Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 8


__ADS_3

Sesuai rencana hari ini kita pergi ke kota B mengambil bibit sekalian membeli pupuk juga karena persediaan di gudang hampir habis.


Ceklek..


Ku dengar pak Rey membuka pintu mobilnya pelan.


ah ternyata sudah sampai, aku pun turun dan mengikutinya dari belakang.


Brukk..


"Au..."


Ku usap kepalaku yg terasa sedikit sakit.


"Pak bos kalo mau berhenti bilang dong, jadinya nubruk kan". Ucapku sedikit kesal pada bosku ini.


"Ya kamu tuh jalan nggak lihat depan nunduk mulu, memang dibawah kakimu tuh ada emasnya." Balasnya ketus sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukan emas bos, tapi berlian." Ucapku lagi dengan sarkas sambil berlalu mendahului langkah bosku.


"Udah berani kamu ya!!". Sahutnya seraya berkacak pinggang dengan raut muka kesal.


"Hehe.. sorry bos!!"


"Oh ya bos ini ya tempatnya.. besar juga ya kayak supermarket, tapi sayang cuma ada bibit sama pupuk nggak ada makanan." Ucapku antusias dan kecewa secara bersamaan. Ya memang kini jam sudah masuk waktu makan siang.

__ADS_1


"Hmmm... udah kamu tunggu aja disini sebentar, saya mau ketemu teman sekaligus partner saya dia pemilik tempat ini, kamu jangan kemana mana tungguin saya! nanti sepulang dari sini kita cari makan dulu." Perintah bos tak mau dibantah sambil berlalu pergi tanpa menunggu jawabanku.


hahh..


ku hela nafasku panjang


Aku menghabiskan waktuku berkeliling tempat ini sambil menunggu bosku,, rasanya sudah hampir satu jam dia belum kembali, apa dia melupakan aku disini.


Tak lama kemudian tepat satu jam akhirnya bosku kembali, ku lihat dia berjalan ke arahku bersama seseorang yg sepertinya adalah rekan dan teman bosku, wajahnya cukup tampan, hehe..


"Lama nunggunya??


sekarang ayo kita pulang, semua udah beres. Bibitnya sudah aku masukkan ke mobil, dan pupuknya akan dikirim besok." Ucap bos mengalihkan perhatianku dari pria di sampingnya.


Udah tau lama pake nanya lagi, dasar!! Umpatku dalam hati.


"Bima.." Ucapnya singkat sambil mengulurkan tangannya padaku ramah.


"Iya saya Airy.. Senang berkenalan dengan anda". Balasku padanya tak kalah ramah.


Ya tentunya kami saling berjabat tangan, juga langsung berpamitan pada Bima untuk kembali ke desa.


"Kami balik dulu Bim, dan terima kasih, sempatkanlah untuk main ke rumahku, bulan depan bakal ada festival panen tahunan di desa." Pamit bosku pada temannya sambil berjalan ke arah parkiran untuk segera kembali ke desa.


"Iya baiklah aku usahakan.. Kalian hati hati."

__ADS_1


Jawabnya lembut sebelum kami benar benar menghilang dibalik pintu mobil.


Tibalah kami disini, di restoran yg menurutku cukup nyaman dan klasik, sepertinya makanannya enak karena dilihat disini ramai pembeli, untung saja masih ada meja yg tersisa untuk kami berdua.


"Udah liatinnya jangan norak! Cepetan pesen, takut ntar kemaleman sampai desa." Seru bosku yg melihatku masih diam menatap kagum ke sekeliling restoran.


Ni orang sensi banget, lagi pms kali ya. Gerutuku dalam hati sambil melihat menu makanan tanpa menjawab ucapan bosku barusan.


Ku lihat bosku menatap serius ponselnya yg kemudian pergi meninggalkanku untuk mengangkat telepon, ku perhatikan dari jauh wajahnya yg serius berbicara dengan orang dibalik telpon itu.


Hahh sudahlah.. lebih baik aku makan, dari tadi demo mulu ni cacing, kebetulan udah dateng makanannya.


Tiba tiba suara agak keras mengagetkanku,


"Sopan banget ya kamu makan nggak nungguin saya".


Uhuk.. Uhukk..


Segera ku raih gelas minuman didepanku dan segera meneguknya.


"Bos ngagetin aja sih,, orang laper ya makan lah, nanti kalo aku nunggu bos terus kelaparan, maghku kambuh, pingsan, kan bos yg tambah repot nanti. Ucapku tanpa jeda pada bosku yg nyebelin ini.


"Huh.. Sudahlah cepat habiskan makananmu, setelah ini langsung pulang, tadi pak Ujang nelpon bundaku pingsan".


"Astaghfirulloh.. tapi beliau gppa kan pak? udah dibawa ke rumah sakit?." Tanyaku sedikit khawatir mengetahui bu Rahma sakit.

__ADS_1


"Iya bunda udah gppa, udah dipanggilin dokter sama pak Ujang, katanya bunda kecapekan aja anemianya kambuh." Balas pak Reinand yg kemudian bergegas menghabiskan makanannya dan bersiap pulang.


__ADS_2