
Hari sudah semakin dekat dengan pertemuan dari kedua belah pihak dimana RB Corp akan menyambangi perusahaan Chan Group dan menandatangi kerjasama mereka dalam membuat iklan produk baru milik Chan Group.
Terlihat pak Lukman sedang sibuk di ruangannya. Bagaimana tidak sibuk, dia menyiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan untuk kerjasama dengan Chan Group itu sendirian. Terlebih lagi bosnya yaitu Santi Bane menyerahkan semua pekerjaan kepada dirinya ditambah lagi dia sendiri yang mewakili perusahaan RB Corp.
Pak Lukman terlihat berjalan menuju ruangan bosnya kemudian masuk kedalam dan bertemu dengan wanita itu.
" Permisi Bu, semua berkas-berkas sudah siap. Apa saya akan pergi sendiri kesana untuk mewakili RB Corp" tanya lelaki itu
" Bagus! Kamu bisa mengajak siapapun untuk pergi kesana. Dan kamu harus bisa meyakinkan mereka untuk tetap bekerjasama dalam proyek iklan selanjutnya" ucap wanita yang sedang duduk santai dikursi kebanggaannya itu.
" Baik Bu, kalau begitu saya pamit" kata pak Lukman sembari membungkukkan badannya kemudian berbalik badan dan keluar dari ruangan tersebut.
Sebenarnya pak Lukman juga tidak begitu menyukai sifat dari bosnya itu, mengingat kalau wanita itu bukan istri dari almarhum Romy Bane bosnya terdahulu, mungkin dia sudah pergi meninggalkan perusahaan yang dipegang oleh wanita itu tentu saja membuat dirinya bekerja keras menjadi 3 kali lipat dari waktu ia bekerja dengan bos terdahulunya.
Sesampainya di ruangannya, pak Lukman memanggil seseorang melalui ponselnya dan memintanya untuk datang keruangan ya. Tidak lama kemudian orang itu datang.
" Ada tugas apa pak memanggil saya ?" Tanya laki-laki itu yang diketahui namanya Arlan. Dia seumuran dengan Cristal.
" Apa kamu bisa melacak email ini ?" Tanya lelaki paruh baya itu sambil menunjukkan alamat email yang tertera dalam komputernya.
" Saya akan coba pak " sahut Arlan
" Kamu juga harus siap-siap, karena besok kamu akan menemani saya pergi ke Jakarta untuk urusan bisnis" ujar pak Lukman
" Tapi pak saya ini kan bagian IT. Kenapa nggak mengajak bagian yang lain saja " ucap Arlan dengan menolak ajakan dari pak Lukman
__ADS_1
" Kamu ini cerewet sekali. Saya maunya mengajak kamu. Pokoknya besok kamu harus sudah siap" perintah pak Lukman.
" Baik pak " sahut laki-laki itu yang tak bisa mengelak dari perintah pak Lukman.
Hari dimana pak Lukman akan pergi ke Jakarta dengan Arlan pun sudah tiba. Mereka janjian bertemu di bandara. Tiba saatnya mereka menaiki pesawat, Arlan masih bertanya-tanya kenapa orang yang berada disampingnya itu mengajak dirinya untuk mengurusi bisnis begitu. Sesekali ia melirik pak Lukman yang sedang memejamkan matanya. Dia masih saja tidak mengerti akan hal itu.
Membutuhkan waktu 4 jam dari Perth menuju Jakarta. Dan itu membuat Arlan bosan, karena duduk terlalu lama dalam pesawat. Karena bosan akhirnya ia mencoba bermain game agar tidak merasa bosan, namun apa yang terjadi ? Dia malah tertidur dengan pulasnya.
Empat jam berlalu pesawat sudah mulai landing, pak Lukman terbangun dari tidurnya kemudian dia membangunkan laki-laki muda yang berada disampingnya.
" Ar Arlan bangun, kita sudah mendarat!" Ucap pak Lukman seraya membangunkan laki-laki itu
Dengan sigap Arlan langsung memperbaiki duduknya.
" Ini yang namanya Jakarta pak?" Tanya laki-laki itu dengan melihat sekeliling saat turun dari pesawat.
" Ayo kita ke hotel " ajak pak Lukman
" Ayo " sahutnya dengan semangat.
Didalam mobil taxi, Arlan terlihat seperti anak kecil yang diajak bepergian oleh orangtuanya, dia melihat kanan dan kiri memperhatikan gedung-gedung tinggi yang ia lalui. Meskipun dia hidup di kota Perth Australia, tapi sebenarnya dia juga ingin jalan-jalan seperti yang ia lakukan sekarang, meskipun ia pergi untuk urusan bisnis, namun ini sangat membantunya untuk melihat keindahan negara lain selain negaranya sendiri.
Sesampainya di hotel, segera ia dan juga pak Lukman pergi ke bagian resepsionis untuk mengkonfirmasi kamar yang sudah dipesan. Selesai dengan urusan tersebut dan mendapatkan kunci dengan cepat Arlan mengajak pak Lukman untuk pergi ke kamarnya untuk menyimpan barang-barang yang mereka bawa kemudian mengajaknya berkeliling kota.
" Ayo pak, kita harus jalan-jalan dulu sebelum kita nanti dipusingkan dengan kerjasama itu" bujuk Arlan pada lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
Karena merasa kasian melihat Arlan yang langsung ingin pergi menjelajahi kota, akhirnya lelaki tua itupun menyetujuinya. Mereka bersiap untuk pergi makan siang dan tentu saja mengikuti kemana pun Arlan pergi.
Kini mereka sudah dihadapkan dengan hidangan tradisional khas Jakarta, betapa terkejutnya Arlan saat mencicipi makan tersebut.
" Waow.... Ini enak sekali pak" puji Arlan pada makanan tersebut setelah menyeruput kuahnya.
" Itu namanya soto Betawi, kamu kalau mau lagi tinggal pesan saja, nanti bapak yang bayar " ucap pak Lukman
" Saya masih mau yang lain lagi pak, jadi saya akan pesan seporsi saja setiap jenis makanan" ujarnya dengan melahap kuliner tersebut.
Pak Lukman hanya bisa menaikkan alisnya saja, saat mendengar jawaban dari laki-laki yang ia ajak itu. Entah apa yang dia pikirkan ketika mengajak anak itu, anak laki-laki yang bisa dibilang masih naik turun emosinya. Tapi disamping itu Arlan adalah andalan diperusahaan RB Corp karena kecerdasannya dalam bidang teknologi informasi.
Selesai menyantap makan siang, Arlan merasa lelah dia ingin segera kembali ke hotel untuk beristirahat.
" Pak Lukman saya merasa capek sekarang. Apa bisa kita kembali ke hotel saja " pinta laki-laki itu
" Ya sudah, bapak ngikutin kamu aja" ucap pak Lukman
Segera mereka meninggalkan restoran tersebut dan menaiki taxi yang sudah mereka pesan secara online kemudian kembali menuju hotel. Dalam perjalanan tingkah Arlan masih saja seperti anak-anak, melihat kanan dan kiri jalan yang ia lalui.
Sesampainya di hotel, pak Lukman segera membersihkan diri, lain hal dengan Arlan yang langsung membaringkan badannya diatas ranjang. Dia merasa kelelahan, bagaimana tidak, baru juga sampai di hotel setelah perjalanan yang membuatnya capek kemudian dengan antusias dia mengajak pak Lukman untuk jalan-jalan.
Kini pak Lukman sudah selesai membersihkan diri, lalu dia mengambil laptop nya yang masih berada di dalam kopernya, kemudian dia mempelajari lagi dokumen yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Di situ pak Lukman sembari meminum kopi dan makanan ringan yang sudah disediakan oleh pihak hotel. Dengan wajar yang serius dia mempelajarinya dan terkadang melirik Arlan yang masih terbaring di atas ranjang.
__ADS_1
Arlan yang merasa sudah merasa tidak lelah lagi, dia juga ikut mengeluarkan laptopnya, akan tetapi dia tidak melakukan pekerjaan yang seperti pak Lukman kerjakan saat ini melainkan bermain game kesukaan nya sambil mendengarkan musik dengan memakai headset.