Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 46


__ADS_3

Tidak lama panggilan dari Bu Lisa terangkat, tetapi betapa terkejutnya dia saat terdengar suara seorang laki-laki yang menerima telpon nya.


" Halo" suara dari dalam telfon.


"......" Bu Lisa melihat layar ponselnya untuk memastikan nama yang dia hubungi itu.


"Kenapa suara laki-laki ? dan kenapa suaranya sama seperti suara Leo kalau saat sedang telfon ?" ucap wanita itu dengan merutuki pertanyaan pada dirinya sendiri.


" Oh.. maaf salah sambung " Bu Lisa langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.


" Masak sih mereka ....." ucap Bu Lisa dengan penuh tanya dipikirannya dan juga menerka-nerka apa benar mereka punya hubungan, mengingat sikap aneh anak gadisnya itu waktu mendengar Leo, kakaknya akan dijodohkan. Dia sedikit ragu kalau suara laki-laki yang di dalam telfon itu adalah suara Leo.


Dikamar terlihat Leo dan Cristal sedang tidur dengan lelapnya. Entah apa yang Leo pikirkan saat menerima panggilan tadi, yang jelas setelah selesai menerima panggilan lelaki itu langsung melanjutkan tidurnya. Dia tidak tau kalau yang menelepon adalah mamanya melalui ponsel kekasihnya itu.


Kenapa kok bisa Leo yang mengangkat telfon itu ? Karena posisi Leo lebih dekat dengan letak ponsel tersebut yang berada diatas nakas.


Pagi ini dua sejoli ini tengah sibuk bersiap-siap untuk berangkat pergi kekantor untuk bekerja. Leo yang sedang memakai dasi, Cristal yang merias wajahnya.

__ADS_1


" Semalam, siapa yang telfon ?" tanya gadis itu. Karena seingatnya ada ponsel yang berbunyi dan diterima oleh Leo.


" Cuma salah sambung saja" sahut lelaki itu


" Oh...." ucap gadis itu. Yang menurutnya memang panggilan salah sambung.


Mereka keluar dari apartemen dan menunuju ke area parkiran, kemudian berpisah disana karena harus masuk ke dalam mobilnya masing-masing.


Sesampainya di kantor Cristal bertemu dengan Reyhan di lobi, mereka saling menyapa lalu mengobrol-ngobrol sambil jalan menuju lift.


" Ehhmmm....Sepertinya nggak ada. Ada apa kak ?" tanya balik gadis itu


" Nanti sore, apa kamu bisa pulang kerumah " pinta lelaki itu pada gadis yang di sampingnya


" Rumah?" tanya gadis itu lagi. Mendengar kata rumah membuat dadanya sedikit sesak karena banyak sekali kenangan indah juga kenangan pahit baginya.


" Iya rumah, rumah yang dulu kamu tempati. Apa kamu tidak merindukan rumahmu dan tentu saja kamarmu" tutur laki-laki itu

__ADS_1


Gadis itu terdiam seketika, lidahnya kelu untuk mengatakan sepatah kata ketika mendengar pernyataan dari Reyhan, Dia sebenarnya juga sangat merindukan rumahnya itu, namun apa boleh buat dia sudah pernah mengatakan jika dirinya tidak akan pernah kembali lagi masuk kerumah itu. Tapi...


Sekarang ada seseorang yang saat ini ia anggap sebagai kakak mengajaknya untuk pulang kerumah.


" Tenang saja mama nggak ada dirumah kok" kata lelaki itu yang membuyarkan lamunan sang gadis


" Baiklah, kakak sudah sampai di lantai ruangan ku. Ingat ya kakak tunggu dirumah" imbuhnya lagi seraya mengacak rambut Cristal kemudian melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift tersebut.


" Iya, adik pasti datang. Jangan lupa masak yang enak ya kak" sahut gadis itu


" Iya nanti biar mbok Mira yang masak" ucap laki-laki itu kemudian melepaskan tombol lift yang sedari tadi dia tekan agar pintu lift tidak tertutup.


" Hehem..." sahut gadis itu yang terus tersenyum hingga menghilang dibalik pintu lift.


Sesampainya di ruang kerjanya, gadis itu terkesiap melihat Leny sedang duduk disofa, dengan wajah sedihnya.


" Leny, pagi banget kamu sudah diruanganku. Ada apa ? Apa ada masalah dengan pekerjaan ? Apa ada yang harus aku tanda tangani ? Apa yang harus lakukan?" Cristal merutuki pertanyaan pada Leny. Sekretaris bingung dibuatnya, harus mulai menjawab dari pertanyaan nya yang mana lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2