
Di kantor Reyhan dan Leo beserta Leny sedang berada diruangan kerjanya Leo. Mereka terlihat sangat serius mengerjakan sesuatu. Namun tidak menutup kemungkinan rasa canggung yang menyelimuti Leny dan Reyhan.
" Leny, kamu bisa kembali keruanganmu sekarang." perintah Leo.
" baik pak." jawab Leny. Kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah Leny menghilang dari balik pintu, Leo dan Reyhan segera pindah tempat ke kamar yang berada dibalik lemari buku yang besar. Mereka memasuki ruangan tersebut.
" ruangan apa ini Ley? " tanya Reyhan dengan mengerutkan dahinya.
" ini ruangan rahasia, dan kalau gadis itu keperusahaan, pasti dia berada diruangan ini." jelasnya.
" oke. Kita akan mengerjakan hal itu disini, dimana tempat ini aman menurutmu dan tidak ada yang tau kecuali kamu dan dia." imbuhnya lagi.
Segera mereka membuka laptop masing-masing dan mereka ternyata juga menggandeng Arlan yang saat ini sedang di Australia. Mereka bertiga mencoba mencari dan melacak beberapa akun yang sudah mengirimkan pesan melalui email ke Cristal.
" aku sudah dapat alamatnya." ucap Reyhan.
" bagus, tinggal dua akun lagi yang belum. Apa ada kabar dari Arlan mengenai hal ini? " tanya Leo pada Reyhan.
" belum, kita harus sabar sebentar saja. Pasti kita akan dapat. Pasti." ujar Reyhan yang tanpa berkedip saat menatap layar laptopnya.
" sudah terbuka lagi akun yang satunya. Aku akan memberi tau Arlan dan... " saat akan mengirim pesan ke Arlan tiba-tiba sajaeo mendapat pesan singkat dari Arlan yang memberikan informasi bahwa akun bohong sudah biasa diketahui pemiliknya.
" semua sudah bisa, jadi kita lanjutkan rencana kedua. Mendesak pihak RB untuk segera melakukan syuting iklan, disana kita akan seberapa ambisiusnya mereka, untuk menipu Chan Group. " ucap Leo dengan puas.
Disatu sisi Reyhan yang ingin melindungi adiknya yaitu Cristal Chan, namun disisi lain dia juga harus melawan ibu kandungnya sendiri dalam urusan bisnis seperti ini.
" semua sudah beres, kita hanya perlu waktu yang tepat untuk menjalankan saja." tungkas Reyhan.
" betul Rey. Oke waktunya istirahat sekarang. Ayo makan." ungkap Leo dengan senyuman manja kepada sahabatnya itu.
" kau ini... Jijik aku lihat kamu kayak gini..." kata Reyhan yang berusaha menghindar dari Leo.
__ADS_1
Sekarang kedua perempuan itu, Cristal dan bu Lisa sudah sampai dirumah. Tangan mereka dipenuhi dengan belanjaan yang mereka beli, kemudian membaca masuk kedalaman rumah. Bu Lisa melihat anak gadisnya yang dengan sekuat tenaga membawa barang-barang tersebut.
" bawa sedikit saja dulu." ucap bu Lisa
" nggak ma, adik masih bisa bawa ini kok. Tenang saja." sahut gadis itu dengan senyum simpul, namun ia juga tidak bisa menyembunyikan wajah yang sedang keberatan membawa barang tersebut.
Selesai dengan kegiatannya, Cristal merebahkan dirinya diatas sofa.
" huff capeknya... " ucapnya dengan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Bu Lisa melihat anak gadisnya yang sedang berbaring santai di atas sofa tersenyum dan kemudian dia melanjutkan mencuci sayuran dan beberapa buah yang ia beli tadi lalu memasukkannya kedalaman lemari pendingin.
" Cristal.... Cristal.... " bu Lisa memanggil namanya, namun gadis itu tidak mendengar sama sekali.
Karena tidak ada jawaban, akhirnya bu Lisa berjalan mendekati sofa tersebut dimana anak gadisnya merebahkan diri.
Bu Lisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan saat melihat anaknya yang tertidur itu. Dengan pelan dia membangunkannya dengan menepuk-nepuk pundak gadis tersebut.
" mama...?" katanya dengan berusaha bangun dari tidurnya.
" kamu pasti capek kan? Tidur dikamar saja biar lebih nyaman." ujar bu Lisa.
Karena masih mengantuk sekali akhirnya Cristal mendengarkan ucapan mamanya itu kemudian dia menuju kamarnya.
Tidak lama ada telfon berbunyi segera bu Lisa mengangkatnya dan ternyata dari pak Ronal, suaminya sendiri.
" Halo. Selamat siang." sapa bu Lisa dengan sopan.
" Mama, papa kok tiba-tiba pengen capcai ya.. Mama nanti masak itu ya." suara pak Ronal dari balik telepon.
" itu saja? Apa ada lagi?" tanya istrinya
" tidak ma, itu saja. Ya sudah sampai ketemu nanti malam ya." ujar suaminya yang langsung mematikan panggilan tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan panggilan, bu Lisa segera menuju dapur dan mulai memasak untuk makan malam nanti. Dan memasak sesuai keinginan suaminya dan menu tambahan lainnya.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, waktunya pulang kantor, banyak pegawai yang berhambur keluar dari gedung tersebut termasuk Leo, Reyhan dan Leny.
" Kalian ada acara nggak?" tanya Leo pada Reyhan dan Leny.
" aku nggak ada acara pak. Memangnya kita mau kemana?" ujar Leny.
" kita mau kemana sih?" tanya Reyhan.
" makan malam dirumah. Sudah ayo kita pulang ke rumahku." ajak Leo.
Kemudian mereka berangkat dengan mengendarai mobil Leo.
" aku pulang nanti, bawa mobilmu." kata Reyhan dengan nggak mau tau.
" iya iya... Dasar lelaki bawel." sahutnya Leo dengan santai.
Leny yang mendengar bosnya nyebut Reyhan dengan kata bawel, ingin rasanya dia tertawa namun ia menahanya lantaran tidak mau membuat hubungannya dengan Reyhan semakin memburuk.
" Leny kamu kalau mau ketawa, ketawa saja nggak usah ditahan." ujar Leo saat melihat wajah Leny yang sedang menahan tawa.
Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya mereka bertiga sampai di rumah Leo. Begituan dengan pak Ronal yang datang tepat dua menit setahun mereka sampai. Keempat orang tersebut langsung memasuki rumah tersebut Leny dan Reyhan langsung menuju meja makan karena sudah langsung di suruh sama pak Ronal.
Lain halnya dengan Leo, yang melihat sekeliling untuk mencari adik dan juga kekasihnya itu. Segera ia mendekati mamanya untuk bertanya keberadaan gadis tersebut.
" mama, kemana Cristal?" tanyanya dengan bisik-bisik.
"..... Dia masih tidur." jawab mamanya
" oh ya, sekalian kalau kamu keatas bangunin dia ya, biar bisa ikut makan malam." imbuhnya.
Lelaki itu menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dengan maksud mamanya.
__ADS_1