
Cristal yang sedari tadi melihat aksi saling lempar pernyataan antara papa dan kakaknya itu hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa mereka berbuat seperti itu dan keduanya terlihat tidak mau mengalah satu sama lain.
Segera Bu Lisa memotong kue dan membagikannya pada Leo, Cristal dan juga suaminya. Mereka menikmati kue tersebut dan mengobrol juga melontarkan kata-kata yang konyol sehingga membuat gelak tawa yang pecah dalan rumah tersebut.
" Oh ya nak, kapan kamu sampai rumah ? Jangan bilang waktu mama pergi, saat itu juga kamu ngikutin mama ? Iya kan ?" Tanya Bu Lisa pada anak gadisnya itu dengan seksama.
" Waktu mama berpamitan pulang, sebenarnya adik langsung cepat-cepat mengganti pakaian dan segera pergi ke toko kue ini dan mengemudikan mobil dengan kecepatan yah... Agak sedikit tinggi. Hehehe maaf ma" ucapnya dengan meringis
" Dan saat adik sudah berada dekat dengan jalan gang masuk rumah, lihat mobil mama baru saja parkir digarasi. Ya dengan terpaksa adik menunggu sekitar 15 menit baru bisa masuk" imbuhnya sambil menyuapkan satu sendok kecil kue kedalam mulutnya
" Lain kali jangan ngebut ya, bahaya" ucap Bu Lisa dengan lembut agar Cristal tidak ngebut lagi dijalankan.
" Terus bagaimana bisa masuk rumah ? Perasaan mama waktu masuk tadi langsung mama kunci pintunya " lanjutnya
" Adik lewat pintu samping, karena udah dikasih tau sama papa kalau pintu depan terkunci lewat pintu samping saja " jawabnya dengan polos.
Mendengar jawaban yang begitu jujur dari anak gadis itu, tiba-tiba Bu Lisa mengeluarkan aura yang menakutkan buat suaminya itu, bagaimana tidak semua kejadian tadi sudah direncanakan bahkan dengan sempurna sekali, dia menatap tajam suaminya.
" Paaaapaaaaaaa..." Teriaknya
Dan hal tersebut membuat pak Ronal merasa terkejut dengan reaksi yang diperlihatkan oleh istrinya terhadap dirinya. Akhirnya dia melarikan diri ke kamarnya sebelum dia habis dipukuli oleh istrinya tersebut.
Cristal dan Leo yang menyaksikan hal tersebut tertawa terbahak-bahak, dan membuat sedikit sakit dibagian perutnya karena terlalu lama tergelak.
Akhirnya diruangan tersebut hanya tinggal kedua sejoli itu, Leo memberikan kode untuk mengajaknya keluar dari tempatnya sekarang. Mengerti akan yang dimaksud dengan kekasihnya, gadis itu pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar terlebih dahulu kemudian di susul oleh Leo.
__ADS_1
Sekarang mereka sudah berada di luar rumah tepatnya disebuah taman mini di sekitar rumah Leo. Disana mereka duduk dalam ayunan kecil dan menikmati, menatap indahnya bulan yang berbentuk huruf C itu.
" Sayang, apa kita akan seperti ini terus ?" Tanya gadis itu yang masih menatap langit gelap.
" Kita akan selalu seperti ini dan akan selalu bersama" sahut Leo dengan mengalihkan pandangannya ke arah gadisnya itu.
" Maksutnya ? Apa kita nggak akan pernah bilang ke papa kalau kita sedang menjalin hubungan ?" Tanya gadis itu dengan menatap tajam Leo.
" Bukan gitu maksut aku sayang. Aku pasti akan bilang dan aku akan menerima kemarahan papa jika nanti papa tau kalau kita sedang berpacaran" ucapnya yang berusaha meyakinkan kekasihnya itu.
" Ley, waktu kita bersama sudah hampir 2 tahun, dan kita masih saja menyembunyikan hubungan ini dari papa" ujar gadis itu yang langsung mendapatkan tatapan sendu dari kekasihnya.
" Mama, sudah mengetahui hubungan kita" imbuhnya
Leo yang mendengar pernyataan dari gadis yang ia tatap itu, dia terkesiap hingga tidak bisa berkata apa-apa.
" Mama sudah mencurigai kita sejak lama, sampai-sampai mama menempatkan orang agar dekat dengan kita dan kata mama dia juga tinggal di dekat apartemen ku" ujarnya
Jawaban dari Cristal menambah Leo semakin terkejut. Dia tidak percaya kalau mamanya sampai seperti itu hanya untuk mengetahui hubungan antara dia dan adiknya itu.
" Mama mencurigai kita pertama kalinya, ketika papa mau menjodohkanmu dengan gadis lain dan aku mendengarnya sehingga membuatku hampir meneteskan air mata. Dan saat itu juga mama sedang diperhatikanku" ucap gadis itu kemudian diam sesaat.
" Yang kedua, waktu aku sakit kemarin. Apa kamu ingat waktu kita berciuman, tiba-tiba saja ada suara di dalam apartemen ku?" Imbuhnya
Leo berusaha mengingat nya, dan mengangguk seketika saat ia sudah mengingat kejadian tersebut.
__ADS_1
" Disitulah mama melihat kita sedang bermesraan" ucapnya
Betapa terkejutnya lelaki itu mendengar penjelasan dari kekasihnya.
" Berarti selama ini, mama sudah mengetahuinya. Tapi, kenapa mama hanya diam saja? Dan kenapa mama tidak langsung tanya pada ku?" Leo merutuki banyak pertanyaan untuk dirinya sendiri
" Lalu apa lagi yang sudah mama bilang ke kamu ?" Tanya Leo
" Mama hanya bilang, kalau dia akan diam sampai kita punya kata-kata yang pas untuk mengatakan hubungan ini kepada papa dan tentu saja tidak akan membuat papa marah, sehingga papa bisa menerima hubungan kita. Begitulah intinya Ley" ujarnya dengan menghela nafas panjang.
Lelaki beranjak dari duduknya kemudian mendekati gadis yang berada disampingnya lalu memeluknya dengan erat dari belakang.
" Maafkan aku jika hal ini membuatmu resah, aku juga nggak ingin kita menjalin hubungan dalam diam seperti ini terus-menerus. Aku yakin ada saatnya kita bilang tentang hal ini kepada papa. Tapi bukan sekarang waktunya. Maaf. Maafkan aku sayang" ucap leo dengan pelan kemudian menciumi tengkuk kekasihnya itu.
" Aku percaya sama kamu" sahut Cristal dengan mengusap lengan Leo yang mengalungi lehernya.
Lelaki itu melepas pelukannya dan mengajak jalan-jalan Cristal mengelilingi taman. Sesekali gadis itu berjongkok karena kakinya pegal. Leo yang melihatnya, ia tidak tega dan dengan inisiatifnya sendiri ia langsung bercengkung didepan kekasihnya itu.
" Kamu sedang apa ? Kenapa jongkok juga didepan ku ?" Tanya gadis itu tak mengerti
" Ayo naik, aku akan gendong kamu" tuturnya.
" Apa kamu yakin ? Aku ini berat lho !" Ujar gadis itu
" Lebih berat mana ? Berat badanmu atau berat cintaku ke kamu !" Ujar Leo dengan tersenyum simpul.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang akhirnya gadis itu naik ke punggung kekasihnya. Dia digendong hingga sampai depan rumah kembali.