Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 37


__ADS_3

" Sama-sama pak, saya tau bapak mencari informasi tentang kehidupan saya. Pak Ronal bisa sampaikan ini ke Cristal, bahwa saya akan menerima dan selalu menyayanginya sebagai adik. Saya pamit pak " jelas Reyhan yang langsung pergi keluar dari ruangan tersebut.


Pak Ronal dibuat terkejut akan ucapan lelaki itu yang tanpa basa-basi lagi " berarti selama ini dia sudah tau kalau Cristal itu adiknya, tapi kenapa dia bersikap seolah-olah tidak ada hubungan apapun dengan gadis itu selama ini" bayinya dengan rasa bingung.


Hari sudah semakin siang, terlihat seorang gadis cantik tengah memejamkan matanya di atas ranjang ditatap dengan lembut oleh Leo yang berada disamping ranjang tersebut. Laki-laki itu mengelus-elus pipi kekasihnya dengan penuh kasih sayang.


" Sayang, kamu tenang saja secepatnya aku akan bilang ke mama dan papa tentang hubungan ini, tentu saja hubungan kita. Aku tau kamu tidak bisa berbohong seperti sekarang ini pada orang tua, yang sabar ya" ucapnya dalam hati lalu mencium kening gadis itu.


Karena merasa ada yang menyentuh dirinya, gadis itu mulai membuka matanya dia melihat kekasihnya sedang duduk dikursi dekat ranjangnya.


" Ehmm... apa kamu dari tadi duduk disini ?" tanya gadis itu dengan suara serak.


" Iya sayang, aku juga selalu memandangi wajah mu ketika kamu tidur dan itu seperti koala yang memeluk batang pohon" goda leo pada gadisnya.


" Aaaaa....aaaaa jangan gitu " ucap Cristal dengan malu sambil menaikkan selimut hingga menutupi wajahnya.

__ADS_1


Melihat ulah sang gadis, Leo hanya tersenyum lalu beranjak dari duduknya.


Dikantin kantor semua karyawan sedang menikmati makan siang, begitu juga dengan Reyhan, Monica dan Revi mereka bertiga adalah teman satu tim di bagian keuangan.


" Rev, kamu ada lihat pak Leo nggak ? Dari tadi pagi aku kok nggak lihat dia " tanya Monica


" Mana aku tau, kenapa nggak tanya sama asistennya saja. Tuh yang lagi duduk sendirian dia " Ucap Revi sambil menunjuk seorang perempuan sedang menikmati makanannya.


" Aah.... kamu nggak asik " sahut Monica


" Siapa yang nggak suka coba, sama laki-laki tampan dan perfeck kayak gitu. Juga badannya itu uhlala bagus banget Rey. Perempuan mana yang nggak suka" jawab Monica dengan percaya diri dan tentu saja dia heboh sendiri.


" sepertinya dia nggak suka perempuan yang terlalu percaya diri kayak kamu deh " ledek Reyhan


" Ha...ha...ha...ha.... " Seketika Revi tertawa terbahak-bahak dengan jawaban Reyhan.

__ADS_1


" Malah ketawa, awas aja kalau sampai aku bisa mendapatkan cintanya pak Leo, kalian harus jalan sambil jongkok kelilingin gedung ini" Sahut monica yang tak mau kalah dari kedua laki-laki itu.


Semua percakapan mereka terdengar jelas oleh pak Ronal yang duduk tidak jauh dari meja mereka.


" Ternyata, ada yang menyukai Leo " ucap pak Ronal yang tentu saja hanya bisa di dengar olehnya sendiri.


Mbok Mira saat ini sedang membersihkan kamar majikannya yang sudah seperti kapal pecah, dengan hati-hati dia mengambil pecahan kaca yang berserakan dilantai.


Reyhan yang baru datang dari bekerja langsung menuju kamar milik mamanya, namun dia hanya melihat mbok Mira yang tengah sibuk menyapu lantai.


" Mbok, kemana mama ?" tanya laki-laki itu dengan lesu.


"Nyonya pergi keluar negeri den, apa nyonya tidak memberi tau sama den Reyhan ?" tanya balik mbok Mira padanya.


" Kok bisa ?? Mama nggak ada bilang, bahkan telfon pun tidak mbok " ucap Reyhan dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2