
Renand pov
Ahh sungguh lelahnya,, ku baringkan tubuhku di kasur empukku, sungguh hari yg melelahkan, tapi seru juga ngerjain gadis cuek itu. hahaha..
tok tok tok..
"Rey bunda masuk ya.." Seru bunda dari luar sambil membuka pintu kamarku.
"Iya bunda masuk aja nggak dikunci". Jawabku pada bunda mengijinkannya masuk.
"Jadi gimana tadi sama Airy? udah kamu jelasin kerjaannya gimana? lancar?". Tanya bunda padaku perihal pertemuanku tadi pagi dengan Airy.
"Bunda tenang aja semua lancar, dia udah aku kasih tau apa aja tugas dan tanggung jawabnya nanti, dan dia mulai bekerja besok, nanti Rey sendiri yg bakal ngawasin." Ucapku pada bunda seraya tersenyum membayangkan ekspresi cemberut dan kagetnya Airy waktu ia ku minta bikin kopi dan tau bahwa aku sendirilah yg akan mengawasinya. Sungguh lucu dan menggemaskan.
Tanpa aku sadari bunda terus memperhatikanku dari tadi, mungkin ia heran melihatku melamun senyum2 sendiri menghiraukannya.
"Wahh ada apa ini sama anak bunda? dari tadi melamun senyum2 nggak jelas.. Ada yg jatuh cinta ini kayaknya?". Selidik bunda sambil terus menggodaku.
__ADS_1
"Apa sih bun,, nggak ah bunda ini yg ada ada aja, aku cuma seneng aja kok bisa nemenin bunda lebih lama disini sekalian ngurusin pembangunan pabrikku nanti." Kilahku pada bunda yg terus memperhatikan tingkahku.
"Udah udah bun Rey mau mandi terus istirahat, Rey capek." Aku mencoba mengusir bunda keluar agar tidak menggodaku lebih lama, bisa bisa malu aku ketahuan ngerjain Airy.
"Dasar anak nakal!! yaudah kamu istirahat, nanti bunda bangunin makan malam." Ucap bunda lembut seraya mengelus kepalaku sebelum beranjak pergi.
Author pov
Di lain tempat.
Airy berlari memasuki rumahnya dan berteriak mencari sang ayah.
"Hmmm... datang bukannya ucap salam malah lari larian sambil teriak, ini rumah sayang bukan hutan!!". Tegur ayah chandra sambil menjitak kepala Airy.
"Auh.. sakit ayah, iya iya assalamualikum ayahku sayang.." Jawabnya sambil mencium tangan ayahnya.
"kok udah pulang nak? kenapa? ada masalah?". Tanya ayah Chandra pada Airy masih dengan raut khawatir mengingat ia pulang lebih awal di hari pertamanya bekerja.
__ADS_1
Akhirnya Airy menceritakan semua yg terjadi pada ayahnya.
"Hehe.. kamu dikerjain sama Mas Reinand Ai". balas ayah Chandra sambil tertawa mendengar cerita putrinya Airy.
Ya karena bukan kebiasaan seorang Reinand menggoda orang apalagi seorang gadis, Chandra mengenal Reinand sebagai sosok yg baik, lembut juga ramah pada orang lain, jadi bisa dipastikan bahwa Reinand hanya mencoba menggoda anak gadisnya.
" Nggak terasa kamu sudah dewasa Ai, mungkin sebentar lagi ayah akan melepasmu bersama suamimu, ayah berharap kamu bisa mendapatkan suami yg baik, menyayangimu juga ayah." Begitulah kata ayah Chandra yg sukses membuat Airy menangis terharu.
"Ayah..
Aku belum ingin menikah, mungkin tidak akan menikah, aku cuma ingin sama ayah, bahagiakan ayah juga meraih mimpiku, masa depanku masih panjang ayah, ijinkan aku membalas semua jasa ayah padaku, selamanya aku cuma ingin hidup sama ayah." Balas Airy sambil menangis memeluk ayah Chandra.
Airy memang sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menikah, traumalah yg membuatnya membenci kaum lelaki, ia akan sangat terkejut dan berkeringat jika tidak sengaja bersentuhan dengan pria yg tidak ia kenal.
Sungguh Airy yg malang 😞
Ayah Chandra hanya menghela nafasnya panjang, ia tau bahwa putrinya memiliki trauma dengan lelaki, tapi jauh dalam lubuk hatinya ia ingin sekali melihat putrinya bahagia dan melupakan semua rasa traumanya, berharap suatu saat nanti akan bisa melihat putrinya menikah dan memiliki keluarga kecil sebelum ia pergi meninggalkan putrinya selamanya.
__ADS_1