Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 3


__ADS_3

Hari sudah semakin sore Cristal yang kelelahan diajak berkeliling perusahaan diapun segera berpamitan pada pak Ronal untuk segera pulang.


Dijalan pulang gadis itu berfikir bagaimana caranya untuk menjalankan bisnis di perusahaan ayahnya itu. Kini gadis itu sudah sampai di rumahnya dan segera memasuki kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang lelah " huff.... capek banget kakiku, jalan ngelilingin kantor segede itu" keluh gadis itu dengan memijit-mijit kedua kakinya.


Pagi ini Cristal bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit menjenguk ayahnya lagi karena kemarin dia sudah meninggalkan ayahnya sendirian dengan waktu yang lama. ya meskipun ada ibu tirinya tapi dia tidak begitu yakin padanya untuk menjaga ayahnya.


Sekarang gadis itu sudah berada di area rumah sakit tidak lupa juga ia membeli seikat bunga Krisan di toko bunga depan rumah sakit itu. Gadis itu segera masuk ke kamar ruang perawatan ayahnya akan tetapi ia bingung dengan suasana di ruangan itu karena ada dua dokter dan tiga perawat.


" Ada apa ? Kenapa dengan ayah saya dok ?" Tanya gadis itu pada dokter dengan muka yang bingung.

__ADS_1


"Ayah mbak Cristal mengalami kejang tepat tiga puluh menit yang lalu" ungkap dokter itu.


" Lalu bagaimana keadaannya sekarang dok ?" tanya Cristal dengan tangan yang gemetar.


" Keadaan pasien semakin kritis dan hanya bisa bertahan dengan menggunakan alat bantu pernapasan saat ini " jelas dokter tersebut.


" Terimakasih atas informasinya dok"


Cristal berjalan mendekati ayahnya dan menggenggam tangannya " ayah, sekarang aku hanya punya ayah saja, aku nggak mau hidup bersama wanita itu. Jika ayah memang meninggalkan Cristal sendirian maka aku akan pergi dari rumah itu dan mencari tempat tinggal baru untuk ku sendiri" gumam gadis itu.

__ADS_1


Ayahnya mengalami kejang-kejang lagi dengan cepet dia memanggil dokter dan perawat. Tanpa lama tim medis pun datang menangani ayahnya, ia hanya bisa menangis dan melihat ayahnya dari luar kamar menunggu hasil dari pemeriksaan. Dokter keluar dari ruangan itu memberitahukan bahwa ayahnya sudah tidak bisa diselamatkan, mendengar penjelasan dari dokter dia langsung berlari masuk ke ruang ayahnya dan menangis di dekat tempat tidur ayahnya hingga ia tersungkur dilantai. Gadis itu mengambil ponselnya dan menghubungi pak Ronal " halo.. pak tolong siapkan upacara pemakaman untuk ayah saya " ia mengatakan itu dengan menangis sesenggukan.


"kenapa mbak, apa terjadi sesuatu dengan pak direktur " tanya pak Ronal dengan bingung.


" Ayah sudah meninggal pak" dia pun semakin menangis hingga nggak bersuara


Sekarang ayah Cristal sudah dibawa kerumah duka untuk dilakukan upacara pemakaman dan di tempat itu sudah ramai dengan orang orang juga karyawan dari Chan Group serta ibu tirinya.


Upacara pemakaman pun telah usai gadis itu segera pulang dan tak disangka dia melihat ibu tirinya itu asik menonton televisi dengan masih memakai pakaian serba hitam. Gadis itu sangat kesal dan emosi tapi dia harus menahannya.

__ADS_1


Santi Chan yang melihat Cristal datang langsung menyambutnya dengan omongan yang menyakiti hati gadis itu " oh... anak yatim sudah datang, gimana acara pemakamannya lancar nggak ? Tante datang cuma sebentar lalu harus segera pergi karena ada urusan yang lebih penting dari acara itu " ucap Santi Chan dengan nada mengejek dan tersenyum kecut.


__ADS_2