
Gadis itu hanya menunduk dan pergi meninggalkan ibu tirinya itu, ia menaiki anak tangga dengan mata yang tanpa ia sadari mengeluarkan air, ya dia menangis lagi hingga sampai di kamar dan tertidur pulas dengan sendirinya.
Keesokan harinya gadis itu hendak turun ke lantai bawah untuk sarapan, tapi dia melihat ibu tirinya itu sedang mengobrol dengan asisten ayahnya dikantor yaitu pak Ronal, Cristal hanya melenggang ke dapur dan mengabaikan mereka berdua.
Gadis itu belum juga selesai sarapan tapi sudah dipanggil oleh ibu tirinya untuk bergabungnya " Cristal bisa kemari sebentar nggak, ada yang perlu di bahas oleh pak Ronal dengan kita" pinta Santi Chan padanya
Cristal pun datang dan langsung duduk di sofa berhadapan dengan ibu tirinya itu " apa saja yang perlu di bahas pak silahkan di lanjutkan sekarang " ucap gadis itu
Pak Ronal sedikit kaget dengan sikap gadis itu, karena yang dia tau kalau Cristal itu orangnya sangat sopan dan tidak pernah berbicara yang seperti barusan. Pak Ronal memaklumi karna dia baru saja di tinggal oleh ayahnya.
__ADS_1
" Begini mbak Cristal, Bu Santi saya akan menyampaikan surat wasiat dari Pak Jordi Chan selaku ayah dari mbak Cristal dan suami dari Bu Santi"
Mendengar kata warisan wanita itu langsung membelalakkan matanya dan tersenyum dengan mata yang berbinar-binar. Beda dengan anak tirinya itu yang tampak bingung jika ia mendapatkan warisan harus dia apakan itu semua.
Pak Ronal pun segera membacakan surat tersebut " untuk 40% dari kekayaan pak Jordi di berikan kepada istrinya yaitu Bu Santi Chan dan 60% nya lagi di serahkan kepada anaknya yaitu Cristal Chan"
" kenapa saya hanya mendapatkan 40% saja, ini tidak adil dong pak " protes wanita itu pada pak Ronal
" Pak, besok saya akan keperusahaan, saya harap pak Ronal punya waktu" gadis itu segera beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Di ikuti oleh pak Ronal yang juga segera berpamitan pergi, karena kalau lama-lama di tempat itu ia nggak mau berurusan dengan wanita itu, ia tau kalau wanita itu hanya menginginkan hartanya pak Jordi bos nya itu.
Tidak berapa lama gadis itu sudah rapi dengan kaos putih polos dan celana jean abu-abu serta sepatu warna putih mendatangi ibu tirinya yang masih duduk di ruang tamu
" Tante Santi hari ini saya akan pergi dan pulang agak larut" ucap gadis itu
" hemm... nggak pulang juga nggak apa-apa" sahut wanita itu.
Gadis itu segera pergi ke garasi dan menaiki mobilnya segera pergi meninggalkan kediamannya itu.
__ADS_1
Di rumah saat ini Santi Chan sedang bingung dengan apa yang dia dapatkan dari bagi warisan itu, dia mondar-mandir sekana kemari didalam kamarnya " kenapa bisa begini, kenapa aku cuma mendapatkan 40% sajadari seluruh kekayaan mas Jordi yang benar saja? Aku harus mendapatkan 60% itu bagaimanapun caranya atau aku masuk saja keperusahaan, bekerja disana pasti dapat posisi yang lumayanlah".
Cristal yang sudah sedari tadi pergi, ia kini sudah berada di tempat latihan menembak. iya karena dia tidak tau mau kemana pada saat melewati area itu ia langsung dengan cepet membelokkan mobilnya ke tempat itu. Ini hal baru baginya, ia tidak pernah terpikirkan olehnya untuk sampai di tempat itu dan dia segera mendaftarkan dirinya agar cepet mendapatkan pelatih untuk melatihnya menembak.