
Leny terdiam sesaat "Reyhan, aku akan melihat ketulusanmu, saat aku sudah yakin disana kamu akan tau jawabannya" ucap Leny.
" apa kamu mau menggantung perasaanku?" tanya Reyhan sedikit tidak percaya.
" kamu bisa mencari yang lain kalau begitu." ucap gadis itu dengan cuek.
Reyhan menghela nafasnya dengan perlahan. Dia tidak tau harus bagaimana lagi. Ini sudah menjadi keputusan gadis yang berada didepannya. Akhirnya dia mengikuti apa yang menjadi keputusan gadis yang berada didepannya.
" ya sudah, terserah kamu saja. Tapi yang jelas aku tidak akan mencari perempuan lain untuk menggantikanmu. Apa kamu mengerti itu!" ujar Reyhan.
Mereka melanjutkan menikmati kopinya direstoran tersebut. Sedikit ada rasa canggung diantara mereka.
Sekarang sudah mendekati jam 9 pagi, Leo mulai membuka matanya dia melihat kekasihnya yang masih tidur dipangkuannya. Dengan hati-hati dia mengangkat kepala Cristal kemudian mengganjalnya dengan bantal kecil. Lelaki itu melihat sekeliling namun dia merasa ada yang aneh. Ya, dia tidak melihat orang tuanya padahal ini sudah hampir jam 9 pagi.
" kemana papa sama mama, tumben jam segini masih sepi? Dan juga kok nggak ada makanan apapun dimeja! " ucapnya dengan heran.
Dia pun mencari kedua orang tuanya kekamar berharap bisa melihatnya. Namun saat sampai dikamar kedua orang tuanya, dia tidak menemukan siapapun. Akhirnya ia kembali kebawa dan mengambil ponselnya untuk menghubungi papa atau mamanya.
" selamat anak mama, kamu udah bangun? Mama sedang jala - jalan dan nanti akan membawakan makan untuk kalian sarapan." kata bu Lisa dari balik telfon yang Leo pegang dan nempel ditelinganya.
Leo menekan-nekan keningnya
" baik ma. Kenapa nggak bangunin Leo kalau kalian akan pergi?" tanya lelaki itu.
" kalian masih tidur dengan nyenyak tadi, jadi mama nggak mau ganggu kalian tidur." ungkap mamanya itu.
" kamu bisa makan roti dulu ya. Rotinya sudah ada dilemari pendingin, kamu bisa menghangatkannya dengan microwave." imbuh bu Lisa lagi.
Leo sedikit berfikir saat mendengar kata roti di lemari pendingin. Dia mengingatnya...
__ADS_1
" Eh... Eh... Mama roti yang didalam kulkas sudah habis Leo makan bersama adik semalam." ucap Leo dengan sedikit menyesal.
" ya sudah kamu bisa buat lagi, roti ada di atas meja makan dan selainya ada di dalam kulkas bagian bawah. Kamu bikin juga buat Cristal ya." ujar Bu Lisa.
" ok ma, jangan lama-lama, cepet datangnya." sahut Leo yang kemudian mematikan teleponnya.
Kemudian Leo pergi melihat kekasihnya apakah sudah bangun dari tidurnya atau belum. Dengan penuh kasih dia memandang gadis yang masih memejamkan mata. Entah kenapa dia ingin sekali membelai pipi kekasihnya itu.
Cristal merasa terusik dalam tidurnya. Gadis itupun membuka matanya perlahan, dia memandang wajah Leo yang tepat berada dekat didepannya. Sedikit terkejut ia, namun dengan refleks dia mengucapkan "selamat pagi sayang."
" selamat pagi kaga sayangku. " sahutnya lelaki itu dengan tersenyum.
Gadis itu bangun dari tidurnya kemudian duduk dan menatap Leo dengan lekat.
" kamu sejak kapan memandangiku seperti tadi?" tanya gadis itu dengan senyumannya yang manis.
" aku..aku... Baru saja kok mandangin kamu." ujar ap Leo dengan terbata.
" mama dan papa dimana? Kok nggak kelihatan?" tanya Cristal pada Leo sembari menolah-noleh sekeliling mencari orang tuanya.
" mama sama papa lagi pergi keluar, apa kamu lapar?" tanya Leo.
Gadis itu menggelengkan kepalanya yang bertanda dia tidak lapar.
" lalu kamu mau apa? " tanya lelaki itu lagi.
Cristal terlihat sedang memikirkan sesuatu, apa yang sedang ia inginkan saat ini? Tapi dia memang tidak menginginkan apapun dan sedang tidak ingin melakukan apapun juga.
" aku mau kekamar, aku nggak ingin apa-apa sayang." ucap gadis itu kemudian beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Leo sedikit bingung dengan sikap kekasihnya itu.
" apa kamu mau tidur lagi? " tanya lelaki itu.
" aku masih ingin tidur sayang." sahut Cristal dengan santai.
Lelaki itu mengikuti kekasihnya hingga kekamarnya. Sesampainya disana dengan secepat kilat Leo membaringkan badannya diatas ranjang Cristal. Gadis itu dibuat terkejut akan aksi konyol kekasihnya itu. Bahkan ia tidak melihat kapan lelaki itu naik ke ranjangnya.
" apa kamu terbang tadi? Kapan sampainya kamu disini? Bukannya tadi masih dibawah ya? " tanya gadis itu kebingungan sembari menunjuk lelaki itu dan menoleh ke pintu tersebut kemudian melihat lagi kekasihnya.
" hahahah...kamu ini, sayang saat kamu jalan dan pergi ke kamar, aku ngikutin kamu terus dan saat kamu menaruh handphone mu di meja rias, disatukan aku langsung membaringkan badan ini dirancang ini." ungkap lelaki itu dengan manis.
Setelah mendengar penjelasan dari kekasihnya, gadis itu kemudian membaringkan badannya dan kembali memejamkan matanya lagi.
" lah....malah tidur lagi." kata Leo dengan kesal. Karena itu dengan sengaja lelaki tersebut menggoda gadis yang tengah memejamkan mata. Dia menggodanya dengan cara. Menuip-niup telinga gadis itu hingga menjadi merah karena terlalu geli.
Gadis itu terlihat jengkel dengan lelaki yang sedang menuip-niup telinganya hingga menjadi merah dan panas, dengan cepat dia mengambil bantal yang ia peluk kemudian memukulkannya pada Leo.
Buukk.... Buukk... Buukk...
Suara pukulan bantal menimpa tubuh Leo, lelaki itu bukannya kesakitan malah merasa senang.
" ao....ao....ao...sakit sakit sakit. Udah sayang hahaha.... Cukup cukup." ucap Leo sembari tertawa bahagia.
Namun gadis itu masih tetap memukul-mukulnya. Dia masih benar-benar jengkel dengan lelaki yang menyayanginya itu. Bagaimana tidak, Cristal memang masih ingin tidur lagi dan Leo malah menggodanya dengan meniup telinganya. Ini agak lucu baginya sekaligus membuat ngantuknya menghilang.
" huf.....rasain itu... Kamu mengganggu sekali sayang," gadis itu berhenti memukul Leo lalu terduduk dilantai lantaran ia kelelahan karena kelakuannya yang konyol itu.
" iya iya maaf maaf, sayang apa kamu nggak lapar?" tanya Leo
__ADS_1
" aku mau nunggu mama saja. Weeek... Aku nggak mau makan masakkanmu. " sahut gadis itu.