
Kini gadis itu sudah berada di ruangannya sendiri, saat akan melanjutkan pekerjaannya terdengar suara dari ponselnya, ternyata ada email masuk yang namanya aneh, kemudian ia membuka nya betapa terkejutnya dirinya saat membaca isi dari email tersebut.
" Apa kabar sayang ? Apa kamu masih bahagia ? Jika iya maka tunggulah sampai aku datang agar hidup mu menjadi sedih, bahkan sangat menyedihkan. Oh iya aku sangat menyayangimu. Menyayangi mu saat kamu terpuruk tak berdaya"
Begitulah isi dari email tersebut. Setelah membacanya gadis itu langsung teringat dengan Santi Chan ibu tirinya itu.
" Aku pikir setelah aku Pergi dari rumah itu, aku akan bisa tenang. Ternyata tidak, bahkan dia berani mengirim email dengan pernyataan yang mengancamku" ucap gadis itu dengan lirih.
Badannya tiba-tiba saja lemas, dia tidak bisa berkata apa lagi. Bahkan tangannya gemetar hanya untuk mengambil gelas yang berisi air di dekatnya.
Dia tidak tau dengan apa yang akan dilakukan oleh wanita itu terhadap dirinya. Yang harus ia lakukan adalah memawas diri.
Saat dirinya masih terbenam dalam belenggu ibu tirinya, dia dikejutkan oleh Reyhan yang tiba-tiba masuk keruangan tersebut tanpa mengetuk pintu.
" Kamu kenapa ?" Tanya lelaki itu
" Ah...oh...aaa aku nggak apa-apa kak. Ada apa ?" Tanya gadis itu dengan gelagapan yang juga buru-buru membalikkan ponselnya.
" Aku hanya membawakan laporan keuangan bulan lalu. Oh ya sepertinya ada yang salah dengan pengeluaran bulan lalu, apa kamu menyadari dimana letaknya bagian itu ? " Ujar Reyhan sembari memberikan buku laporannya
Mendengar penjelasan dari kakaknya, gadis itu buru-buru membuka dan melihatnya, tenyata benar kalau bulan lalu perusahaan mengeluarkan uang sebanyak 1,5 M untuk perusahaan RB Corp guna membayar produk yang diiklankan. Saat melihat saldo pemasukan betapa terkejutnya lagi ia, bahkan yang masuk tidak ada 90%nya dari pengeluaran ke RB Corp.
__ADS_1
" Ini pasti ada yang salah kak !" Ucap gadis itu tak percaya.
Leny datang dengan membawa laptopnya dengan panik dan meneriakkan nama Cristal. Reyhan yang masih disana merasa bingung dengan Leny
" Ci...ci... Apa kamu menjual saham Chan Group sebanyak 5% ke perusahaan RB Corp?" Tanya Leny yang masih mengatur nafasnya
" Nggak, aku nggak ada menjual saham bahkan 1%pun !" Jawab Cristal dengan bingung
" Tapi ini, lihat ini 5% saham perusahaan sudah dibeli oleh RB Corp! Apa kamu yakin tidak pernah menjual ?" Tanya Leny lagi
" Ada apa dengan RB Corp ? Kita membayarnya mahal, dan sekarang mereka juga membeli saham ? Apa maksutnya ini ? Dan siapa yang menjual saham ?" gadis itu mengerutuki banyak pertanyaan pada dirinya sendiri, dia tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.
Leo yang sedang sibuk, saat mendengar sebuah pesan masuk ke ponselnya, dia menyempatkan untuk membacanya.
" Cepat keruangan Cristal. Urgent"
Begitulah isi pesan Reyhan pada Leo
Tanpa pikir panjang laki-laki itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan pekerjaannya. Karena dia takut kalau terjadi apa pada kekasihnya itu.
Sesampainya di ruangan itu, Leo terlihat bingung karena disana sudah ada Leny dan juga Reyhan, kemudian ia melihat kekasihnya yang sedang duduk dan memegangi kepalanya sendiri. Dia pun mendekatinya.
__ADS_1
" Sayang, apa yang terjadi ? Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Leo yang berlutut depan Cristal saat dia memutar kursi yang diduduki oleh kekasihnya kearah dirinya. Namun tidak ada jawaban dari Cristal. Gadis itu hanya siap saja lalu meneteskan air mata.
" Ada apa dengannya ?" Tanya Leo pada Reyhan dan Leny
" Maaf pak, saya tadi menanyakan tentang apakah Bu Cristal menjual saham sebanyak 5% ke RB Corp. Kemudian dia diam dan memegangi kepalanya" tutur Leny dengan sedikit takut.
" Dan juga Ley, perusahaan mengeluarkan uang terlalu banyak ke RB Corp bulan lalu " sahut Reyhan
" Apa ? Kenapa bisa begini ?" Leo bertanya pada dirinya sendiri
Tanpa sengaja Leo melihat ponsel Cristal yang terbalik, lalu ia melirik Cristal.
" Tidak biasanya dia meletakkan ponselnya seperti itu " ucap leo dengan penuh curiga.
Saat Leo akan mengambil ponsel tersebut, dengan cepat gadis itu mengambil ponselnya hingga Leo kalah cepat. Kemudian lelaki itu melirik Reyhan dan Reyhan sudah tau apa yang harus ia lakukan.
Pada akhirnya Reyhan dan Leo berusaha untuk mengambil paksa ponsel yang dipegang oleh gadis itu dengan kuat. Karena sudah mendapatkan ponselnya dengan cepat Leo membuka ponsel tersebut, betapa terkejutnya mereka saat ada pesan email dengan pernyataan ancaman pada diri gadis itu.
" Rey, tolong lacak email itu. Bagaimanapun caranya !" Pinta Leo pada Reyhan
Reyhan hanya menganggukkan kepalanya. Leny tidak mengerti apa yang terjadi pada sahabatnya itu, yang ia tau hanya dia harus menenangkan Cristal dan membawanya pulang ke apartemen gadis itu.
__ADS_1