
Enam bulan berlalu, selama itu juga Reyhan hanya mendapatkan informasi tentang mamanya yang hidup dengan sangat amat layak di Australia. Dia tidak mengetahui kalau mamanya sudah menikah lagi dan menjadi nyonya RB, bahkan identitas mamanya pun sudah dikunci oleh pihak intelijen Australia. Sedangkan ia memiliki banyak mata-mata disana. Iya, semenjak mamanya habis marah-marah lalu pergi waktu itu, dia meminta orang suruhannya untuk mengikuti dan memperhatikan gerak-gerik dari mamanya.
Tapi siapa sangka kalau orang suruhannya itu malah diketahui oleh suaminya Santi Chan, dan dibunuh satu persatu oleh anak buah RB. Hanya tinggal satu saja orangnya Reyhan yang masih bertahan dan dia harus berhati-hati karena sekarang orang-orang yang berada didekat Santi Chan adalah orang pilihan yang bisa berkelahi maupun penembak jitu. Sehingga menyulitkan untuk diawasi.
Suara ponsel Reyhan berbunyi, dan ternyata itu dari orang suruhannya.
" Ada apa ? Bagaimana kabarnya ?" Tanya Reyhan
" Bos, wanita itu sekarang susah sekali untuk kudekati, karena banyak sekali orang-orang yang mengawalnya " ucap lelaki misterius itu
" Sudah selama ini, kamu hanya memberikan informasi yang aneh begini!" Reyhan membentak laki-laki yang ada dibalik ponsel itu
" Maaf bos, tapi kita juga kehilangan kelompok kita satu persatu, karena dibunuh oleh para pengawalnya" sahut nya
" Apa yang wanita itu lakukan disana, hingga punya pengawal seperti itu ?" Tanya Reyhan lagi
" Saya mendapatkan informasi terakhir kalau dia dekat dengan seorang pebisnis. Tapi saya tidak tau namanya bos. Maaf" ucap lelaki itu dengan sesalnya.
__ADS_1
" Ya sudah kamu lanjutkan saja, mungkin aku akan minta dari tim yang lain juga untuk membantumu " sahut Reyhan yang langsung mematikan ponselnya.
Di perusahaan Cristal sedang sibuk dengan pekerjaannya begitu juga dengan Leny, sekretaris nya itu.
" Leny, aku ke ruangan pak Leo sebentar " ucap gadis itu
" Oke" sahut Leny yang masih sibuk dengan pekerjaannya
Gadis itu berjalan menuju ruangan Leo, kekasihnya itu. Kemudian tanpa mengetuk pintu dia langsung saja masuk, disana terlihat Leo yang benar-benar sedang sibuk.
" Apa masih sibuk ?" Tanya gadis itu
" Oh ya, kapan lebih tepatnya ?" Tanya gadis itu dengan antusias
" Untuk itu nanti dari pihak RB Corp yang menentukan tanggal dan waktunya" sahut lelaki itu yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Gadis itu tidak mengetahui jika RB Corp adalah perusahaan yang dipimpin oleh ibu tirinya, yang dia tau hanyalah perusahaan periklanan yang berada dibawah Romy Bane.
__ADS_1
Terlihat Santi Chan sedang mengetik di komputer didepannya, dengan tersenyum menyeringai dia mengirim sebuah surat digital tapi nggak tau kemana. Tiba-tiba asistennya datang membawa beberapa dokumen.
" Permisi Bu, ini dokumen yang ibu minta" ucap lelaki tersebut sambil menyerahkan dokumen yang ia pegang
" Oh ya Lukman, kapan ada pertemuan antara RB Corp dan Chan Group ?" Tanya wanita itu
Bulan depan Bu, tapi tanggal dan waktunya belum ditentukan" ujar lelaki itu
" Oke.. bagaimana kalau tanggal 7 saja" saran wanita itu
" Tapi Bu, tanggal tersebut Bu Santi sudah dijadwalkan untuk berkunjung ke kantor cabang di Sydney" ucap Lukman
" Ya sudah, kalau begitu kamu saja yang ke Indonesia dan temui mereka" tutur wanita itu
" Baik Bu, tapi bagaimana jika mereka menanyakan pemimpin RB Corp? Apa yang harus saya bilang pada mereka ?" Tanya lelaki itu lagi
" Kamu bisa bilang kalau, kamu diutus mewakili perusahaan ini untuk kerjasama tersebut dan jangan lupa bilang kalau aku sedang sibuk" anjur wanita itu pada asistennya.
__ADS_1
"Baik Bu, saya permisi" ucap Lukman berpamitan pada atasannya itu.