Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 11


__ADS_3

Sesampainya di rumah, wanita itu melihat banyak barang di dalam kardus-kardus serta dua buah koper besar, dia tampak marah karena rumah agak berantakan " apa-apaan ini, kenapa banyak sekali barang didepan rumah " umpat wanita itu dan segera masuk kedalam rumah. Melihat anaknya yang sedang menuruni anak tangga dia mendekatinya " sudah nggak sabar untuk pergi dari sini ya? bawa sekalian barang-barang mu yang didepan itu "


Gadis itu hanya diam saja sembari melangkah kan kakinya menuruni tangga segera keluar pergi dari rumah itu tidak lupa juga membawa barang-barang nya yang dimasukkan kedalam mobilnya. Dengan cepat ia melajukan mobilnya ke jalanan besar. Didalam mobil dia sudah berfikir dimana ia akan tinggal nanti. ya dia akan tinggal di apartemen yang dekat dengan perusahaan nya.


Sekarang gadis itu sampai di apartemen lalu menuju tempat resepsionis guna mengambil kunci.


"Permisi, saya mau ambil kunci apartemen saya. Atas nama Cristal"


"Iya tunggu sebentar ya mbak " sahut pegawai tersebut.


Sambil menunggu Cristal duduk disofa ruang tunggu, tak lama setelah duduk ia mendapat panggilan dari pegawai itu

__ADS_1


"Mbak Cristal. Untuk unit apartemen yang mbak pesan kuncinya sudah kami serahkan ke pak Ronal" begitulah ucapan pegawai itu.


Cristal langsung mengambil ponsel dari dalam tasnya lalu menekan panggilan pada pak Ronal, tapi saat membuka password ponselnya betapa kaget ia saat tau ada sepuluh panggilan tak terjawab dari papa angkatnya " kenapa papa bisa telpon sampai sebanyak ini, apa ada hal penting yang mau di bicarakan " batin gadis itu dengan penuh tanya. Lalu ia segera menghubungi papanya itu.


"halo pa, ada apa kok nelfonnya sampai sepuluh kali ? maaf, dari semalam Cristal sangat sibuk beres-beres untuk pidahan hari ini"


" Iya nggak apa-apa nak. Oh ya... kunci apartemenmu papa yang bawa. Kapan mau mulai pindah? papa telfon itu karena tadi pagi papa diajak ketemuan sama ibu kamu"


" Oh kalau gitu papa kesana sekarang. sekalian bantuin beres-beres dan papa juga akan mengajak mama serta kakak angkatmu"


" Boleh...boleh pa, sekalian Cristal kenalan sama kakak dan sikat dengan mama"

__ADS_1


Dirumah pak Ronal yang sedang berteriak-teriak memanggil istri dan anaknya " ma... mama Leo.... mama .. Leo..."


" Apa sih pa, siang bolong begini teriak-teriak nggak karuan kayak di hutan aja" jawab Bu Lisa dari lantai atas


Leo yang mendengar papanya memanggil namanya diapun datang " papa kenapa sih, ganggu orang tidur aja" jawabnya dengan kesal.


" udah cepetan sini turun, cepat sedikit" pinta pak Ronal pada mereka berdua " hari ini anak angkat kita ma, pindah ke apartemen, papa mau kalian harus ikut sekalian kenalan dan bantu-bantu disana"


" Ya elah pa cuma berita itu aja yang papa mau sampaiin sampai papa teriak nggak jelas, Leo nggak ikut masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" tolak laki-laki itu yang langsung melipir ke kamarnya.


Melihat sikap anak laki-laki nya Bu Lisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia mendekati suaminya lalu menepuk-nepuk pundak suaminya dengan pelan " ya sudah kalau Leo nggak bisa ikut, mama pasti ikut kok pa tapi sebelum itu mama masak dulu untuk anak kita biar bisa langsung makan setelah membereskan barang-barangnya dan kita juga bisa makan bareng kan" ucap Bu Lisa.

__ADS_1


__ADS_2