Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 35


__ADS_3

Mereka sudah sampai di depan pintu apartemen.


" Oke nona, kita sudah sampai, bisakah nona menolongku " pinta laki-laki itu pada Cristal


" Minta tolong apa ? Gimana aku bisa menolongmu kalau kamu menggendongku seperti ini tuan " tutur gadis itu


" Sayang, tanganmu itu nggak bisa buat tekan password kah ? Buruan, tanganku udah mau patah ini! " kata lelaki itu yang tentu saja geregetan dengan sikap gadisnya itu.


Mendengar perkataan Leo, dengan cepat Cristal menekan tombol password unitnya agar segera terbuka. Secepatnya mereka masuk setelah pintu terbuka. Didalam Leo menurunkan kekasihnya diatas ranjang, lalu pergi mengambil kotak P3K dan segera mengganti perban basah yang membalut kaki Cristal.


Laki-laki itu menarik kursi dan mendekat ke ranjang " sini kakimu " ucapnya dengan menarik kaki Cristal dengan pelan kearahnya. Segera ia membuka perban itu dengan hati-hati dan menggantikannya dengan yang baru.


Gadis itu hanya diam dan memperhatikan lelaki yang tepat di hadapanya dengan telaten dan sabar mengganti perban kakinya.


" Udah selesai " ucap Leo sambil merapikan alat dan bahan yang baru saja ia pakai dan memasukkannya kedalam kotak P3K kembali.

__ADS_1


" Apa kamu lapar ?" Tanya leo


Gadis itu hanya menjawab dengan anggukan saja lalu tersenyum.


" Oke... kamu mau makan apa ?" tanya lagi lelaki itu


" Aku mau nasi pecel " jawab Cristal dengan suara manja


" Kalau gitu kamu tunggu disini, aku turun sebentar untuk membeli nasi pecel. Oke honey ! "


Tidak perlu waktu lama, kini Leo sudah datang dengan membawa bungkusan ditangannya, lalu memberikan pada Cristal yang saat ini sedang duduk ditepi ranjang.


" Ini, cepatlah makan sayang " kata leo sambil menyodorkan bungkusan yang ditangannya itu.


Lalu gadis itu menerima bungkusan itu, namun ia tidak memakannya melainkan memandangi nasi pecel yang masih terbungkus itu. Leo yang melihat hal tersebut merasa bingung.

__ADS_1


" Kenapa cuma dipandangi saja nasinya sayang, apa nggak jadi makannya ? " tanya laki-laki dengan sedikit bingung.


" Gimana aku bisa makan, kalau tidak ada piring dan sendok sayang " jawab Cristal dengan lantang.


Mendengar ucapan sang kekasih, secepatnya leo berlari pergi ke dapur untuk mengambilkan piring dan sendok, tidak lupa juga ia membawakan segelas air minum.


" Ini sayang, udah sekarang makan setelah itu istirahat ya " ucapnya setelah memberi sendok dan garpu pada kekasihnya.


" Kamu nggak kerja ?" tanya gadis itu dengan polos


" ekhemm.... Aku juga lagi kerja kok ! Tapi kerjanya jagain kamu " jawab lelaki itu dengan sedikit gombalan.


Gadis itu menanggapi ucapan Leo dengan senyuman, lalu menyantap nasi pecel yang berada di depannya.


Terdengar suara gaduh di lantai atas, lebih tepatnya dikamar Bu Santi. Dia dibuat kesal dan tak percaya oleh anaknya yang tidak mau diajak kerjasama untuk mengambil perusahaan Chan Group. Wanita itu melempar barang-barang yang berada diruangan itu hingga membuat kamarnya seperti kapal pecah. Sangat berantakan.

__ADS_1


Mbok Mira pembantu dirumah itu yang sedang memasak di dapur, tiba-tiba dibuat kaget karena mendengar suara gadis dari lantai atas, segera dia naik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sesampainya di atas betapa terkejutnya dia saat tau kalau majikannya sedang melempar-lempar barang sambil berteriak-teriak. Mbok Mira yang takut akan terjadi sesuatu dengan majikannya, maka dengan gerak cepat dia menelepon Reyhan dengan telepon kabel yang berada dekat dengannya.


__ADS_2