Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 86


__ADS_3

" hahahaha....hahahaha...." suara gadis itu yang tertawa ngakak melihat ekspresi kekasihnya.


Leo yang masih terkejut hingga suara detak jantungnya terdengar.


" aku tidak tau kalau kamu yang mau mengerjai aku sayang, apa lagi saat aku melihat bayangan orang berjalan." ujar gadis itu.


" nggak seru ah, dari mana kamu tau kalau ada bayangan?" tanya Leo dengan penasaran juga kesal.


Gadis itu menjawabnya dengan memberi kode dari anggukan kepalanya yang mengarah ke televisi.


" ooh... Gitu ya... "jawabnya dengan muka datar.


" mama sama papa kemana? Kok nggak ada kelihatan, juga mobilnya digarasi tidak ada." tanya gadis itu.


" mereka lagi pergi keluar untuk membeli perlengkapan papa yang mau pergi ke Australia besok." jawab Leo


" bukannya tadi pagi sudah ya?" tanya gadis itu lagi.


" ya mungkin ada yang kurang makanya mereka pergi lagi." sahutnya Leo lalu melompati sofa tersebut dan duduk disamping kekasihnya.


" Sayang, kamu nggak lapar?" tanya Leo dengan manja.


" nggak! Tadi aku udah makan Tom yam sama Leny, jadi sekarang nggak merasa lapar. " ujar gadis itu.


" tapi aku lapar sayang, nggak mau apa masak buat lelakimu ini." kata Leo dengan sedikit memelas.


Gadis itu menghela nafasnya panjang, tanpa ada kata-kata ia beranjak dari duduk ya kemudian berjalan kearah dapur, membuka lemari pendingin untuk mengambil beberapa sayuran dan daging giling yang akan dimasaknya untuk Leo. Namun ia berhenti sebentar dan menoleh ke arah Leo yang sudah duduk anteng di meja makan.


" aku masaknya sekalian untuk makan malam juga ya, nanggung banget waktunya." ujar gadis itu.


" iya boleh, tapi yang banyak ya." Pinta lelaki itu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan jawaban dari Leo, segera gadis itu mengambil lagi sayuran kemudian memasaknya. Dengan penuh semangat Cristal memasak makan malam. Ada beberapa menu yang harus ia masak dan itu sudah ia pikirkan sebelumnya.


Leo menunggu kekasihnya yang sedang masak itu dengan sabar. Sambil menunggu, dia melihat-lihat beberapa model cincin pernikahan yang terlihat sederhana tapi mahal. Tidak tau kenapa ia ingin sekali segera menyematkan cincin yang terukir namanya di jari manis kekasihnya itu. Banyak sekali pilihannya sehingga membuatnya sedikit agak pusing, karena semua terlihat bagus baginya apa lagi kalau sudah berada di jari gadisnya, pasti akan terlihat mewah sekali.


Sampai pada akhirnya pilihannya jatuh pada cincin yang terlihat polos jika dilihat dari mata telanjang, namun saat cincin tersebut di lihat lebih dekat lagi dengan alat tertentu akan memperlihatkan beberapa goresan kecil namun indah dan mewah.


Dengan cepat dia menghubungi toko yang tertera didalam iklan cincin tersebut kemudian memesan sepasang cincin yang ia maksud.


Tidak lama kemudian pak Ronal dan bu Lisa datang, mereka mencium aroma masakan yang harum yang menyebar di seluruh ruangan tersebut.


" harum sekali aromanya...." puji bu Lisa


" mama bisa saja, sebentar lagi masakannya matang. Mama dan papa bisa pergi membersihkan diri dan kembali lagi untuk makan malam bersama." ungkap gadis itu yang masih sibuk dengan bahan-bahan masakan didepannya.


Segera bu Lisa dan pak Ronal pergi ke kamarnya sesuai instruksi anak gadisnya.


Lain halnya dengan Leo yang masih saja melihat-lihat model cincin di toko online.


Dalam bentuk grafik laporan tersebut dan itu bertumbuh atau naik dalam pemasukan di perusahaan tersebut. Dan tentu saja itu bukan murni dari keuntungan setiap iklan produk yang mereka buat, melainkan dari tindakan curang dari bos besar perusahaan itu yaitu Santi Bane yang berhasil mengambil uang dari perusahaan Chan Group.


" bagaimana bu, apa ada yang salah dengan laporan keuangannya?" tanya pak Lukman pada bosnya itu yang sedari tadi tersenyum saat melihat laporan tersebut.


" bagus, semuanya bagus. Pertahankan itu." ujar wanita itu sedikit sombong.


Pak Lukman hanya menganggukkan kepalanya. Dia sudah mengerti apa yang diucapkan oleh bu Santi. Disamping itu pak Lukman juga sudah punya rencana untuk mengakhiri apa yang dilakukan oleh wanita itu. Dia bekerja sama dengan pak Ronal. Pak Lukman mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang bu Santi pada pak Ronal, bahkan dia juga sudah mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Santi Bane saat masih menjadi nyonya Chan. Terlebih lagi saat wanita itu berusaha mengambil hak waris dari tangan Cristal.


Selesai memberikan laporan tersebut, pak Lukman segera berpamitan untuk kembali pulang. Itu hanya alasannya saja agar bisa terlepas dari cengkraman bosnya.


" kalau tidak yang bermasalah dalam laporan tersebut. Saya mohon untuk undur diri bu. Saya permisi." ucap pak Lukman dengan sopan.


" iya. Saya rasa juga sudah cukup dan tidak ada yang dibicarakan lagi. Kamu boleh pergi sekarang." ujar wanita itu.

__ADS_1


Dengan cepat pak Lukman pergi dari tempat tersebut. Tanpa rasa ragu lagi ia langsung meninggalkan Santi Bane ditempat itu sendirian.


Sesampainya dirumahnya, pak Lukman menghubungi pak Ronal untuk menanyakan apakah jadi untuk datang ke Australia.


" selamat malam pak, apa saya mengganggu waktu pak Ronal? " tanya pak Lukman melalui ponselnya yang ia genggam.


" selamat malam juga pak, oh tidak lah. Kebetulan juga saya baru selesai makan malam. Ada apa ya?" ujar pak Ronal.


" apa bapak jadi ke Australia?" tanya pak Lukman dengan khawatir.


" saya jadi kesana pak, tenang saja. Mungkin sampai di sana sekitar pukul 6 sore." jawab pak Ronal dari balik ponsel yang dipegang oleh pak Lukman.


Mereka akan melakukan pertemuan di Australia dan membicarakan hal yang mengenai Santi Bane dan kerja sama dari kedua perusahaan tersebut.


Akhirnya mereka selesai melakukan panggilan tersebut dan kembali ke aktivitas masing-masing.


Di lain tempat Leny dan Reyhan saling membalas pesan singkat. Gadis itu terlihat bahagia, namun ia juga tidak lupa akan ucapannya sendiri yang memberi waktu untuk Reyhan membuktikan bahwa memang benar lelaki itu menyukai dan mencintai dirinya.


" bagaimana kalau aku ngajak kamu kencan dua hari lagi? Anggap saja ini usaha aku yang pertama kali untuk mengambil hati kamu!" Reyhan


" ehm.... Bagaimana ya? Oke deh." Leny


" oke, kalau kamu udah setuju berarti dua hari lagi aku akan jemput kamu setelah pulang kerja pastinya." Reyhan


" baiklah aku akan tunggu kamu. Ingat jangan membuat aku menunggu kamu lama. Aku nggak mau jamuran." Leny


" hahahah... Iya iya itu pasti. Jangan kawatirkan itu." Reyhan


" selamat malam, selamat tidur. Sampai jumpa diantar besok." Reyhan.


" see you." Leny

__ADS_1


Mereka mengakhiri pesan singkat tersebut dengan manis. Bahkan hal sekecil itu bisa membuat mereka tersenyum bahagia.


__ADS_2