
"Beneran pak Ronal mau nolongin saya ?"
" Iya, saya pasti akan menolong mbak Cristal "
" Bagus..... bagus.. kalau begitu saya minta tolong ke pak Ronal untuk menjalankan bisnis perusahaan ini, itu yang pertama "
Pak Ronal mendengar ucapan Cristal merasa kaget sangat kaget bahkan menganggap ini hanya mimpi, pak Ronal pun langsung menepuk-nepuk pipinya hingga merah.
" pak Ronal ngapain nepuk-nepuk pipi gitu ?"
" Maaf mbak Cristal, apa itu tidah berlebihan ? masak saya yang memimpin perusahaan ini "
" huufft.... yah kalau pak Ronal nggak bisa, bapak bisa nyuruh orang kepercayaan bapak untuk menjalankan bisnis ini "
" Saya punya anak laki-laki kebetulan lulusan dari luar negeri jurusan bisnis juga mbak. Kalau mbak mau ketemu sama anak saya, saya bisa atur jadwal untuk mbak, gimana ?"
__ADS_1
" Boleh deh pak, dan permintaan saya yang kedua setiap enam bulan bapak kirim uang ke rekening saya sebanyak lima ratus juta"
" Apa itu cukup untuk hidup selama enam bulan mbak ? apa lagi selama ini mbak kan selalu hidup dalam kemewahan dan perusahaan ini sekarang kan milik mbak Cristal "
" Cukup nggak cukup harus cukup pak, saya harus bisa sedikit hemat. oh ya pak.. dan permintaan say yang ke tiga bapak bisa nggak jadi wali saya karena ayahkan sudah tidak ada. saya mohon. Dan untuk anak bapak nanti kalau sudah setuju bisa hubungi saya "
" saya coba bujuk dia ya mbak semoga mau "
" Saya percaya sama pak Ronal, kalau begitu saya permisi dulu ya pak "
Cristal langsung berdiri dan melangkahkan kakinya kearah pintu dan keluar ruangan itu. Tiba-tiba gadis itu balik badan sambil bilang " pak Ronal apa saya boleh memanggil bapak dengan sebutan papa ?" gadis itu langsung memeluk pak Ronal sambil menangis.
Melihat Cristal menangis pak Ronal menepuk-nepuk punggung gadis itu dan berkata " iya ,, tentu saja boleh dan sekarang kamu jadi anakku dan kamu juga akan punya mama dan juga kakak laki-laki, sudah jangan menangis lagi " ucap pak Ronal sambil tersenyum.
Cristal melepaskan pelukannya dan melihat papa barunya itu dan bilang "terimakasih"
__ADS_1
"Sekarang pulanglah nak, papa masih ada pekerjaan "
" Saya akan pulang untuk ambil barang-barang saya dan segera pindah dari rumah itu"
" Kenapa harus pindah nak, itu kan rumah mu" tanya pak Ronal dengan heran.
" Saya nggak mau lagi satu rumah dengan wanita itu dan dia juga sudah mendapat bagiannya dari harta ayah" jawab gadis itu dengan sedikit kesal.
" ya sudah... bagaimanapun dia juga ibu mu meskipun hanya ibu sambung. Bagaimana kalau tinggal dirumah papa disana juga ada mama "
" Ehmm.... nggak usah pa Cristal mau nyari apartemen saja, disebrang jalan ada kok yang cukup satu atau dua orang saja... hehehe..... "
" Kalau maunya kamu begitu, papa atur saja pembelian apartemen untuk kamu nak biar nggak ribet urusannya. gimana begitu saja lebih gampang kan ?"
" Oke " ucap gadis itu dengan bahagia sambil mengangkat tangannya dan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya lalu segera pergi dan meninggalkan pak Ronal.
__ADS_1
halo para reader maaf ya terlambat uploadnya dikarenakan author nya lagi sibuk banget. terimakasih yang sudah like dan komen, karena hal itu juga yang membuat author tambah semangat untuk berkarya dan sering-sering upload.