
Pak Ronal dan Bu Lisa kini sedang bersantai didepan televisi sambil memakan camilan, mereka berdua merasa kan ada yang kurang...
" Pa, apa papa lihat Leo? Mama seharian ini nggak lihat dia " tanya Bu Lisa
" Papa pulang kerja juga belum ketemu dia, mungkin lagi main kerumah temennya kali ma. Udah... dia kan laki-laki" jawab pak Ronal dengan santai
Karena merasa nggak enak hati Bu Lisa segera menghubungi anaknya itu. Dua kali melakukan panggilan tapi tidak diangkat juga, merasa khawatir akan terjadi apa-apa dengan putranya, wanita itu terus melakukan panggilan entah sampai berapa kali barulah panggilannya di jawab oleh Leo.
Leo yang masih ditoko untuk membeli kaca, ia merasa ponselnya bergetar lalu mengambilnya dari dalam saku celana. Mengetahui bahwa yang menelepon adalah mamanya segera ia menjawab.
" Halo ma, ada apa kok tumben telfon berkali-kali. Maaf Leo dijalan tadi "
__ADS_1
" Kamu dimana, bikin mama cemas aja. Jam berapa mau pulang? Mau dimasakin apa ?" begitulah pertanyaan beruntun yang diajukan oleh Bu Lisa pada anaknya.
" Mama maaf, Leo malam ini akan menginap di apartemen adik, kakinya sedang terluka karena terkena pecahan kaca " tutur Leo pada mamanya.
" Kena kaca ?" tanya Bu Lisa dengan sedikit panik " terus gimana keadaannya sekarang, apa sudah baikan ?" lanjutnya
" Keadaannya sudah baik kok ma, tenang aja, Leo akan menjaga adik disini. Leo sekarang juga lagi nyari makanan untuk makan malam kami" jelas Leo agar mamanya tidak begitu kawatir.
Setelah selesai membeli kaca dan makanan, laki-laki itu segera kembali ke apartemen Cristal untuk mengajaknya makan malam. Setibanya di apartemen Leo sangat kaget karena kekasihnya tidak ada diatas tempat tidur, ia mencari di setiap ruangan di unit tersebut dan saat sampai didepan pintu kamar mandi terdengar suara rintihan orang yang sedang kesakitan, dengan cepat ia membuka pintu dan benar saja kekasihnya sedang berada didalam sedang menahan rasa sakit dari kakinya yang perbannya basah terkena air sambil berdiri memegangi gagang shower. Dengan cepat lelaki itu membopong kekasihnya dan membawanya keatas sofa.
" Kamu kenapa bisa dikamar mandi sih ?" tanya lelaki itu dengan lembut.
__ADS_1
" Aku... aku ingin buang air kecil tadi, makanya aku pergi kesana" jawab gadis itu.
Leo menghembuskan nafas kasarnya setelah mendengar penjelasan dari Cristal lalu menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
" Oke, aku minta maaf karena meninggalkanmu terlalu lama. Ya sudah sekarang aku akan ganti perban nya lagi, setelah itu kamu harus ganti baju. Tunggu disini aku akan ambilkan baju mu di lemari dan juga mengambil kotak obat" jelas lelaki itu.
Setelah mengganti perban kaki kekasihnya, Leo keluar dari kamar itu agar Cristal bisa secepatnya ganti baju.
Di dapur tampak Leo yang sedang sibuk menyiapkan makanan yang baru saja ia beli. Selasai dengan kegiatannya dia kembali lagi kekamar guna memberi tau dan mengajak kekasihnya untuk segera makan, namun saat ia membuka pintu kamar dan masuk kedalam betapa kaget dan terpesonanya dia melihat tubuh Cristal yang tanpa sehelai benangpun. Cristal yang melihat kedatangan Leo juga terkejut dan teriak.
" Aaaaaakkkkkkkkhhhh " teriakan Cristal terdengar nyaring diruang itu.
__ADS_1
Leo langsung berlari mengambil selimut tebal yang berada diatas ranjang lalu segera menutup tubuh kekasihnya itu dengan kain selimut yang dia ambil barusan.