
Setelah mendapatkan telepon, Bu Lisa segera memasak kemudian bersiap-siap untuk pergi ke tempat anaknya itu. Tidak lupa juga ia menyiapkan makan malam buat suaminya, karena ia merasa akan pergi cukup lama hingga makan malam tiba. Bu Lisa juga menulis pesan singkat di kertas yang bertuliskan
" Papa, mama sudah masak untuk makan malamnya, mama akan pergi ketempat Cristal dan kemungkinan mama pulang agak terlambat"
Kemudian Bu Lisa menempelkan kertas tersebut di pintu lemari pendingin.
Di apartemen Leny berpamitan untuk pulang, sekalian menebus resep obat di apotek. Begitu juga dengan Reyhan pamitan pulang dulu untuk mengganti pakaian dan akan kembali ke tempat adiknya.
" Pak Leo, saya pamit dulu sekalian saya membeli obat buat Cici, saya balik lagi kesini mungkin nanti sekitar jam 7 malam" ujar Leny
" Aku juga balik dulu Ley, jaga dia baik-baik, awas kalau nggak !" Ucap Reyhan
" Iya, Leny kenapa kamu nggak pulang bareng Reyhan saja ? Biar lebih cepat, apalagi kamu harus berhenti di apotek juga kan ?" Ungkap Leo
" Nggak usah pak, saya naik kendaraan umum saja" elak Leny
" Nggak apa-apa kan Rey ?" Tanya Leo yang menatap sahabatnya itu.
" Ehhmmm..." Ucap Reyhan yang langsung dipotong oleh Leo.
__ADS_1
" Udah pokoknya Reyhan akan nganterin kamu pulang dan beli obat. Rey, kamu punya mobil besar gitu masak nggak cukup nambah 1 orang aja !" Ujar leo.
Akhirnya Leny dan Reyhan pergi bersama, dan Reyhan pun mau mengantar perempuan itu ke apotek dan pulang kerumahnya.
" Terimakasih ya Rey, udah nganter pulang" ucap perempuan itu
" Sama-sama. Oh ya jam berapa mau balik lagi ke apartemen Cristal ? Biar sekalian barengan aja " ujar lelaki itu
Belum juga Leny menjawab pertanyaan dari lelaki itu.
" Ok, aku akan jemput kamu jam 7 malam. Aku sampai sini kamu harus sudah siap" kata lelaki itu.
Lelaki itu tersenyum melihat tingkah lucu dari Leny. Lalu melajukan mobilnya ke arah jalan pulang.
Cristal sudah terbangun dari tidurnya. Leo yang sejak tadi berada disampingnya merasa senang melihat kekasihnya itu sadar, dia sangat kawatir dengan keadaan gadisnya itu.
" Sayang, bagaimana rasanya ? Apa sudah enakan ? Tadi dokter keluarga sudah memberimu suntikan multivitamin!" Tanya Leo dengan sedikit kawatir.
" Aku. Aku nggak apa-apa, bagaimana kata dokter ?" Tanya gadis itu
__ADS_1
" Kamu harus istirahat cukup dan lagi sebentar obatnya datang. Kamu mau makan apa ?" Tanya Lelaki itu lagi
" Aku belum lapar " ucap gadis itu yang memang tidak ingin memakan apapun.
" Sayang " ucap Leo yang mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya itu, hingga terlihat merah wajah gadis itu. Leo yang melihat betapa meronanya wajah Cristal langsung menjauhkan wajahnya.
" Sayang kamu kenapa ? Kenapa wajahmu merah sekali, seperti... Buah delima aja" ucap lelaki itu yang menggoda Cristal.
Merasa malu, gadis itu menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya yang merah itu.
" Kamu yang buat aku jadi begini " ucapnya yang masih dibawah selimut dan terbaring di atas ranjang.
" Iya maaf, buka selimutnya " pinta lelaki itu
Kemudian gadis itu membuka selimut yang menutupi wajahnya dengan perlahan dan ibu berhasil membuat Leo merasa gemas sehingga dia tidak tahan ingin mencium bibir gadis itu. Tidak disangka ciumannya ternyata di balas juga oleh kekasihnya. Cukup lama mereka saling menautkan bibir, hingga tak mereka sadari bahwa ada seseorang di balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka itu sedang memperhatikannya, dari mereka saling menggoda hingga terjadi ciuman manis. Ya seseorang itu adalah Bu Lisa ibu angkat gadis itu dan ibu kandung dari lelaki tersebut.
Bu Lisa terlihat tidak terkejut akan kejadian yang ia lihat, karena sebelumnya ia sudah mendapatkan sedikit demi sedikit informasi tentang kedua anaknya itu. Tentu saja informasi tersebut diberikan oleh Amanda.
Bu Lisa segera pergi kedapur untuk menyiapkan makanan yang sudah ia siapkan dari rumah.
__ADS_1