Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 82


__ADS_3

Tidak ada yang bisa ia lakukan selain bangun dari tepat tidurnya. Dia merasa lapar karena dia melewatkan makan malam tadi. Dengan pelan dia melangkahkan kakinya dan keluar menuju dapur.


Sampai didapur dia langsung membuka kulkas, disana hanya ada susu kaleng dan juga roti selai dengan isian kacang. Leo mengambilnya dan memasukkannya di microwave. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dia bisa menikmati roti tersebut. Dia menoleh ke meja mini bar disana terlihat ada satu gelas sloki yang masih terisi dengan anggur merah dia pun meminumnya, kemudian membersihkan anggur yang tumpah diatas meja tersebut.


" Mungkin dia sangat mabuk, kalau tidak bagaimana bisa ada anggur berceceran di meja ini." gumam Leo.


Selesai dengan hal itu dia kembali ke kamarnya dan mendapati Cristal sudah tidak ada diatas ranjang. Dia panik dan mencari kesana kemari. Dia kepikiran dengan kamar kekasihnya, segera ia kesana untuk memastikan kalau ada Cristal dikamarnya. Benar saja gadis itu sudah meringkuk dibawah selimut, betapa leganya dia saat sudah menemukan kekasihnya. Perlahan dia mendekati kekasihnya dan ingin rasanya dia menci*mnya, namun ia tahan. Dia tidak ingin mengganggu tidur kekasihnya itu akhirnya memilih untuk kembali kekamarnya, namun saat dia berbalik tangannya seperti ditarik dengan kuat sehingga membuatnya jatuh kearah ranjang. Disitu dia baru tau kalau yang menarik tangannya adalah gadisnya.


" kenapa bangun? Maaf sudah membuatmu terbangun. " sesat Leo.


Gadis itu tanpa sepatah katapun, dia melihat lelaki dihadapanya itu dengan tatapan saya kemudian mengalungkan kedua tangannya pada leher Leo dan menariknya sehingga dia bisa menc*um bibir kekasihnya. Cristal dalam melakukan hal itu dalam pengaruh alkohol ya ia minum sehingga bisa membuatnya melakukan hal-hal yang diluar kesadarannya.


Leo tidak menolak sedikitnya bahkan bisa dibilang dia juga menikmati apa yang dilakukan Cristal kepadanya saat ini.


" Sayang, kamu sendiri yang menarikku. Jangan marah dan menangis nanti ya." goda lelaki itu.


" sepertinya kamu juga suka sayang." sahut gadis itu.


Mereka melakukan olahraga dinihari, bahkan mereka sampai mengucurkan keringat dari badan mereka. Akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan.


Leo menggendong kekasihnya ala bridal style menuju kamar mandi, disana mereka membersihkan diri secara bersamaan. Selesai dengan hal tersebut keduanya turun dan mencari makanan yang bisa mereka makan.


Mereka sangat lapar apalagi sehabis olahraga seperti tadi. Leo membuatkan roti selai untuk kekasihnya itu.

__ADS_1


" ini, ayo cepat makan." ucap Leo sembari menyadarkan roti yang sudah dia buat.


Gadis itu mengambil roti tersebut kemudian memakannya. Cristal sangat menikmati roti buatan Leo hingga tidak bisa berkomentar.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, mereka berdua tidak pergi untuk tidur malah menonton acara televisi. Disana mereka duduk menikmati acara yang ada di layar televisi tersebut. Tidak lama kemudian gadis itu menyandarkan kepalanya ke


bahu milik kekasihnya.


" sudah mengantuk? Kalau begitu ayo kembali ke kamar." ujar lelaki itu.


" ehem... " sahut gadis itu dengan manja.


" kenapa? Ya sudah kamu tidur di sini saja. Aku akan menemani untuk disini." ucap Leo dengan menepuk pahanya agar kekasihnya bisa tidur dipangkuannya.


Leo yang masih asik menonton televisi dan juga sesekali melihat kekasihnya apakah sudah tidur atau belum. Tidak lama kemudian ia merasa mengantuk dan memejamkan matanya. Dia tertidur dalam posisi duduk. Hal itu membuatnya menjadi tidak nyaman namun apa boleh buat gadis yang sudah tertidur di pangkuannya itu, dia tidak mau membangunkannya mengingat apa yang sudah dia lakukan kepada gadisnya itu.


Kini pagi pun datang, bu Lisa turun dari anak tangga menuju dapur untuk membuat sarapan pagi. Namun dia merasa bingung saat melihat televisi masih hidup. Ia tidak tau jika ada dua orang yang tidur disofa.


" seingatku televisi sudah dimatikan sama papa, kok ini masih hidup? " guman bu Lisa sembari berjalan kearah televisi itu dengan maksud akan mematikan siarannya. Namun apa yang ia lihat sekarang? Betapa terkejutnya ia saat melihat kedua anaknya tertidur dengan pulasnya diatas sofa tersebut. Ingin rasanya bu Lisa membangunkan mereka tapi diurungkannya, karena hari ini hari liburnya Leo, jadi dia senangnya tidak membangunkannya dan malah langsung pergi kembali lagi kekamarnya.


" papa, kita ke jalan-jalan yuk. " ajak bu Lisa.


" jalan-jalan? Oh ya sekalian papa juga mau beli keperluan untuk dibawa pergi ke Australia nanti." jawab pak Ronal menyetujui permintaan istrinya.

__ADS_1


" ya udah cepetan siap-siap. " ujar istrinya


" tapi Leo dengan Cristal bagaimana? Apa mereka nggak diajak juga? " tanya suaminya


" aduh papa mereka masih tidur. Nanti kita bawakan makanan untuk mereka makan. " sahut bu Lisa.


" iya iya... Papa sudah selesai. Ayo kita berangkat." ucap pak Ronal.


Mereka pun keluar dari kamar, saat pak Ronal berjalan melewati ruang tengah, dia merasa ada yang aneh didepan televisi, dia melihat ujung kepala disandaran sofa. Karena merasa penasaran dia pun melangkah mendekatinya, namun tangannya segera ditarik oleh bu Lisa istrinya itu.


" papa mau kemana? Itu Leo sama Cristal masih tidur disana. Jangan mengganggunya. Ayo pergi sekarang." ujar bu Lisa kemudian mendorong suaminya keluar menuju garasi.


" apa mereka tidur disana semalaman? Apa mereka tidak merasa sakit badannya kalau tidur disofa?" tanya pak Ronal pada istrinya.


" sepertinya begitu. Sudah ayo kita cepat pergi. Keburu siang nanti pa." kata bu Lisa dengan meminta pada suaminya itu lebih cepat sedikit.


Di sebuah restoran terlihat Leny dan Reyhan sedang menikmati kopi dibagi hari. Apa mereka sudah baika? Mereka sudah baikan waktu Leny diantar pulang oleh Reyhan sepulang dari acara makan malam dirumah Leo semalam.


" Leny, apa kamu mau jadi kekasihku? Aku menyukaimu. " Reyhan menyatakan perasaannya untuk yang kedua kalinya.


" apa kamu yakin? Sejak kapan kamu mulai suka denganku? " tanya Leny pada Reyhan.


" aku tidak tau pasti kapan aku mulai menyukaimu, tapi yang pasti adalah aku sangat menyukaimu dan berkeinginan berbagi kasih denganmu. Itu saja." jawab lelaki itu dengan menatap mata perempuan didepannya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Leny merasa senang saat mendengar jawaban dari Reyhan, namun hal itu bukan berarti dia harus langsung menerimanya? Tidak. Dia masih ingin menguji perasaan Reyhan padanya. Apakah sungguh menyukainya atau hanya sekedar suka saja.


__ADS_2