
Hari ini Cristal pergi kekantornya, dengan menenteng sebuah rantang yang tersusun rapi yang berisikan beberapa menu makanan. Ia membawanya untuk Leo, kekasihnya itu yang disibukkan dengan pekerjaannya. Sebelum pergi menemui kekasihnya, tidak lupa juga ia menyambangi ruangan pak Ronal dan juga Reyhan. Dia kesana untuk bermain sebentar dan membagika makanan yang sudah ia siapkan sebelumnya. Sekarang gadis itu baru saja keluar dari lift yang ia pakai, Cristal segera melangkahkan kakinya menuju pintu yang berada di ujung ruangan tersebut. Kemudian dia membukanya pintu tersebut dengan perlahan, dengan tersenyum manis ia memasuki ruangan itu, berjalan dengan pelan menghampiri lelaki yang kini tengah menunduk menatap kebeberapa kertas yang tepat didepan matanya. Mungkin lelaki itu tidak mengetahui kalau ada penyusup masuk keruangannya. Gadis itu lalu mendekat ketempat Leo berada dan menyondongkan tubuhnya lalu berisik ditelinga Leo.
" Sayang, kamu kok serius sekali. Banyak pekerjaan ya? " bisik gadis itu.
Leo terkejut, sangat terkejut bahkan ia sampai menghentikan nafasnya untuk beberapa detik. Sampai pada akhirnya dia menyadari kalau kekasihnya itu sudah berada disampingnya.
" kapan kamu masuk keruangan ini?" tanya lelaki itu dengan heran dan melihat menatap wajah gadisnya.
" aku datang udah sekitar sepuluh menit yang lalu, saat kamu sedang sibuk dan fokus pada kertas yang berada didepanmu itu. Bahkan, mungkin kamu juga tidak tau kalau aku berjalan mendekati mu dengan perlahan. Iya kan?" tutur gadis itu.
" ayo makan, aku tau kamu pasti belum makan. Aku sudah membawakan beberapa makanan untukmu. Dan tidak lupa juga aku membawakan makanan untuk papa juga untuk kak Reyhan." lanjut gadis itu.
Mendengar hal tersebut, Leo segera menaruh bolpoin yang pegang lalu beranjak dari duduknya dan merangkul kekasihnya menuju tempat dimana kekasihnya itu meletakkan bekal untuknya.
" ayo makan. Wah... Ini pasti enak sekali." puji Leo sembari menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya saat melihat Cristal sedang menyiapkan makanan tersebut.
" kamu sudah makan?" tanya lelaki itu pada kekasihnya yang duduk didepannya.
" aku sudah makan, kamu bisa habiskan ini semua." sahut gadis itu.
Cristal melihat Leo yang melahap makanan yang ia bawakan. Bahkan lelaki yang kini mulutnya penuh dengan makanan itu terus saja mengunyah dan terus memasukkan makanan sesuap demi sesuap kedalaman mulutnya.
Gadis itu mengernyitkan alisnya. Dia berfikir apa kekasihnya itu memang doyan atau lapar.
__ADS_1
" Sayang, apa kamu tidak takut tersedak kalau cara makanmu seperti itu? Kamu seperti **** kelaparan tau nggak?" ucap gadis itu dengan pandangan yang tidak dimengerti oleh Leo.
Leo hanya memandang sekilas wajah kekasihnya itu lalu melanjutkan makannya dan menghabiskan semua makanan yang berada di kotak makan tersebut.
" sudah habis. Apa kamu tau kalau ada **** kelaparan hari ini?" gada Leo pada Cristal.
" ehm..... Sepertinya aku baru tau!" sahut gadis itu sembari merapikan kotak makan yang sudah kosong.
" aku kenyang sayang. Oh ya aku akan pergi ke Australia dengan Reyhan mengurus kerja sama pembuatan iklan dengan RB Corp."
" kapan kamu akan pergi? Lama tidak perginya?" tanya gadis itu dengan wajah seperti orang yang tidak ingin ditinggal.
" Mungkin dalam beberapa hari kedepan, Leny masih mencarikan tiketnya. Dan juga disana mungkin akan sedikit lama, tapi nggak sampai satu bulan kok." jawab Leo.
" tapi kalau kamu disana, jangan melirik wanita lain ya. Dan ingat selalu memberi kabar padaku." ujar gadis itu dengan memanyunkan bibirnya.
" apa kamu cemburu?" goda Leo pada kekasihnya itu.
" eng...enggak kok. Siapa yang cemburu?" elak gadis itu.
" iya deh, enggak cemburu. Tapi bagaimana kalau ada yang melirikku?" Leo menggoda gadis itu lagi.
" enggak boleh ada yang lirik-lirik kamu, suka kamu atau apapun itu sejenisnya. Enggak boleh." ujar Cristal dengan sedikit kesal karena Leo terus menggodanya.
__ADS_1
Melihat kekasihnya sudah mulai kesal, Leo pun mendekatkan dirinya pada gadisnya itu kemudian memeluknya dengan penuh hangat dan menciumi pucuk kepala kekasihnya.
Begitupun juga dengan Cristal yang menikmati pelukan dari Leo. Bahkan gadis itu tidak ingin melepaskan lelaki yang sedang memeluknya sekarang.
" sudah.. Aku lanjut kerja dulu ya!" ucap Leo yang mengurai pelukannya itu.
" iya. Aku tunggu kamu sampai selesai bekerja baru kita pulang bareng. Aku keruangan belakang." pamit gadis itu lalu menuju kesebuah ruangan dibalik lemari besar itu.
" oh ya, kapan mau pulang kerumah lama? Sepertinya ada yang sudah janji dengan Reyhan untuk datang berkunjung kerumah lama?" tanya Leo
" Mungkin nanti saja, menunggu kak Reyhan datang dari Australia." sahut gadis itu lalu menutup pintu dengan menggeser lemari besar tersebut.
Leo melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena dia harus beristirahat dan makan siang. Dibalik ruangan itu, terlihat Cristal sedang menikmati pemandangan di sekeliling gedung dari jendela. Terlihat jelas dari atas bangunan kecil serta mobil berlalu lalang dijalan raya dan gadis itu menikmati nya. Merasa lelah akhirnya Cristal merebahkan badannya diatas ranjang, tidak lupa juga dia menyalakan televisi untuk menemaninya tidur.
Di ruangan lain, Reyhan sedang sibuk dengan pekerjaannya, begitupun dengan Monica juga Revi yang membantunya menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Sembari menikmati makanan ringan, terlihat mereka bertiga sangat kompak untuk bekerja keras.
" akhirnya selesai juga, kerjaan ini!!" ucap Revi lalu menghela nafasnya.
" yei..... Akhirnya bisa menghela nafas dengan tenang, bahkan sangat amat tenang. " ujar Monica dengan raut wajah ceria.
" kalian kompak sekali, apa kalian sudah menjadi pasangan sekarang?" ucap Reyhan pada Monica dan Revi. Dan ucapannya itu mendapat reaksi yang tidak menguntungkan baginya. Dia mendapati telinganya dijewer oleh Monica, ditatap tajam oleh Revi. Ia pun kesakitan karena telinganya. Dengan cepat dia menepis tangan Monica lalu segera pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
" kaabuuurrrr.... " ucapnya dengan memegang telinganya lalu melarikan diri dari ruangan tersebut.
" hei... Mau kemana kamu, jangan pergi!" teriak Monica dengan kesal.