Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 40


__ADS_3

Mendengar ucapan dari kekasihnya itu, Leo hanya bisa diam dan menghembuskan nafas kasarnya. Dia sangat sangat mencintai dan menyayangi gadis yang berada tepat dihadapannya sekarang, namun di satu sisi dia juga tidak membantah papanya. Dia bingung dengan keadaannya sekarang ini. Kemudian dia memeluk gadisnya itu dan menciumi kedua pipi hingga pada akhirnya mencium bibir gadis itu.


Ditengah perjalanan, pak Ronal dan Bu Lisa yang sedang membicarakan gadis yang akan dijodohkan dengan Leo.


" Pah, memangnya siapa gadis itu ?" tanya istrinya itu dengan penasaran.


" Dia itu gadis yang pintar dan baik ma, dia juga bekerja di perusahaan Chan Group dan dia dia bagian keuangan" jelas laki-laki itu.


" Tapi pah, apa nggak sebaiknya kita biarkan saja anak kita itu mencari pasangan sendiri dan yang betul-betul dia suka dan dia cintai" usul wanita itu


" Leo ? Nyari pacar sendiri ? Sampai kita tua pun dia juga nggak bakalan punya pacar. Apa lagi istri. Maka dari itu lebih baik papa jodohkan saja dia, lebih cepat lebih baik. Ya kan ma ?" Tutur suaminya


Bu Lisa menanggapinya dengan senyuman yang sedikit terpaksa, dia sebenarnya ingin bercerita tentang sikap Cristal tadi yang saat hampir menangis saat mendengar Leo, kakaknya akan dijodohkan. Namun di urungkannya niat itu. Bu Lisa masih ingin menyelidiki kedua anaknya itu, apakah punya hubungan khusus atau tidak selain hubungan kakak dan adik saja.

__ADS_1


Tiga hari berlalu, kondisi kaki Cristal sudah sembuh, dia memulai aktivitasnya kembali seperti semula. Begitupun dengan Leo yang sudah tidak lagi menginap di apartemen gadis itu melainkan tinggal dirumahnya sendiri.


Pagi ini gadis itu memulai harinya dengan meminum susu dan memakan sepotong roti yang sudah ia siapkan, lalu segera ia pergi bekerja. Diruangan ya terlihat banyak dokumen yang harus ia tanda tanganni diatas meja kerjanya.


" Leny, bisa datang keruangan sebentar " pinta gadis itu melalui telepon kabel yang berada disebelah kirinya diatas meja tersebut.


Selang beberapa menit, Leny sekretaris nya pun datang.


" Ada apa sih ? Aku lagi sibuk nih gara-gara kamu nggak masuk kerja beberapa hari, itu juga si bos Leo malah ikut-ikutan nggak masuk juga" Keluh sekretaris dan juga sahabatnya itu dengan memonyongkan bibirnya. Dia adalah perempuan pertama yang dijadikan sahabat oleh Cristal semenjak benar-benar terjun untuk meneruskan perusahaan ayahnya.


" Ini...ini...dan yang ini " Cristal menunjukkan dokumen tersebut satu persatu hingga hampir setengah dari semua dokumen yang ada di mejanya.


" Banyak banget ini " ucap Leny

__ADS_1


" Ini sedikit sayang" sahut Cristal dengan santai.


Segera Leny mengambil dokumen tersebut lalu membawa keluar dan memberikan ke bagian yang terkait agar bisa diperbaiki dengan cepat.


Diruangan gadis itu sedang memanggil asisten pribadi nya yang tak lain adalah pak Ronal, manager dan juga papa angkatnya.


" Selamat siang, papa bisa keruangan adik sebentar nggak ?" pinta gadis itu pada papanya dengan nada manja.


Pak Ronal yang mendapat panggilan tersebut langsung menerima nya dan secepatnya mendatangi ruang anaknya.


" Ada apa nak, apa yang bisa papa bantu" tanya pak Ronal dengan penuh hangat.


" Papa, apa sudah mendapatkan informasi yang adik minta dulu " tanya gadis itu

__ADS_1


" Sudah, dan papa juga sempat memanggil Reyhan dan menanyainya langsung " jawab papanya itu dengan nada bicara yang santai.


__ADS_2