Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 75


__ADS_3

" Jangan ketawa Rey, aku berdoa semoga kamu nanti jadi laki-laki yang bucin" ucap Revi.


" Kamu ngomong apaan sih.. nggak jelas banget." Elak lelaki itu yang sedang mengetik laporan bulanan.


Setelah mengucapkan ucapan serapah itu Revi langsung duduk ke tempatnya.


Di ruangan itu mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Tidak lama kemudian datang pak Ronal dengan membawa sebuah buku tipis yaitu laporan keuangan yang sudah ia baca. Leny yang melihat kedatangan lelaki paruh baya itu segera mengucap salam.


" Selamat pagi pak, ada yang bisa kami bantu." Sapa gadis itu


Reyhan baru menyadari kedatangan pak Ronal sontak dia berdiri lalu mengucapkan salam.


" Selamat pagi pak." Ucapnya dengan gugup.


" Pagi juga, tolong kalian cek ulang lagi." Pinta pak Ronal seraya meletakkan laporan tersebut di meja Revi.


" Baik pak." Jawab ketiga orang tersebut secara bersamaan.


Kemudian pak Ronal meninggalkan mereka bertiga. Seperginya lelaki itu Reyhan mengambil laporan keuangan tersebut dan melihatnya dengan seksama. Dia sudah mengerti bagian mana yang harus diperbaiki.


" Apa yang salah Rey dari laporan ini ?" Tanya Revi


" Jumlahnya !" Sahutnya


" Siapa yang menjumlahkan ini ?" Tanya lelaki itu sembari menghitung ulang.


" Bukannya Revi yang, yang menghitung itu hingga akhir dan laporan jadi." Sahut Monica


" Revi, apa kamu mau masuk kumon untuk belajar menghitung dengan benar ?" Ledek Reyhan


Monica sontak dibuat ngakak oleh pertanyaan yang di berikan Reyhan kepada lelaki yang saat ini berusaha mendekatinya itu.


" Masak sih ? Perasaan aku menghitungnya udah bener kok !" Ujarnya dengan tak percaya.


" Coba kamu hitung ulang ini." Kata Reyhan memberikan laporan itu.


Revi menghitungnya dengan sangat amat teliti, dan benar saja hasil sekarang yang dia dapat berbeda dengan hasil yang ia tulis di laporan tersebut.


" Makanya, kalau menghitung itu yang teliti dong. Ini uang punya orang, kalau punya kamu sendiri nggak masalah Revi sayang." Ujar Monica.


Lelaki itu merasa bersalah, apa lagi yang mengembalikan laporan tersebut adalah pak Ronal, orang yang memang teliti jika soal uang.


Waktu jam makan siang sudah tiba, mereka bertiga pergi meninggalkan ruangannya dan menuju kantin yang berada di perusahaan tersebut. Namun saat akan masuk ke dalam kantin, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Leo yang masih sumringah meskipun sudah siang bolong.


" Selamat siang semua." Sapanya kepada ketiga orang tersebut.


" Se... Se... Selamat siang juga pak Leo" sahut Revi dengan gugup dan bingung.

__ADS_1


Monica dan Reyhan melihat hal tersebut langsung bertatapan penuh tanya. Karena biasanya setiap kali sudah siang mereka selalu melihat bos nya itu sudah kusut mukanya karena banyaknya pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Akhirnya mereka duduk bersama dalam satu meja. Tidak lama setelah itu datang juga Leny yang sudah membawa bekal dari rumahnya.


" Sekretaris Leny. Sini!" Teriak Monica dengan melambaikan tangannya.


Leny mendengar ada yang memanggil namanya, dengan cepat matanya melihat sekeliling dan pandangannya terjatuh pada Monica yang sejak tadi melambaikan tangan. Segera ia mendatanginya dan ikut duduk dalam satu meja itu.


Mereka semua menikmati hidangan yang sudah mereka pilih sebelumnya, kecuali Leny.


Sesekali Leny melirik Reyhan dan juga Leo, dia masih sangat penasaran dengan bosnya itu tapi tidak berani bertanya. Alhasil dia harus mencari jawaban dari Reyhan karena dia tau mereka adalah sahabatan sejak lama.


Dibawah meja kaki Leny menendang-nendang kaki milik Reyhan, juga memandanginya terus hingga lelaki itu tersadar.


Reyhan merasa kakinya ditendang, ia menghentikan makannya dan melihat sekelilingnya, ternyata dia diberi kode oleh Leny dengan matanya mengarah ke Leo. Reyhan belum mengerti apa yang dimaksud Leny. Sampai pada akhirnya dia mencoba mengerti dan bertanya pada Leo.


" Ehem... Pak Leo, boleh saya bertanya sesuatu ?" Ucapnya. Dia tidak terbiasa memanggil Leo dengan sebutan pak jadi agak canggung dan aneh saat dia memanggilnya tadi.


" Iya, mau tanya apa ?" Sahut lelaki itu yang masih menikmati makanannya.


" Dari tadi pagi bapak selalu tersenyum dan terlihat bahagia. Bapak menang lotre ya ?" Tanya Leny


" Iya nih, tidak biasanya pak Leo masih terlihat segar seperti buah pir siang ini, biasanya kalau udah mendekati jam makan siang pasti itu muka udah kusut." Ujar Revi


" Revi, kamu ini apaan sih !" Bisik Monica pada Revi.


" Coba dong pak ceritakan, gimana bapak bisa menang lotre atau bapak main angka secara online ya ?" Imbuh Monica.


Setelah semua diam dan tidak ada yang bertanya lagi, kini giliran dari Leo yang akan menjawab semua pertanyaan itu.


" Apa kalian ingin tau ?" Tanya Leo pada semua orang yang duduk di dekatnya itu.


" Iya dong pak." Sahut Revi.


Lama sekali Leo dalam diamnya dan lebih parahnya lagi ke empat orang itu setia menunggu jawaban dari mulut bosnya itu.


" Apa yang kalian mau dengar ? Jam istirahat sudah selesai, saatnya bekerja sekarang." Ujarnya yang langsung meninggalkan tempat itu dan tentu saja dia tidak akan memberitahu apa yang terjadi antara dia dan juga kekasihnya tersebut.


Keempat orang itu merasa kesal sekali, berharap mendapat jawaban atas rasa penasaran merekapun kandas begitu saja.


Karena jam istirahat sudah selesai, akhirnya merekapun bubar dan kembali ke bagian masing-masing untuk bekerja.


Rasa penasaran Leny masih membara sehingga terpikirkan di benaknya nama Cristal sahabatnya itu. Dengan cepat dia duduk di kursinya dan meneleponnya. Tidak lama panggilannya sudah di angkat oleh gadis tersebut.


" Halo Ci, apa kabar ? Aku kangen sama kamu." Ujarnya


" Aku juga kangen banget sama kamu. Apa sedang istirahat ?"

__ADS_1


" Ci, aku penasaran sekali sama pak Leo. Uh.... Maksudku kekasihmu itu."


" Kenapa dengannya?"


" Sejak tadi pagi, waktu aku jalan sama Reyhan melihat pak Leo tampak bahagia sekali. Jadi kami kan penasaran."


" Kamu telfon aku hanya mau nanyain itu ? Leny sayang, apa kamu tidak benar-benar merindukan aku ? Aku sangat sedih sekarang!"


" Bukan begitu Ci. Tadi juga waktu makan siang bersama kami mencoba bertanya pada dia, tapi nggak dijawab. Ayo dong Ci, aku penasaran banget tau."


" Leny dengerin aku, soal ini kamu nggak perlu tau. Oke !"


" Cici..... Kamu cuma menghabiskan pulsaku doang kalau begini."


" Hahah....hahaha.... Ya kamu aneh, orang lagi bahagia malah di kepoin, gimana sih kamu ini?"


" Terus sekarang kamu lagi apa ? Udah makan siang ?"


" Aku lagi sedang mengemasi bajuku."


" Kamu mau kemana ? Berlibur ya ? Ke kota tetangga atau ke negeri tetangga ?"


" Aku nggak pergi ke luar kota ataupun ke luar negeri kok, aku cuma menginap selama beberapa hari di rumah mama."


" Oh... Kirain mau pergi jauh meninggalkan aku ?"


" Ya udah sana kerja lagi, Awas kalau kamu bermalas-malasan ! Tak potong gajimu."


" Iya iya Bu CEO yang bawel."


Mereka mengakhiri percakapannya dan Leny tidak mendapatkan informasi yang ingin dia ketahui. Segera dia melanjutkan pekerjaannya.


Tidak lama ponselnya berdering lagi, saat melihatnya ternyata ada panggilan dari Reyhan, segera ia menjawab panggilan tersebut.


" Kenapa Rey ?"


" Malam nanti kamu ada acara nggak ?"


" Emh... Nggak ada kok. Kenapa emangnya ?"


" Aku mau...."


"Mau apa ?"


" Ngajak kamu jalan!"


Belum juga menjawab, panggilan tersebut langsung dimatikan sepihak oleh lelaki yang meneleponnya. Dia tampak kesal sekali dengan sikap Reyhan.

__ADS_1


__ADS_2