
Dengan keberanian yang ia kumpulkan untuk bertanya pada polisi tersebut.
" Permisi pak, saya mencari rekan saya yang bernama pak Lukman dan kami terpisah sekarang" ucapnya dengan gugup
" Apa kamu bisa berbahasa Indonesia?" Tanya polisi itu dengan sedikit belepotan berbicara bahasa Inggris.
Arlan hanya menggeleng kan kepalanya.
" Tunggu sebentar" ucap polisi itu lagi sembari mengambil ponsel dalam sakunya dan meminta temannya yang bisa berbahasa asing datang.
Tidak lama kemudian teman dari polisi itu datang.
" Bagaimana pak, ada yang bisa kami bantu ?" Tanya polisi yang baru saja datang itu.
" Saya Arlan, saya tadi bersama rekan saya tapi sekarang kami terpisah, saya sudah memutari gedung ini tapi tidak bertemu juga" jelas laki-laki yang tengah bingung itu.
" Apa kamu datang kesini untuk berwisata ?"
" Ah... Tidak. Kami kesini dalam urusan bisnis setelah itu kami pergi jalan ketempat ini"
" Siapa nama rekan bapak ?"
" Dia bernama Lukman"
" Hanya Lukman ?" Tanya polisi itu dengan bingung.
" Iya, saya tidak tau nama panjangnya"
" Begini saja, bapak datang kesini kan untuk berbisnis ? Dengan perusahaan apa bapak bekerja sama ?" Tanya polisi itu.
" Kami tadi melakukan pertemuan dengan perusahaan Chan Group" ujar Arlan dengan mengingat nama perusahaan tersebut.
Mendengar nama perusahaan tersebut, polisi itu dengan segera membawa Arlan untuk menaiki mobilnya.
Disana Arlan terlihat tidak mengerti mengapa dirinya dibawa dengan mobil polisi, mukanya sudah mulai pucat, dia berfikir apa tadi salah dalam bicara, sehingga di bawa oleh kedua polisi tersebut.
Didalam mobil, ternyata kedua polisi itu sangat ramah padanya, bahkan dia dibelikan beberapa makanan ringan saat dia bilang jika dirinya lapar.
__ADS_1
Betapa terkejutnya dia saat memasuki area parkir di gedung 17 lantai itu yang terlihat klasik dari luar namun modern jika sudah berada diruangan dalam.
" Kita sudah sampai di perusahaan Chan Group, saya akan mengantarmu kesana " ucap polisi yang bisa berbahasa asing itu.
" Ah... Terimakasih. Terimakasih banyak "
Akhirnya mereka bertiga turun dari mobil tersebut. Banyak para karyawan disana yang merasa heran dan juga kagum, karena ada bule yang masuk ke perusahaan dan dikawal oleh dua polisi.
" Wah, pasti orang itu bukan orang sembarangan" celetuk salah satu karyawan yang berada dilobi itu dengan teman yang berada disampingnya.
Dengan tegas polisi itu mendatangi resepsionis.
" Permisi, saya mau ketemu dengan direktur perusahaan ini " ujarnya
" Tunggu sebentar ya pak " sahut karyawan itu.
Dengan cepat pegawai itu menelepon ke ruangan Leny, dan di angkat oleh yang bersangkutan langsung.
" Maaf, Bu Leny ini ada dua polisi dan satu pria bule menanyakan pak direktur" ujar karyawan itu
" Bule ? Coba tanyakan dari mana dia ?" Titah Leny
" Maaf pak, ada perlu apa mencari direktur kami dan dari mana ?" Tanya karyawan itu pada polisi.
" Anda dari mana dan bekerja dimana ?" Tanya polisi itu pada Arlan.
" Saya dari Australia dan dari perusahaan RB Corp" jawab Arlan
Setelah mendapatkan jawaban dari pria bule tersebut, polisi itu langsung memberikan informasi itu pada karyawan yang sedari tadi menunggunya.
Pegawai itu dengan sigap menempelkan gagang telfon yang ia pegang itu pada telinganya dan mulai berbicara dengan Leny lagi.
" Halo Bu, pria bule itu bernama Arlan dari Australia dan juga dari perusahaan RB Corp" jelas pegawai tersebut.
Mendengar kata Australia dan RB Corp, mata Leny langsung membulat seketika dan segera menutup telfonnya dan Turing ke lobi untuk menemui si pria bule itu.
Dengan tergesa-gesa ia berjalan, apa lagi ini soal bisnis. Setelah sampai dilobi Leny yang melihat polisi dan pria bule itu langsung menghampirinya.
__ADS_1
" Permisi pak, maaf sudah menunggu lama. Saya Leny, sekretaris dari direktur" ucap Leny
" Oh ya, begini Bu...." Polisi itu menceritakan semua kejadian yang dialami oleh Arlan kepada Leny.
" Oh jadi begitu ya pak. Ya sudah nanti saya yang menghubungi direktur kami. Terimakasih pak" ujar Leny
Kedua polisi itu pergi meninggalkan tempat tersebut dan tidak lupa berpamitan pada Arlan.
Setelah polisi itu pergi, Leny mengajak Arlan ke ruangannya untuk menunggu Leo dan Reyhan. Setelah keluar dari lift Leny menelepon Reyhan.
" Halo Rey, kamu dimana ?" Tanya Leny
" Aku lagi nyari orang ini. Udah ya " ujar Reyhan buru-buru menutup telfonnya namun dicegah oleh Leny.
" Jangan ditutup, apa kamu sedang mencari orang dari RB Corp?" Tanya perempuan itu lagi
" Iya. Kok kamu tau ?" Tanya balik laki-laki itu
" Apa namanya Arlan ? Dia dari Australia ?" Ucap perempuan tersebut
" Ah... Iya iya... Tunggu.... Kok kamu bisa tau ?" Tanya Reyhan dengan bingung
" Orangnya di sini, tadi dia datang bersama 2 polisi " jelas Leny
Mendengar Arlan sudah ditemukan bahkan berada di perusahaan Chan Group. Reyhan merasa sangat lega.
" Ya udah kami akan balik kantor segera, jangan biarkan dia kemana-mana. Dia belum tau kota ini" ujar Reyhan.
Segera lelaki tersebut menghubungi Leo dan pak Lukman, serta memberitahu jika Arlan sudah ketemu dan sedang berada diperusahaan bersama Leny.
Setelah memberitahukan hal tersebut, dengan cepat ketiga lelaki itu menaiki mobil dan pergi untuk menjemput Arlan.
Didalam mobil pak Lukman merasa bersalah karena membuat Arlan terpisah darinya. Perasaan bercampur aduk antara senang dan sedih. Dia senang karena Arlan sudah ketemu, dan sedih juga karena ia tak menyangka Arlan bisa menghilang begitu saja.
Leo yang melihat raut wajah lelaki tua itu, dia mencoba membuatnya lebih santai.
" Pak Lukman tenang saja, karena Arlan sudah datang ke perusahaan kami, dia tidak bisa lagi menghilang " ucap Leo
__ADS_1
" Dan juga saya sudah berpesan kepada sekretaris Leny untuk menahan Arlan agar tidak pergi lagi" sahut Reyhan sambil mengemudikan mobilnya.
Satu setengah jam kemudian akhirnya mereka bertiga sampai juga di perusahaan Chan Group. Leo memimpin jalan juga diikuti oleh pak Lukman dan Reyhan. Mereka kemudian memasuki lift untuk pergi ke lantai dimana Arlan berada.