Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 19


__ADS_3

Flashback on


"Bapak mau apa jangan mendekat!". Ucap Airy ketakutan yg melihat Reinand mendekat padanya.


"Saya nggak suka penolakan Airy, dari kemarin kan saya sudah bilang, jangan dekat2 dengan pria selain saya." Jawab Reinand semakin dekat, bahkan sangat dekat hingga bisa merasakan hembusan nafas masing2.


"Maaf pak saya mau keluar, yg lain pasti akan mencari kita." Jawab Airy mengalihkan pembicaraan sembari mendorong Reinand menjauh darinya.


"Jangan mengalihkan topik Airy." Bentak Reinand.


"Sebenernya bapak ini kenapa sih? bapak sama sekali nggak punya hak untuk melarang saya dekat dengan siapapun." Bentak Airy tak mau kalah.


"Oh begitu, sekarang akan ku buat agar aku memiliki hak untuk itu." Ucap Reinand dingin.


Segera ia menarik lengan Airy dan mendorongnya ke atas ranjang miliknya.

__ADS_1


"Apa yg bapak lakukan? lepas!!"


Airy terus berusaha mendorong tubuh kekar Reinand, berjuang sekuat tenaganya meski itu tak sebanding. Ia takut, sangat takut dengan tatapan Reinand yg seakan siap menerkamnya tanpa ampun.


Dan benar saja, pria itu kini sudah diliputi amarah yg memuncak, dia bingung dengan perasaannya, dia sangat marah melihat kedekatan Airy dengan Bima sahabatnya, bahkan Bima berencana akan menikahi gadis itu. Dan hal itu benar2 berhasil membuat Reinand hilang kendali.


"Setelah ini tidak akan ada yg bisa mengambilmu dari saya." Ucap Reinand dengan seringai liciknya.


Segera diciumnya bibir ranum Airy dengan kasar dan menuntut, meski berulang kali mendapatkan perlawanan sengit dari gadis itu, Reinand tetap melanjutkannya. Ia mengunci pergerakan Airy, mencengkeram erat kedua tangannya tepat diatas kepala.


Reinand yg sudah sangat kehilangan kendali, segera menarik pakaian yg membungkus tubuh Airy dengan kasar membuatnya robek tak berbentuk.


Reinand benar benar melakukannya, melakukan hal yg tak sepantasnya ia lakukan. Logikanya tak bekerja, hanya amarah dan nafsu yg menguasainya saat itu. Bahkan ia pun tak peduli dengan isak tangis Airy. Ia menulikan telinganya dari jerit frustasi gadis itu.


Maafkan aku Ai, caraku mencintaimu memang salah tapi percayalah aku akan membahagiakanmu disisa hidupku ini.

__ADS_1


Gumam Rey setelah meniduri Airy. Segera ia baringkan tubuhnya di samping Airy yg telah tertidur kelelahan, tak lupa ia juga mengirim pesan pada ayah Airy lewat ponsel gadis itu agar ayahnya tidak khawatir mencarinya.


Flashback off


****


Pagi yg hangat dan menyilaukan, cahayanya yg masuk dari jendela membangunkan Airy yg lelap dari tidurnya. Sesaat ia teringat apa yg telah terjadi semalam, tak bisa dipercaya bahwa bosnya itu tega melakukan hal tak manusiawi seperti ini. Ingatan itu kembali membuatnya terisak, ingin sekali ia membunuh dirinya sendiri sekarang juga, ia sungguh tak mau menanggung dosa dan rasa malu ini disisa hidupnya.


"Kamu sudah bangun?". Ucap Reinand yg terbangun karena tangisan Airy.


"Stop! jangan mendekat lagi! sudah cukupkah bapak menghancurkan hidup saya seperti ini? Sudah puas?". Jawab Airy yg semakin terisak.


Reinand yg sudah tak tahan lagi segera mendekap Airy meski mendapat perlawanan. Ia tak sanggup melihat Airy terisak dan terpuruk seperti ini karena kelakuan bejatnya.


"Maafkan saya Ai, saya mencintaimu, maaf cara saya salah, saya hanya tidak ingin kamu meninggalkan saya." Ucap Reinand yg semakin mengeratkan pelukannya pada Airy.

__ADS_1


"Cinta??? Hahh omong kosong!!". Jawab Airy bergegas melepaskan diri dan pergi ke kamar mandi.


__ADS_2