Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 70


__ADS_3

Tidak lama kemudian mereka sampai, dengan cepat pak Lukman keluar setelah pintu lift terbuka. Di sana terlihat Arlan yang tengah asik main game di handphone nya, juga sedang memakan camilan. Melihat anak itu dengan seksama dan berjalan perlahan mendekati Arlan, pak Lukman langsung menjewer telinga Arlan dengan keras hingga berwarna merah.


" Aduh.....aduh....aduh.... " Ucap Arlan kesakitan dan juga terkejut, tiba-tiba saja ada orang yang menjewernya dari belakang.


Dengan cepat Arlan menoleh kebelakang, dan tersenyum itu adalah orang yang mengajaknya datang Jakarta.


" Arlan kenapa telfonnya bapak tidak kamu angkat ?" Tanya pak Lukman dengan kesal


" Telefon?" Ucap Arlan sedikit berfikir


" Iya telfon, bapak sudah menghubungi kami terus menerus, tapi tidak kamu angkat. Kemana saja kamu tadi ?" Ujar lelaki paruh baya itu.


Arlan segera segera keluar dari akun game nya dan melihat panggilan dan ternyata ada beberapa panggilan tidak terjawab dari pak Lukman. Segera dia meminta maaf kepada lelaki yang sedang memarahinya.


" Maaf pak, saya benar-benar tidak tau kalau ada panggilan masuk" sesalnya


" Ya sudah ayo kita kembali ke hotel " ujar pak Lukman


Segera Arlan berkemas merapikan tas yang ia bawa dan memasukkan makanan dan minumannya yang dibelikan oleh polisi tadi.


Pak Lukman dan Arlan berpamitan kepada Leo, Reyhan dan juga Leny.


" Terimakasih mbak Leny, sudah menjaga Arlan. Maaf sudah merepotkan" ucap pak Lukman


" Tidak apa-apa pak, yang penting Arlan kan sudah ketemu dan tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan" sahut Leny


Segera pak Lukman dan Arlan pergi meninggalkan tepat tersebut, tidak lupa juga Leo dan Reyhan mengantarkan mereka sampai ditempat parkiran dan menaiki mobil yang akan mengantarkan mereka sampai ke hotel tempat mereka menginap.


Seperginya tamu tersebut Leny yang penasaran dengan kejadian dimana Arlan menghilang dan malah datang ke perusahaan, dia pun bertanya pada Reyhan mengenai hal ini.

__ADS_1


" Rey, apa sih yang sebenarnya terjadi ? Aku juga kaget tadi karena dari resepsionis bilang ada bule dan dua polisi !" Kata Leny


" Polisi ?" Tanya Leo dengan terkejut


" Iya pak " sahut Leny


" Tadi itu setelah selesai menandatangi kerja sama, kami memutuskan untuk pergi mengajak jalan-jalan mereka ke kota tua. Awalnya biasa saja, tidak ada yang aneh sampai pada akhirnya si Arlan pergi mengambil foto-foto ditempat itu. Dan kami masih bisa melihatnya, nggak lama eh... Dia ilang !" Jelas Reyhan


Mendengar penjelasan dari Reyhan, Leny sangat terkejut. Bagaimana bisa itu terjadi ?


Dilain tempat Santi Bane, sedang menikmati minuman yang ia pegang, ya dia minum anggur merah kesukaannya. Disitu ia sudah siap untuk melakukan hal-hal yang akan membuat Cristal merasa tertekan karena dirinya. Entah rencana apa lagi yang dia rancang ?


Terlihat wanita itu sedang menuliskan sesuatu melalui ponselnya lalu mengirimkan ke Cristal melalui email barunya.


Dia tampak senang saat melihat orang sedih, terlebih lagi itu Cristal anak tirinya. Dia melakukan segala hal untuk menguasai semua yang dimiliki oleh gadis itu. Padahal kalau dilihat sekarang ini dia sudah mempunyai banyak harta yang ditinggal kan oleh almarhum suaminya Romy Bane itu, seharusnya dia tidak perlu melakukan hal yang merugikan orang lain


Cristal yang sedang bersantai-santai di balkon apartemen nya itu, terkejut saat mendengar suara ponselnya berbunyi tanda email masuk. Segera ia membuka email tersebut dan membacanya. Alangkah terkejutnya dia saat membaca email tersebut.


Gadis itu tersungkur seketika, dia tidak tau siapa yang mengirim email tersebut kepadanya, akan tetapi dia punya firasat jika sang pengirim itu adalah Santi Chan ibu tirinya.


Dia terduduk dilantai lalu menangis, dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian dia menelepon kekasihnya, namun tidak kunjung dijawab oleh Leo, lantaran lelaki tersebut sedang sibuk-sibuknya dikantor.


Dia semakin bingung, akhirnya dia menelepon Leny sekretaris nya dan juga sahabatnya itu. Dan tidak lama panggilannya langsung diterima oleh Leny.


" Halo Ci, tumben telfon!" Ucap Leny


Tidak ada jawaban dari Cristal, dia hanya diam saja mendengar suara Leny dari balik telfon genggam itu.


" Ci ? Ci ? Kok kamu diam saja ? Kamu kenapa Ci ?" Tanya Leny dengan panik.

__ADS_1


Dan tetap saja gadis itu diam tanpa kata tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.


Leny yang merasa ada ketidak beresan dari sahabatnya itu langsung dia mematikan panggilan tersebut secara sepihak dan dengan cepat dia pergi keruang Leo untuk memberi tahukan bahwa mungkin terjadi sesuatu terhadap Cristal.


Braaaakkkk


Suara pintu terbuka dengan keras, ya karena Leny membukanya dengan kasar.


Leo terpekik melihat ulah Leny yang sudah seperti preman mau minta uang itu.


" Leny, kamu kalau mau masuk, bisa nggak kalau ketuk dulu pintunya, nggak perlu sampai kamu banting-banting pintu seperti itu " protes Leo


" Terjadi sesuatu pada Cici pak, segeralah untuk pulang ke apartemen nya " ucap perempuan itu dengan panik.


Leo tidak mengerti dengan ucapan Leny yang terlalu cepat baginya.


" Coba jelaskan secara perlahan" pinta Leo


" Pak, terjadi sesuatu dengan Cristal cepatlah ke apartemen nya. Sekarang!" Bentaknya


Leo langsung meninggalkan pekerjaannya itu dan segera pergi melihat kekasihnya itu. Dia juga panik dan terkejut setelah mendengar kan penjelasan dari Leny.


Di jalan Leo bertanya-tanya apa yang terjadi lagi dengan kekasihnya itu dan dia juga berdoa dalam hatinya semoga tidak terjadi hal yang serius dengan kekasihnya itu. Dia melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


Sesampainya di area parkir apartemen, segera ia turun dari mobil tersebut dan berlari dengan cepat menuju arah lift agar bisa cepat sampai di unit apartemen Cristal.


Braaaakkkk


Suara pintu terbuka dengan keras. Leo membanting pintu dan masuk kedalam apartemen tersebut, dia mencari keberadaan gadisnya itu disetiap ruangan, sampai akhirnya ia menemukan kekasihnya itu sedang tersungkur di lantai dan dipojok balkon. Betapa terkejut dirinya saat melihat keadaan gadis yang ia cintai kusut mukanya karena terlalu lama menangis.

__ADS_1


Segera ia mendekatinya dan memapahnya kedalam kamar dan membaringkannya di atas ranjang.


Dengan lembut ia membelai pipi gadis itu, kemudian ia mencari tisue basah untuk membersihkan muka kusut dari sang gadis itu. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian dia mengelapnya.


__ADS_2