
Ucapan istrinya hanya di balasnya dengan anggukan serta senyuman dan langsung memeluknya " Ma, yang kita inginkan selama ini sudah tiba. Kita mempunyai seorang putri yang cantik, meskipun hanya anak angkat kita harus bahagia dengan hal ini "
Selama ini kedua pasangan suami-istri itu memang mendambakan seorang anak perempuan, tak disangka sekarang ada anak yang mau menjadi anaknya bahkan anak itu sendiri yang memintanya.
Leo kembali turun ke dapur guna mengambil air minum tanpa sengaja dia melihat kedua orang tuanya sedang berpelukan, dia sangat ingin menggodanya " wah.....wah.... orang tua jaman sekarang ini kalau bermesraan tidak kenal tempa ya..." sambil menggelengkan kepalanya kekanan kekiri.
Bu Lisa yang mendengar perkataan anaknya langsung melepas tangannya dari sang suami lalu menghampiri anaknya itu yang sedang mengambil air dari teko " Leo kalau mau dipeluk cari dan perempuan dan jadikan dia pacar, kan nanti dapat pelukan mesra " bisik Bu Lisa padanya. Ucapan itu tentunya disertai dengan candaan saja dari mamanya.
" wao... sejak kapan mulut mama lebih pedas dari cabe keriting " langsung nyelonong pergi menuju kamarnya.
Pak Ronal yang melihat keadaan saat itu hanya bisa tertawa karena kekonyolan istri dan anaknya itu.
#Di apartemen Cristal
__ADS_1
" Duh.. kok laper banget ya, jam berapa sih ini" Cristal yang bermalas-malasan di ranjang langsung melihat jam di pergelangan tangannya dan waktu menunjukkan pukul sebelas siang. " Pantesan aku ngerasa lapar, apa lagi tadi pagi nggak sarapan. Nyari makan dulu ah" namun niat itu dia urungkan saat melihat barang-barang nya belum sepenuhnya ia rapikan dan itu terlihat sangat berantakan di kamar Cristal. Kalau digambarkan kamar gadis itu seperti kandang ayam bahkan lebih dari itu hehehe.. Ia kembali duduk di tepi ranjang dengan membuang nafas kasarnya lalu mengacak-acak rambutnya hingga berantakan.
Tok...Tok...tok...
Suara ketukan pintu dari balik pintu kamarnya. Mendengan hal itu ia langsung menuju pintu dan membukanya " eh papa.. halo Tante silahkan masuk, maaf masih berantakan" sambut gadis itu dengan senyum.
" Ini tante, eh... mama bawakan makanan tapi mama nggak tau kamu sukanya apa dan mulai hari ini kamu harus manggil Tante jadi mama. oke "
" Iya Tan.. ehm...mama maksutnya"
Mereka bertiga menikmati makanan yang dibawa bu Lisa dengan mengobrol kecil tentang makanan.
" Hari ini kakakmu nggak ingin kemana-mana, jadi cuma kami berdua saja yang datang ke sini " jelas pak Ronal
__ADS_1
" Iya pa, nggak apa-apa kok. Barang kali memang ada kesibukan" jawab gadis itu
" Sibuk apa !! Kakakmu itu nggak ada kerjaan nak, sia-sia mama sama papa ngirim dia sekolah diluar negeri " sahut Bu Lisa
" hahahaha.... mama bisa aja"
Semua sudah selesai makan Bu Lisa merapikan piring bekas mereka makan tadi, pak Ronal menata meja dan kursi, Cristal merapikan pakaian nya ke dalam lemari.
Bu Lisa sesekali melihat gadis itu yang sekarang sudah menjadi anaknya dengan tersenyum bahagia melihatnya. Dia tidak menyangka bakal punya anak perempuan yang sangat ia inginkan tanpa harus merasakan sakit saat melahirkan. Setelah selesai apa yang dikerjakannya, ia mendekati gadis itu dan memeluknya dengan kasih sayang seorang ibu.
" Mama bahagia sekali punya anak perempuan cantik sepertimu. Nggak masalah bagi mama meski hanya anak angkat" ucap wanita itu yang langsung dibalas pelukan hangat oleh Cristal.
Melihat hal tersebut pak Ronal juga mendekati mereka lalu segera memeluk
__ADS_1
" papa juga sangat bahagia " ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.