Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 23


__ADS_3

Cristal segera keluar dari ruangan itu dan menuju lantai 24 menggunakan lift. Sesampainya dilantai itu ia merasakan keheningan yang benar-benar hening karena hanya ada satu ruangan yaitu ruang direktur. saja. Gadis itu sudah sampai didepan pintu dan langsung masuk kedalam yang ternyata kekasihnya sedang istirahat di sofa, ia juga melihat kearah meja kerjanya disana ada setumpuk berkas yang belum diselesaikan kekasihnya.


Tanpa pikir panjang Cristal mengambil selimut dikamar yang berada dibalik lemari buku dan secepatnya menyelimuti kekasihnya, saat sedang menaruh menyelimutinya gadis itu berhenti sejenak untuk memandang wajah tampan Leo dan mencoba untuk menciumnya. Alangkah terkejutnya dia saat Leo membuka mata secara tiba-tiba, dia pun berteriak karena kaget.


"Aaaaahhhhhkkkkk " teriak gadis itu


" sssstttthh. Kamu kenapa kesini ? Lagi kangen ya ? " Tanya laki-laki itu dengan menggoda nya


" Ak...aku mau belajar bisnis sama kamu" jawab gadis itu dengan terbata-bata.


" Terus kenapa memandangiku dengan begitu dekat, huh ?"


" Enggak kok, jangan kepedean deh " elak gadis itu.

__ADS_1


Lalu leo duduk dan memegang tangan Cristal dan menariknya hingga duduk di sofa bersamanya. Dengan cepat Leo mencium bibir kekasihnya dengan lembut sangat lembut, semakin dalam ia menciumi Cristal hingga dia tidak bisa mengontrol diri untuk hal ini, begitupun dengan Cristal yang juga sangat menikmati apa yang ia lakukan sekarang.


Sadar akan tindakannya, Leo langsung melepaskan ciumannya lalu meminta maaf pada kekasihnya " maaf sayang aku nggak bermaksud seperti tadi, aku minta maaf " ucap Leo sambil mengusap pipi Cristal.


Gadis itu hanya mengangguk sambil memperhatikan Leo lalu mencium bibir Leo dengan cepat " itu hukuman untuk mu ".


Laki-laki itu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Cristal terhadapnya.


" Iya.... nanti aku nyusul kesana kalau pekerjaan ini sudah selesai " sahut leo


Leo langsung duduk dikursinya dan memulai bekerja lagi, karena masih banyak berkasnya yang harus ia lihat dan seleksi. Dilain tempat Cristal yang sedang bersantai-santai sambil menikmati pemandangan kota dari jendela kamar tersebut.


Lelah menunggu kekasihnya yang belum selesai bekerja, akhirnya gadis itu memutuskan untuk tidur saja karena tidak ada kegiatan yang bisa dia kerjakan. Sebenarnya dia juga sudah mengantuk.

__ADS_1


Dirumah besar itu Santi Chan sedang merayakan pesta ulang tahunnya. Dia mengadakan pesta itu dengan cukup mewah bersama teman-temannya. Tidak lupa juga ia memamerkan kemewahannya melalui sosial media diakun miliknya.


Wanita itu sedang menikmati minuman yang berada di tangannya, tiba-tiba dia didekati oleh salah satu temannya yang bernama Meimei " Aduh jeng, rumah sebesar ini, siapa saja yang tinggal di sini ?"


" Yang tinggal cuma saya sama dua pembantu saja Bu" tutur wanita itu


" Bukannya jeng Santi punya anak ya ? Anaknya pak Jordi itu " kata Bu Meimei


" Oh....oh... maksutnya si Cristal, dia sudah nggak tinggal disini lagi, semenjak ayahnya meninggal dia langsung pindah dari rumah ini, tapi nggak tau kemana, yang membuat saya sedih ketika dia bilang kalau saya adalah pembawa sial " ujar Santi Chan dengan wajah sedih. percayalah itu hanya pura-pura.


" Ya ampun jeng, saya prihatin dengan apa yang jeng Santi rasakan. Semoga gadis itu cepat sadar kalau punya mama yang sabar seperti jeng Santi ini" tutur Bu Meimei


" Iya jeng, makasihnya" sahut wanita itu sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


__ADS_2