Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 36


__ADS_3

" Ha..halo den Reyhan, ini mbok Mira den itu nyonya sepertinya sedang ngamuk di kamar, nyonya juga melempar barang-barang. Mbok takut kalau terjadi sesuatu dengan nyonya den " mbok Mira saat menjelaskan hal tersebut dengan nada yang pelan dan bibir sedikit gemetar, karena takut jika majikannya mendengar.


" Mbok Mira segera turun dari sana dan biarkan saja mama melakukan hal itu " perintah Reyhan pada pembantunya " Tenang saja mbok, nggak akan terjadi apa-apa kok" ucapnya lagi juga membuat agar mbok Mira tidak takut.


" Tapi den.... " saat mbok Mira akan bicara lagi segera dipotong oleh Reyhan.


" Nggak ada tapi-tapi mbok. Pokoknya lakukan yang saya perintahkan " kata lelaki itu dengan tegas.


" Baik den " jawab wanita paruh baya itu yang langsung menutup sambungan telepon lalu segera pergi dari tempat tersebut.


Setelah selesai menerima telepon dari mbok Mira, Reyhan langsung diam dan menatap layar komputer yang tepat dihadapannya. Dia memikirkan tindakan konyol dari mamanya.


" apa yang harus aku lakukan, agar mama bisa menerima apa yang sudah menjadi miliknya " batin lelaki itu.


Karena terlalu lama melamun, Monica teman satu ruangannya melihat dirinya lalu perempuan itu menyenggol tangan Reyhan.


" Woi.... kerja pak, jangan melamun terus " ucap perempuan itu juga membuatnya tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Apa sih, ganggu banget deh " ucapnya dengan kesal.


" hemm.... nanti jam 10 tepat, kamu diminta pak Ronal untuk datang ke ruangannya "


" Ada apa ? " tanya Reyhan dengan penasaran.


" Mana aku tau. Udah datang aja kesana" sahut Monica yang langsung duduk kembali di meja kerja miliknya.


Jam 10 pun tiba, Reyhan segera bergegas untuk pergi ke ruangan pak Ronal. Dengan cepat ia berjalan. Tidak lama dia sudah sampai di depan pintu ruangan orang yang memanggilnya, lalu dia mengetuk pintu kemudian masuk kedalam.


" Reyhan, silakan masuk dan duduk "


" Baik pak, maaf ada perlu apa bapak memanggil saya ?" tanya lelaki itu dengan tanpa ragu.


" Apa kamu mengenal orang ini ?" tanya pak Ronal padanya dengan menyodorkan selembar photo.


Reyhan sangat terkejut saat melihat photo tersebut. Ya, photo itu adalah photo Santi Chan ibunya sendiri.

__ADS_1


" Dia orang tua saya pak " jawab Reyhan tanpa basa-basi.


" Jadi, kamu ini saudara Cristal Chan ?" tanya pak Ronal lagi padanya.


" Kami, hanya saudara tiri saja pak mu Namun saya rasa Cristal belum mengetahui kalau dia mempunyai saudara tiri. Karena saat ayahnya menikahi mama saya, saya tidak datang dalam acara tersebut " ungkap laki-laki itu.


" Bagaimana kalau dia tau jika punya saudara, meskipun tidak kandung. Apa kamu akan menerimanya ? "


" Saya akan menerima dia sebagai saudara saya, bahkan saya juga akan melindunginya dengan kemampuan saya" jawabnya dengan percaya diri.


" Oke Reyhan. Cristal sudah menjadi anak saya sekarang. Satu bulan setelah kematian ayahnya saya mengangkatnya sebagai anak"


Laki-laki itu tampak kaget juga merasa lega, karena ada orang yang masih peduli pada adiknya setelah kepergian ayahnya, karena dia tau mamanya tidak akan pernah peduli bahkan tidak memberi kasih sayang pada gadis itu.


" Terimakasih pak, saya sangat lega mendengarnya. Saya pikir bapak juga sudah tau akan sikap dan perlakuan mama saya terhadap Cristal" jelasnya dengan penuh keyakinan.


" Oke, kamu bisa kembali ke pekerjaan mu, terimakasih atas jawaban dan juga penjelasanmu mengenai hal ini Rey" ucap pak Ronal.

__ADS_1


__ADS_2