Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 77


__ADS_3

Karena sudah tidak bisa membendung kekesalannya, Leny pergi ke ruangan Reyhan. Dia berjalan dengan bersungut-sungut hingga melewatkan pintu ruangan lelaki itu. Sadar jika dia sudah melewatkan ruangan tersebut, akhirnya dia kembali dan dengan kasar membuka pintu.


" Braaaakkkk" suara pintu terbuka menghantam dinding.


Semua pegawai dirancang tersebut merasa kaget dan heran akan kedatangan Leny termasuk lelaki yang baru saja meneleponnya itu.


" Reyhan, bisa kita bicara sebentar ?" Pintanya dengan menggertakan giginya.


 Dengan senang hati lelaki itu berdiri kemudian menarik tangannya dan membawanya keluar ruangan. Reyhan mengajaknya ke atap gedung sehingga tidak ada orang yang melihatnya.


" Kamu bisa nggak sih buka pintunya pelan-pelan ?" Ucapnya dengan kesal.


" Kok kamu yang kesal ? Harusnya aku yang kesal sama kamu. Kamu ngajak aku jalan dan aku belum sempat menjawabnya, kamu matikan itu panggilan." Ucapnya dengan penuh emosi.


" Oke aku minta maaf soal itu." 


Leny pura-pura tidak mendengar ucapan lelaki yang didepannya itu dan dia malah berusaha cuek.


Reyhan tampak kesal sekali dengan sikap perempuan yang didepannya itu yang tidak mau mendengarkan omongannya. 


Tiba-tiba saja Leny terkejut karena bibir Reyhan sudah menempel dibibirnya. Dia berusaha dengan sekuat tenaganya untuk mendorong tubuh Reyhan dan akhirnya dia bisa melepaskan diri dari pelukan lelaki itu.


" Plakk" Leny melayangkan tangannya ke pipi Reyhan.


Reyhan tidak membalas ataupun berkata apa-apa, karena dia tau kalau dirinya salah telah mencium paksa seorang perempuan yang didepannya itu.


" Apa maksudmu menciumku ?" Tanya Leny dengan emosi.


Lelaki itu menghela nafas panjangnya "aku suka kamu, apa kamu mau jadi pacarku ?" 


Leny sangat amat terkejut dengan pengakuan dari mulut Reyhan.


" Aku tidak akan menjawabnya sekarang. Beri aku waktu !" 


" Berapa lama aku harus menunggu ?" 


" Nanti aku akan menghubungimu !"


Kemudian gadis itu pergi meninggalkan Reyhan dengan perasaan yang tidak karuan. Tidak terpikir olehnya untuk menjalin asmara, namun sekarang malah ada orang yang sedang menyatakan cinta kepada dirinya. Dia bingung dan tidak tau harus berbuat apa. 


Sesampainya di ruangannya, segera dia mengemasi barangnya dan meminta izin pulang dengan alasan sedang tidak enak badan.


Dia pergi ke apartemen Cristal dan ingin menumpahkan segalanya tentang hal ini.


" Ci, apa kamu mau berangkat sekarang ?" Tanyanya 


" Kamu kenapa ? Dan kenapa bibirmu bengkak ?" Tanya gadis itu dengan heran

__ADS_1


" Ci, Reyhan menyatakan perasaannya padaku."


" Lalu, bagaimana dengan perasaanmu terhadap dia ?"


" Itu.... Aku nggak tau Ci."


" Apa kamu merasa nyaman setiap berada bersamanya ?"


Leny diam sesaat, dia mencoba mengingat kembali saat bersama dengan lelaki itu.


" Kalau memang kamu tidak ada rasa dengan kak Reyhan. Kamu harus bisa menolaknya dengan cepat agar dia juga bisa menghentikan perasaannya ke kamu. Bukan begitu ?"


" Ci, aku merasa nyaman sama dia, tapi untuk perasaan yang lebih dari itu belum ada."


" Coba kamu jelaskan itu padanya. Dia pasti mengerti kok, dan coba juga kalian saling mengenal lagi. Rasa cinta itu datang karena kebiasaan."


" Nanti malam aku diajak jalan sama dia."


" Oh itu bagus, itu kesempatanmu untuk membicarakan masalah ini. Agar tidak ada kesalahpahaman antara kalian berdua. Oke !"


" Semoga aku bisa melakukannya. Bantu aku Ci !"


" Aku akan membantumu dengan doa." 


Cristal segera memeluk sahabatnya itu dan menepuk-nepuk punggung Leny.


" Aku ikut kamu saja, untuk hari ini saja. Ya ?" Pintanya dengan sedikit manja.


" Ya sudah ayo." 


Kemudian kedua gadis itu menaiki mobil. 


Akhirnya Cristal sampai di rumah mama dan papa angkatnya. Leny yang duduk disampingnya merasa terpukau melihat rumah yang mewah nan besar itu.


" Waow Ci, ini rumah pak Leo ?" Tanyanya 


" Iya lah, emang siapa lagi yang punya rumah ini."  Ucap gadis itu


" Eh salah ini bukan rumah Leo." Imbuhnya dengan mengelak.


" Terus ini rumah siapa ?" Leny dibuat bingung


" Rumah pak Ronal dan Bu Lisa selaku orang tua angkatku." Jawabnya dengan mantap.


" Ya elah itu juga sama aja kali Ci." 


" Oh sama ya ?" Gadis itu  pura-pura tidak tau.

__ADS_1


" Ayo masuk, mama sudah menungguku didalam."


Mereka pun memasuki rumah tersebut, dan benar saja Bu Lisa sudah menunggu kedatangan anak gadis kesayangannya itu.


" selamat pagi siang tante." sapa Leny.


" pagi juga." sahut wanita itu.


" kamu temannya Cristal ya? "


" Iya tante. "


" Ayo duduk, kamu juga sayang. Ucapnya sembari menggandeng Cristal. Kalian ngobrol dulu ya tante buatan minuman."


Terlihat kedua gadis itu sedang mengobrol dengan seru, kemudian datang Bu Lisa dengan membawa dua gelas minuman di nampak dan memberikan kepada kedua gadis tersebut. Bu Lisa juga ikut ngobrol dengan seru disana. Entah apa yang mereka obrolkan hinggaada gelak tawa terdengar riuh. Karena sudah sore akhirnya Leny berpamitan untuk pulang.


" Tante, saya pamit pulang dulu karena hari sudah sore."


" Oh... Iya hati-hati dijalan ya."


" Ci, aku pulang dulu ya."


" hati-hati dijalan. Nanti kalau sudah sampai rumah, telfon ya."


Leny bergegas untuk pergi dan kebetulan ada tapi lewat jadi dia tidak perlu capek-capek berjalan keluar gang untuk mendapatkan tapi.


" Ayo sayang kita masuk. Kamu mau makan apa malam ini? Mama mau masak yang spesial buat kamu." Ucap mamanya dengan mengajaknya masuk dan menuju dapur.


" Aku mau ayam mentega aja deh ma."


" Oke, kalau begitu kamu duduk yang manis saja di sana, nanti kalau sudah selesai mama akan panggil kamu." Ucapnya sembari menunjuk kursi di dekat meja bar mini tersebut.


" apa adik nggak beb bantu mama?"


"Nggak sayang, pokoknya kamu harus ikutin arahan mama. Oke!! "


Gadis itu kemudian duduk dan mengikuti semua apa yang diucapkan oleh mamanya. Dia dengan sabar menunggu seorang perempuan paruh baya itu sedang memasak untuknya.


Karena terlalu lama menunggu dia meletakkan kepalanya diatas meja tersebut kemudian memecahkan matanya. Gadis itu tertidur dengan pulasnya bahkan dia tidak mengetahui jika kekasihnya sudah duduk didekatnya dengan masih memakai pakaian kantor dan memandangnya dengan penuh kasih sayang.


Bu Lisa mencoba mengusir anak lelakinya itu agar tidak mengganggu tidurnya Cristal dengan suara pelan.


" Leo kamu jangan mengganggunya, kamu sana cepat pergi membersihkan diri dan juga kasih tau papa untuk makan malam."


" iya iya.... Mama memang bawel. Aku juga merindukannya." sahutnya dengan melihat kearah gadis itu.


Leo pun segera pergi untuk membersihkan dirinya dan memberi tau papanya sesuai yang diminta oleh mamanya tadi.

__ADS_1


__ADS_2