pernah berpikir bahwa aku akan jatuh cinta pada adik kandungku sendiri. Kedengarannya konyol, tapi juga bisa menjadi pelajaran hidup, bahwa cinta memang tak harus memiliki.


**Jangan lupa like, komen n votenya ya man teman. Author udah up 5 episode loh.


Dukung terus author ya biar makin semangat bikin ceritanya.

__ADS_1


See you**...


__ADS_2