Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 43


__ADS_3

" Apa kamu tau nona Cristal Chan ?" tanya lelaki itu dengan dingin.


" Tau pak, dia direktur utama di perusahaan kita kan ?" jawab gadis itu dengan reflek namun juga sedikit bingung.


" Tipe seperti dia yang aku suka dan yang aku mau" ungkapnya


Mendengar jawaban dari laki-laki yang sedang mengemudi yang berada disampingnya itu, Monica langsung diam dan rasa tidak percaya dirinya muncul.


" Mana mungkin aku bisa seperti dia, Bu Cristal, seorang perempuan yang tinggi, cantik, cerdas bahkan tubuhnya seperti gitar spanyol yang berjalan, satu lagi bagaimana bisa dia berkulit putih seperti awan dan glowing pula. Apalah daya ku ?" ucap gadis itu dalam hati.


" Kita sudah sampai di gang jalan rumahmu, disebelah mana rumahmu ? " tanya leo pada Monica yang juga membuyarkan lamunan gadis itu.


" Ah...oh... sa saya bisa turun disini saja pak. Terimakasih sudah repot-repot mengantar saya pulang " jawab gadis itu dengan gelagapan.


Segera Leo melajukan kendaraan yang ia tumpangi setelah Monica turun dari mobilnya.


Kini lelaki itu, Leo yang sudah berada didalam apartemen kekasihnya, namun gadisnya belum juga datang dari mengantar Reyhan ke Rumah Sakit.

__ADS_1


--------------------------


"Apa kakak yakin tidak perlu dirawat di Rumah Sakit ?" tanya gadis itu dengan kawatir


" Tidak apa, lihat, kakak sudah baik-baik saja sekarang " jawab lelaki itu yang memperlihatkan dirinya kalau keadaannya sudah membaik sambil berdiri dan turun dari bed pasien.


Pada akhirnya mereka memutuskan untuk pergi keluar dari Rumah Sakit tersebut , setelah Reyhan mendapatkan pertolongan pertama di UGD dan kebetulan juga lelaki itu tidak ingin rawat inap di tempat tersebut.


Reyhan mengantarkan Cristal, adiknya itu, ke apartemen tempat tinggalnya. Didalam perjalanan tak henti-hentinya gadis itu mengucapkan kata maaf pada kakaknya atas kejadian tadi siang.


" Kakak aku minta maaf atas kelakuan Leo ke kakak."


" Tapi kak, lihat, wajah kakak jadi lebam-lebam begini "


" Cristal, cukup, jangan meminta maaf terus seperti ini !"


Gadis itu langsung diam seketika, karena dia tidak tau lagi apa yang harus dilakukannya selain meminta maaf.

__ADS_1


" Kita sudah sampai, kamu bisa turun dan jangan lupa untuk istirahat" ujar Reyhan


" eh... kakak kok tau apartemen ku ?" tanya gadis itu dengan keheranan


" Kenapa ? Apa yang aku nggak tau tentang kamu ? Kamu pacaran dengan Leo juga, kakak tau !" tutur lelaki itu


Mendengar pernyataan yang terakhir dari mulut Reyhan, bola mata gadis itu langsung membulat sempurna seketika.


" Ke kenapa kakak bisa tau ?" tanya gadis itu dengan sedikit terbata.


" Jawabannya besok saja. Sekarang kamu masuk saja ke dalam. Kakak pulang dulu "


" Iya, hati-hati dijalan kak "


Reyhan mengusap puncak kepala adiknya sebelum keluar dari dalam mobilnya. Segera gadis itu keluar dari mobil lalu masuk ke apartemennya setelah melihat mobil kakaknya melaju dan menghilang dibalik gedung-gedung tinggi.


Sesampainya di apartemen, gadis itu segera masuk kedalam, dia sedikitpun tidak terkejut saat melihat Leo sedang duduk disofa. Karena saat ia membuka pintu dia sudah melihat sepasang sepatu yang sering dipakai oleh kekasihnya untuk bekerja di rak sepatu dekat pintu masuk.

__ADS_1


Tanpa ada kata sedikitpun gadis itu langsung menuju kamar dan mengabaikan keberadaan kekasihnya. Dia sedang marah dengan Leo, dia juga ingin membicarakan kejadian tadi siang namun gadis itu bingung harus memulai dari mana.


Karena merasa diabaikan, akhirnya Leo hanya bisa diam dan menunggu suasana hati kekasihnya membaik. Dia tau kalau Cristal masih marah karena tindakannya yang memukuli Reyhan hingga babak belut dan tidak ada celah untuk Reyhan membalas pukulannya juga menjelaskan apa yang seharusnya di jelaskan.


__ADS_2