Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 73


__ADS_3

Tak terpikirkan oleh pak Ronal untuk memiliki pikiran jika Bu Santi telah memalsukan data, kalau istrinya itu tidak nyeletuk seperti tadi.


" Mungkin bisa saja begitu. Lalu kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentangnya ?" Tanya pak Ronal pada Leo


" Wanita itu telah mengirim pesan kepada adik melalui email dan emailnya juga selalu berganti-ganti, ditambah ketika adik menerimanya dan membaca pasti langsung merasa tertekan. Seperti sekarang ini." Ungkapnya.


Betapa kagetnya Bu Lisa saat mendengar penjelasan dari anak lelakinya itu. Dia merasa kasihan pada anak gadisnya itu.


" Jangan bilang dia pindah ke apartemen juga karena wanita itu !" Kata Bu Lisa


Pak Ronal mengangguk " betul ma, itu juga salah satunya"


" Oh ya ma, selama 3 hari kedepan adik akan menginap disini. Dia bilang dia merindukan mama dan papa. Dan mulai saat ini kami bertukar ponsel jadi papa atau mama kalau mau menghubungi Leo bisa telfon ke nomornya adik, begitu sebaliknya" kata Leo sembari berdiri dan meninggalkan kedua orang tuanya dan menuju kamarnya.


Pak Ronal dan Bu Lisa hanya bisa bertatapan saja. Mereka berdua melanjutkan menonton televisi lagi, namun tangan pak Ronal juga sibuk mengetik sesuatu dan mengirimkan ke beberapa orang suruhannya, untuk menyelidiki Santi Chan. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Cristal mengingat kalau wanita itu pernah meminta tolong padanya untuk masuk ke perusahaan dan menjadikannya direktur. Namun ditolak olehnya.


Bu Lisa yang pura-pura fokus pada apa yang ia lihat di televisi. Sebenarnya dia masih penasaran dengan apa yang dilakukan oleh kedua anaknya itu di apartemen. Bu Lisa tidak sengaja melihat ada titik merah yang sedikit pudar pada bagian bawah tulang selangka milik Leo di sebelah kanan. Saat Leo berbicara Bu Lisa lebih fokus ke sana.


Karena sudah malam akhirnya kedua orang tua tersebut mematikan televisi dan pergi beristirahat. Pak Ronal jalan lebih dulu menuju kamarnya, dan Bu Lisa menuju kamar Leo. Dia ingin bertanya dengan benar tentang perasaan Leo pada Cristal, dia tidak ingin anak-anak nya itu menjauh jika mereka sudah tidak menjalin hubungan lagi.


Dengan berjalan cepat Bu Lisa memasuki kamar Leo yang tidak dikunci itu. Terlihat lelaki itu sedang bersantai duduk di balkon sebelah kamarnya.


" Leo " panggil Bu Lisa


" Iya ma ?" Sahut Leo yang masih asik menikmati pemandangan malam


" Mama boleh bertanya sesuatu ?"


Leo menganggukkan kepalanya.


" Apa kalian sudah melakukan hubungan layaknya suami istri?"


Leo terkesiap dengan pertanyaan yang diajukan oleh mamanya kepada dirinya.


" Maksud mama ?" Tanya Leo yang tentu saja jantungnya berdegup kencang.


" Cristal sudah cerita semuanya mengenai hubungan kalian, dan juga tanda itu ?" Ucap mamanya dengan menunjuk tanda merah di badan Leo.

__ADS_1


Leo tambah terkejut, dia juga tidak mengetahui kalau Cristal sudah memberikan tanda itu, saat berhubungan tadi dia tidak merasakan apapun selain kenikmatan di area bawah sana. Dia hanya terdiam.


" Sekarang kamu ceritakan yang sejujurnya sama mama. Semuanya tak terkecuali tanda itu " ucap mamanya.


" Akhirnya, Leo memang harus bercerita tentang hubungan ini " ucapnya


" Ma, Leo akan jujur tapi mama jangan marah ya " pinta lelaki itu dengan manja.


" Iya sayang." Sahut Bu Lisa dengan lembut


" Ma, mungkin Cristal sudah cerita sebelumnya. Tapi mama harus tau juga dari Leo langsung. Leo dengan Cristal memang menjalin hubungan sudah hampir dua tahun ma. Dan selama ini dia yang memintaku agar mama dan papa tau kalau kami adalah sepasang kekasih tapi Leo mengulur waktunya untuk memberi tau mama dan papa. Dia tidak ingin membohongi papa dan mama. Dan kemarin waktu dia menginap juga membicarakan hal ini. "


Leo menghela nafas panjangnya dan meminum air yang ia pegang.


" Lalu bagaimana dengan tanda merah itu ?" Bu Lisa masih ingin mendengar jawabannya


" Mama ?" Ucap Leo


" Kenapa ?" Tanya mamanya


" Ini pertama kalinya kami melakukan hubungan layaknya suami istri, dan ini juga yang pertama bagi Leo maupun Cristal. Maaf ma Leo juga tidak merasakan kalau adik sudah membuat merah dibagian ini" ucap Leo dengan menutupi bagian yang ada merahnya itu.


" Apa kamu bisa bertanggung jawab dengan ini ? Dan kapan kamu akan bilang sama papa ? " Tanya mamanya


" Leo Leo masih memikirkan bagaimana caranya ma agar papa juga tidak marah pada kami !" Sahutnya


Tanpa Meraka sadari ternya pak Ronal mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Pak Ronal seperti sangat marah tapi dia juga tidak bisa apa-apa, karena menurutnya perasaan tidak bisa diatur dengan sesuka hati. Dengan menekan amarahnya dia keluar dari balik pintu dan berdiri tepat dibelakang anak dan istrinya.


" Jadi Leo kapan kamu mau menikahi adikmu ? " Tanyanya.


Mendengan suara papanya Leo langsung pucat dan gemetar bahkan gelas yang ia pegang terjatuh dan pecah dilantai.


" Pa pa papa.." ucap leo dengan terbata dan tentu saja ia merasa ketakutan.


" Papa tanya kenapa nggak dijawab !" Kata pak Ronal


Leo masih terpaku dengan pandangannya, lidahnya kelu dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Karena merasa kasian dengan anaknya, Bu Lisa mengajaknya masuk dan mengajaknya duduk di ranjangnya.


" Kalian sudah berhubungan seperti itu, apa kamu tidak ingin bertanggung jawab. Leo jawab papa "


" Leo akan bertanggung jawab pa " sahutnya


" Dan Leo juga mengeluarkan diluar, jadi kehamilannya bisa ditunda " imbuhnya


" Apa kamu bilang ?" Ucap papanya dengan murka


" Leo mau kamu keluar didalam atau pun diluar, tapi kalian sudah berhubungan badan kan. Pokoknya kalian harus menikah secepatnya." Ucap pak Ronal


" Dan biarkan papa ini menimang cucu lebih cepat Leo" sahutnya lagi dengan senyuman.


Mendengar ucapan terakhir papanya, Leo langsung berdiri dari duduknya dam memeluk papanya dengan kuat-kuat.


" Terimakasih pa, tapi kenapa papa nggak marah ? Kan dulu papa pernah mengingatkan Leo kalau nggak boleh suka ataupun mencintai adik seperti sekarang ini ?" Tanya leo dengan bingung


" Kalau sudah cinta tidak bisa dipaksa Ley, apa lagi kalau sudah saling mencintai satu sama lain " ujar papanya itu


" Ya sudah sekarang sudah malam, ayo kita istirahat" ajak Bu Lisa dengan menarik tangan suaminya itu


Beda halnya dengan Leo yang sibuk memakai baju.


" Kamu mau kemana ! Ini sudah jam 1 dini hari Ley ?" Tanya Bu Lisa keheranan


" Leo mau ke apartemen ma !" Jawabnya


" Ngapain kesana besok kan bisa !" Ucap papanya


" Nggak bisa pa ini berita bahagia untuk adik juga " sahut Leo dengan wajah yang berbinar-binar.


Kemudian lelaki itu pergi dengan bahagia dan melajukan mobilnya menuju apartemen kekasihnya itu. Dia mengemudikan mobilnya dengan kencang. Sehingga untuk sampai di tempat Cristal dengan cepat sekali.


Sesampainya di depan pintu apartemen Cristal dia tidak membukanya langsung melainkan mengetuk pintunya.


Cristal yang tengah pulas, akhirnya dia terjaga dari tidurnya karena mendengan suara ketukan pintu. Dengan cepat dia membukakannya.

__ADS_1


__ADS_2