Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 51


__ADS_3

Di rumah kediaman pak Ronal hanya ada dirinya saja, dia merasa heran dan bingung karena sedari ia pulang bekerja tidak seorang pun menyambutnya dirumah, ia melihat-lihat sekeliling tidak ada siapapun.


" Kemana perginya mama, nggak tau apa suaminya yang ganteng ini lagi kelaparan" ucapnya yang sedang mengusap-usap perut laparnya


Lelaki itu melangkahkan kakinya menuju dapur, dia membuka kulkas dan laci-laci yang berada disekitarnya berharap ada makanan ataupun roti yang bisa mengganjal rasa laparnya itu. Alangkah bahagianya pak Ronal saat menemukan beberapa bungkus mie instan dari laci meja mini barnya itu. Dengan cepat dia menyalakan kompor dan menaruh panci yang berisi air diatas kompor tersebut.


" Akhirnya... nggak jadi kelaparan" ucapnya dengan bahagia sambil mengambil sebungkus mie instan goreng.


Dia memasaknya, sampai pada tahap memisahkan mie dari air rebusannya, dengan hati-hati pak Ronal melakukannya, lalu membawa mie tersebut kearah mangkuk yang sudah ia siapkan. Tapi, siapa sangka kesialan menghampirinya, saat akan menuang mie kedalam mangkuk, tiba-tiba saja penyaring yang ia pegang terjatuh karena tangannya terasa licin. Betapa malangnya lelaki itu, anak dan istrinya tidak ada dirumah dan kini saat dia akan menikmati makanan yang ia masak sendiri terjatuh kelantai.


Pak Ronal pergi mengambil pengki dan tisue, dia membersihkan mie yang berada dilantai dengan rasa kesal yang mendalam. Saat sedang mengelap lantai dengan tisue, dia dikejutkan dengan kedatangan istrinya yang berdiri didepannya.


" Mama" ucap suaminya itu dengan mata yang berbinar-binar

__ADS_1


" Papa lagi ngapain disitu ? Papa sedang apa ?" tanya istrinya dengan penasaran


" Papa lagi bersihkan lantai. Tadi papa bikin mie, tapi tiba-tiba mie nya malah jatuh hiks... hiks...hiks" tutur pak Ronal yang memasang wajah memelas nya.


" Ya ampun papa, malang sekali nasip suamiku ini" ucap Bu Lisa yang merasa kasian pada suaminya itu


" Sudah sekarang papa pergi cuci tangan, terus makan. Ini mama belikan soto ayam di restoran depan gang rumah kita" timpalnya lagi


Lelaki itu tercengang karena tidak sesuai dengan ekspektasi nya, soto ayam yang di dapatkannya tidak ada setengah dari mangkoknya tersebut.


" Ma, ini beneran soto ayam ? " tanya lelaki itu pada istrinya, untuk memastikan bahwa makanan itu adalah soto yang dibeli dari warung makan depan gang rumahnya.


" Iya itu soto ayam pa, kenapa sih ?" tanya istrinya yang tidak tau maksut dari suaminya.

__ADS_1


" Tapi ini terlalu sedikit ma " Keluh lelaki itu.


" Dan ini isinya, masak cuma lontong, soun dan tauge aja ma, Tunggu bahkan ayam suwirnya cuma dapat dua biji" keluhnya lagi sambil mengaduk-aduk soto tersebut berharap mendapatkan suwiran ayam yang banyak.


" Oh iya, mama lupa, tadi waktu mama beli ini semua dagangannya sudah habis, jadi sisa itu doang pa. Tapi tetep enak kok pa" jawab istrinya, juga meyakinkan dirinya agar memakan makanan tersebut.


" Nasib....nasib" sahut suaminya lalu menyuapkan sesendok soto kedalam mulutnya dengan terpaksa


" Maaf pa, nanti malam kita makan diluar aja, bagaimana ?" bujuk Bu Lisa agar suaminya tidak merasa terzolimi dan juga dia lagi malas memasak.


" Boleh deh ma, mau makan dimana kita nanti ?" tanya pak Ronal dengan senang


" Yah, pokoknya makan diluar. Dimana aja boleh " sahut istrinya itu dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2