Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 85


__ADS_3

Lelaki itu berusaha yakin dengan apa yang sudah dikatakan oleh kekasihnya. Kemudian Leo mengurai pelukannya dan kembali lagi duduk dan melihat punggung gadis yang ia cintai dan sayangi itu.


Selesai dengan kerjaannya, Cristal kembali kekamarnya untuk beristirahat karena waktu sudah mulai siang.


Begitupun juga dengan Leo yang mengikutinya dari belakang, karena dia juga akan kembali ke kamarnya sendiri.


Di lain tempat, Leny sedang duduk santai diteras rumahnya dan menikmati es kopi yang ia buat sendiri sari membaca majalah fashion. Saat melihat beberapa gaun, matanya langsung membuat seketika. Ya, dia sangat suka dengan model dan warna dari gaun tersebut. Kemudian ia mengambil ponselnya lalu menghubungi sahabatnya.


" halo Ci, lagi ngapain? Sore ini ada waktu nggak?" tanya Leny dengan semangat kepada sahabatnya.


" iya halo, bisa nggak kamu kalau bertanya itu satu-satu! Nggak ada sih, ada apa sih?" suara Cristal dari balik ponselnya yang ditengah oleh Leny.


" aku mau ngajak kamu ke malu, aku mau beli gaun." ujar Leny


" gaun? "tanya Cristal dengan sedikit kebingungan.


" iya iya... Aku lihat gaun di majalah fashion tadi, trus aku mau nyari di mall, kali aja ada. Ayo temenin aku kesana." Pintanya dengan nada manja.


" iya aku akan menemanimu, kapan kita akan pergi?" tanya gadis tersebut.


" nanti sore aja, tapi jemput aku ya." ucap Leny.


" oke, nanti sore ya. Jam 5 sore aku udah dirumah." ungkap Cristal. Lalu memutuskan panggilan tersebut.


Setelah menelepon Leny segera membersihkan diri dan bersiap, agar saat Cristal datang tidak perlu sahabatnya itu menunggunya dengan lama.


Sama halnya dengan Cristal, yang sedang bersiap untuk pergi bersama sahabatnya itu dan menemaninya untuk membeli gaun yang dikatakan oleh Leny.


Sekarang Cristal sudah sampai dirumah Leny tepat pukul 5 sore. Tapi apa yang terjadi, gadis itu tetap menunggu Leny yang masih saja rempong dengan dandanannya.


" Leny Leny, masih lama nggak? " teriak Cristal yang berada di ruang tamu.


" iya sebentar lagi. " sahutnya Leny yang berteriak juga dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian Leny keluar dari kamarnya.


" ayo berangkat. " ujar Leny bersemangat.


Cristal segera beranjak dan mengikuti Leny. Mereka memasuki mobil yang berwarna hitam itu. Cristal melakukan mobilnya dengan santai.


Sesampainya di mall terbesar dikata S tersebut, mereka segera memasuki mall tersebut, apa lagi Leny yang dengan antusiasnya dia berjalan lebih dulu agar bisa cepat ke tempat gaun tersebut dijual.


Cristal hanya mengikuti kemana perginya Leny, bahkan dia harus menutup wajahnya sesekali karena Leny yang terus masuk ke beberapa toko gaun hanya untuk mencari gaun yang di inginkan.


" aduh Leny, kaki aku sakit banget nih. Bisa nggak kita berhenti istirahat sebentar saja" Pinta Cristal.


" iya sebentar lagi, kita harus pergi ke satu toko lagi, kalau nggak ada kita bisa pergi ke restoran yang di lantai 6, aku yang traktir kamu." buruk Leny pada sahabatnya itu agar mau diajak berkeliling sekali lagi untuk mencari gaun yang ia inginkan.


Dengan terpaksa Cristal harus mengikuti Leny. Namun tetap saja sahabatnya itu tidak dapat menemukan gaun yang sama seperti digambar majalah yang ia baca.


" apa ada yang seperti kamu inginkan? " tanya Cristal pada Leny yang baru saja keluar dari pintu toko terakhir yang ia datangi.


Leny menggelengkan kepalanya tanda bahwa dia tidak dapat menemukan gaun yang sama seperti dimajalah.


Ajakan Leny dijawab dengan anggaran kepala saja. Kemudian berjalan mengikuti sahabatnya. Dia kasihan juga dengan Leny yang sudah berusaha mencari gaun disebut toko pakaian di mall tersebut dan hasilnya nihil.


" Ci, kamu mau makan apa? " tanya Leny sembari membolak-balikkan buku menu yang ada ditangannya.


" bagaimana kalau kita pesan Tom Yam saja. Kelihatannya lebih enak." saran gadis itu dengan menunjuk foto makanan yang berada di menu.


Akhirnya Leny pergi memesan makanan tersebut dan kembali dengan dua gelas jus avocado dan dua botol air mineral.


" tunggu ya, paling 5 menit lagi makanannya datang. Kita minum ini dulu aja." ujarnya sembari menyodorkan gelas yang berisi jus tersebut kepada Cristal.


" oke" jawab gadis itu dengan singkat.


Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang. Kini mereka segera menikmati hidangan tersebut sebelum dingin.

__ADS_1


Mereka menyelesaikan makannya dan segera pergi dari restoran tersebut. Leny pulang dengan tangan kosong juga perasaan yang kecewa karena tidak mendapatkan gaun yang ia inginkan.


" sudah, kita bisa mencarinya di butik ataupun di online shop yang resmi." hibur Cristal pada sahabatnya itu.


Kedua gadis itu berjalan menuju mobilnya diparkiran mall tersebut. Setelah sampai Mereka pun segera masuk kedalama mobil dan pergi dari tempat tersebut.


Cristal mengantar Leny pulang hingga sampai didepan rumahnya.


" sudah sampai. Cari dulu saja perancang gaun itu dan juga dimana biasanya dia melakukan pameran dari karyanya. Kalau sudah kamu bisa hubungi aku lagi. Oke! " ujar Cristal.


Leny yang sudah kecewa, rasanya dia tidak ingin untuk mencarinya lagi. Tapi dia juga ingin sekali membeli gaun tersebut. Dia pun menjawab Cristal hanya dengan senyuman saja.


" aku masuk dulu ya." ujar Leny.


" iya aku juga pulang dulu, sampai ketemu besok-besok lagi. Daaahh... " pamit Cristal dari dalam mobil kemudian melakukan mobilnya dan pulang kerumah orang tua angkatnya.


Namun sebelum masuk kedalam gang jalan rumahnya, dia mampir sebentar ketoko untuk membeli air lemon.


Sekarang gadis itu pun sudah memarkirkan mobilnya di garasi. Dan cepat cepat masuk kedalaman rumah untuk beristirahat sembari menikmati air lemon yang dibelinya.


Leo yang baru saja turun dari atas melihat kekasihnya yang sedang bersantai dibuang tengah dengan menikmati minuman. Segera ia mengendap-endap untuk membuat gadisnya itu terkejut.


Cristal yang melihat bayangan orang berjalan dari layar televisi, ia merasa curiga.


" siapa yang berjalan itu? Kenapa harus mengendap-endap seperti itu? " ucap gadis itu dalam hati. Namun dia pura-pura tidak tau. Malah dia berfikir untuk mengerjai balik.


" Buaaaa" teriak Leo dari balik sofa mengageti kekasihnya.


Namun siapa sangka gadis itu tidak terkejut sama sekali, malah Leo mendapatkan tatapan yang seram dari gadisnya itu. Dia pun merasa heran.


" kenapa kamu nggak kaget sih? " tanya Leo dengan kesal.


Gadis itu tidakenjawab pertanyaan lelaki yang duduk berada didepannya itu, dia tetap menatapnya dengan lewat sehingga membuat Leo gak merinding. Bagaimana tidak gadis itu menatapnya tanpa berkedip sama sekali, sampai pada mata gadis itu terasa perih dan dia mengageti balik kekasihnya.

__ADS_1


" Baaaaaa.." teriak gadis itu tepat didepan lelakinya.


Betapa terkejutnya lelaki itu saat dikageti oleh kekasihnya, bahkan dia sampai tidak bisa bernafas karena saking terkejutnya.


__ADS_2