
Lelah menunggu kekasihnya yang tak kunjung keluar dari kamar, akhirnya laki-laki itu masuk ke kamar dan malah mendapati gadisnya sudah terbaring tidur diatas kasur.
Dengan perlahan dia menutup pintu lalu melangkahkan kakinya mendekati gadis yang sedang tidur dengan lelapnya. Dia mengelus-elus pipi Cristal dengan penuh kasih sayang dan tatapan yang sahdu.
Merasa terusik saat tidur, Cristal pun membuka matanya dengan perlahan.
" Kenapa belum tidur ?" tanya gadis itu dengan nada yang sedikit kaku.
" Bisa kita bicara sebentar " ucap Leo dengan tanpa ragu.
Kemudian gadis itu duduk dan bersandar pada head board sambil menaikkan selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Mau bicara apa lagi Leo ?" tanya lagi gadis itu.
" Apa hubunganmu dengan Reyhan?" tanya balik lelaki itu dan tentu saja dia harus menahan emosinya. Dia cemburu sungguh cemburu.
Gadis itu membuang nafas kasarnya lalu menjelaskan pada kekasihnya itu dengan detail.
__ADS_1
" Leo, sayang, dengar ini. Aku hanya akan bilang sekali saja. Aku dan Reyhan bersaudara, dia adalah anak dari ibu tiriku dan dia datang kesini mencari mamanya karena papanya sudah tiada dan aku juga sudah pernah bilang sama kamu kalau aku sedang menyelidiki dia dan ternyata dia memang saudara tiriku, dan aku tidak bisa menampik hal itu. Satu lagi, baru kali ini aku merasakan yang namanya punya seorang kakak, benar-benar kakak.
Leo tertegun dengan semua penjelasan dari kekasihnya.
" Aku minta maaf atas kejadian tadi siang, aku terlalu bodoh. Aku hanya tidak ingin melihatmu dengan laki-laki lain, apa lagi tadi aku lihat kamu bisa tertawa sebahagia itu" ucap lelaki itu dengan rasa sesal dan pastinya ada rasa cemburu juga.
" Sayang, aku tau kamu lagi cemburu " goda gadis itu yang juga mencolek ujung hidung kekasihnya.
" Nggak !! Siapa yang cemburu !" elak lelaki itu lalu memalingkan wajahnya kearah langit-langit atap.
Tidak tahan dengan cara gadisnya itu yang menggoda dirinya, ia pun tak bisa menahan tawanya akibat ucapan yang dilontarkan kekasihnya yang menurut dia absurd banget.
" Ayo lekas tidur, hari sudah mulai malam" gadis itu mengajaknya untuk segera tidur.
" Tidur ?"
" Iya sayang "
__ADS_1
" Tapi sekarang masih jam 8:30 pm sayang"
" Masak ? Beneran ? Bukannya sudah jam 11:00 pm ya " kata gadis itu dengan tidak percaya
" Nih lihat, jam de la pan lebih ti ga pu luh pm" sahut Leo dengan mengeja kata tersebut juga memperlihatkan jam yang ada di pergelangan tangannya.
" Apa kamu lapar ?" imbuhnya
" Aku tidak lapar !" sahut gadis itu
" Beneran ?" tanya lelaki itu untuk memastikan kalau gadis yang didepannya itu memang tidak lapar.
" Iya, beneran, aku........" belum juga selesai bicara, perutnya mengeluarkan suara. Itu membuktikan kalau dia memang lapar tapi menahannya. Apakah dia malu atau diet atau apalah, aku tidak mengerti dengan pikiran Cristal.
Leo yang mendengarnya langsung tergelak dengan kerasnya. Gadis itu langsung menutup wajahnya dengan selimut karena malu.
Pada akhirnya mereka memutuskan untuk memesan makanan siap saji. Sambil menunggu makanan yang dipesannya datang, dua sejoli saling bersenda gurau disofa depan televisi. 30 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu, Leo segera pergi untuk membukanya dan ternyata seorang kurir pengantar makanan. Dengan cepat Leo menerima bingkisan tersebut lalu membayarnya, kemudian dia menuju dapur yang juga diikuti oleh Cristal kekasihnya itu dari belakang.
__ADS_1