Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 78


__ADS_3

" seandainya ada bulan, pasti langit terlihat lebih indah." ucap gadis itu dengan menengadahkan kepalanya keatas.


" tidak perlu ada bulan, karena sudah ada kamu dibumi. Karena kamu bersinar lebih terang dari pada sinar rembulan sayang." kata Leo dengan sedikit gombal.


" sejak kapan pacarku bisa mengucapkan kata-kata gombal seperti itu? " ujar gadis itu lalu menoleh kearah Leo.


" sejak menonton drama korea sayang." sahutnya.


" apa kamu sering menonton? Dimana kamu melihatnya?" tanya Cristiano dengan penasaran.


" tidak terlalu sering. Aku hanya ingin mencari kata romantis saja disana! " jawabnya dengan jujur.


" hahahah.... Kamu bisa saja sayang. Lalu? Apa kata romantis yang kamu dapat itu buat kamu merayu gadis lain? " ucap gadis itu dengan tersenyum kemudian mengubah raut wajahnya.


Leo yang melihat hal tersebut tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" kenapa dengan dia? Ekspresi wajahnya berubah lebih cepat dari pada perubahan cuaca? " ucapnya dalam hati.


" bukan begitu sayang, aku juga nggak ngerti akhir-akhir ini aku tertarik dengan drama negeri gingseng itu" ucapnya dengan mencari alasan. Lelaki itu tidak berbohong soal perasaan kepada gadis yang masih menatapnya tajam itu.


" ya sudah, nggak apa, ayo kita masuk. Aku nggak mau jadi donor sukarela untuk para nyamuk taman ini sayang." ajak gadis itu pada Leo untuk masuk kembali kedalam rumah.


Mereka pun beranjak dari duduknya dan menuju rumah.


Berjalan memasuki ruang tengah Leo dan Cristal melihat sekeliling, terlihat tidak ada orang sama sekali dibuang tersebut.


" apa papa dan mama sudah beristirahat di dalam kamarnya?" gumam gadis itu dengan terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.


Begituan juga lelaki yang berada dibelakangnya, Leo mengikutinya hingga sampai dikamarnya.


" terimakasih sudah mengantar ku sampai dikamar, tuan Leo." ujarnya saat membalikkan badannya kearah kekasihnya itu.


" selamat malam dan selamat istirahat." imbuh gadis itu.


Setelah mendengarkan perkataan dari kekasihnya, Leo tidak pergi meninggalkannya juga bahkan bergerak sedikitnya tidak.

__ADS_1


Hal itu membuat Cristal merasa heran dan juga bingung. Gadis itu dengan santainya langsung melangkah mundur dengan pelan kemudian dengan cepat dia menutup pintu kamarnya. Setelah beberapa saat dia kembali membuka pintu, ingin melihat apakah kekasihnya itu masih berdiri didepan kamarnya atau tidak. Dengan perlahan dia membukanya, dan mengintip dari rongga pintu yang ia buka tersebut. Betapa terkejutnya ia saat melihat Leo yang tiba-tiba saja berdiri didepan pintunya. Dia pun membuka pintu lebar-lebar dengan rasa kesal.


" kenapa masih didepan pintu? " tanya gadis itu dengan kesal.


" kamu sendiri, kenapa masih belum tidur malah ngintip-ngintip orang." sahutnya lelaki itu.


Gadis itu lalu membalikkan badannya dan menutup kembali pintunya namun saat akan menutupnya pintu tersebut ditahan oleh Leo. Kemudian Leo mendorong dirinya masuk dan menutup juga mengunci pintunya.


Jantung Cristal berdegub dengan kencangnya. Tidak biasanya dia merasakan hal ini. Apa dia takut?


" kamu mau ngapain? " tanya gadis itu dengan gugup.


" aku mau tidur disini." jawabnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya.


Gadis itu mundur dengan perlahan, dia tidak mengerti dengan pikiran lelaki yang berada didepannya. Sampai akhirnya Cristal terjatuh ditempat tidur karena dia tidak melihat kalau dibelakangnya sudah ranjang yang biasa ia tiduri.


Leo dengan wajah nakal dan juga sedikit menyeringai, memanfaatkan kesempatan ini untuk menggoda kekasihnya yang sudah terduduk diranjang. Dengan cepat ia mendekatinya dan mendorong tubuh gadisnya hingga tertidur disana. Dia mencium bibirnya sehingga membuat gadis itu memejamkan mata.


" ayo tidur, aku sudah ngantuk." ucapnya dengan merebahkan badannya kesamping gadis itu setelah menciumnya.


" kamu mengganggu ku, kamu harus mendapat balasan. Rasakan ini.... " katanya dengan mencubit pipi Leo.


" sakit sakit sakit..... Aow.... " ucap lelaki itu yang berusaha melepaskan tangan Cristal dengan memukulnya.


Semakin dipukul tangannya, maka semakin keras pula Cristal mencunitnya. Puas dengan hal itu akhirnya dia melepaskan cubitannya. Kemudian dia membayangkan badannya dengan memunggungi kekasihnya itu. Tidak lama gadis itu terlelap dalam tidurnya.


Leo yang masih kesakitan itu, beranjak dari ranjang berjalan menuju jendela besar dan membuka pintu dan melihat suasana malam dari atas balkon kamar tersebut. Dia juga sesekali melihat gadis yang tengah tertidur pulas diatas ranjang. Dia mengeluarkan ponsel yang berada di kantong celananya, terlihat dia sedang menelepon seseorang dan berbicara dengan sangat serius. Selesai dengan ponselnya akhirnya dia kembali masuk kedalama kamar dan membuka pintu yang sudah ia kunci tadi untuk kembali ke kamarnya sendiri.


Didalam kamarnya Leo ternyata tidak beristirahat melainkan mengerjakan pekerjaan kantornya. Dia tidak tidur hingga pagi menjelang.


" selamat pagi mama." lelaki itu menyapa bu Lisa yang sedang memasak didapat.


" tumben sekali kamu bangun pagi! " ujar wanita paruh baya itu.


Ucapan mamanya ditanggapi dengan senyuman saja. Dia tidak mau bilang kalau semalam dia tidak tidur takut membuat orangtuanya khawatir.

__ADS_1


" mama masak apa? Leo sarapan roti saja!" sahutnya dengan mengambil roti dan selain di atas meja.


" kamu mau berangkat selagi ini? " tanya mamanya dengan heran.


Leo sudah rapi dengan pakaian kantornya.


" iya ma, dan tolong jangan bangunkan adik, semalam aku ngerjain dia hingga kesal." Pintanya.


" iya... Iya... Oh ya sampai kapan kamu mau manggil dia dengan sebutan adik? " tanya bu Lisa.


" nggak tau ma, kalau dirumah secara otomatis mulut Leo kalau manggil dia itu adik, dan kalau diluar rumah..." ucapan Leo terhenti seketika.


" kalau diluar rumah? Apa?" goda bu Lisa pada anak lelakinya itu.


" hiiss... Mama ini, udah ah Leo mau berangkat dulu ma." pamitnya.


" hati-hati dijalan." teriak bu Lisa pada anaknya itu yang sudah berjalan menuju pintu.


Teriakan bu Lisa di jawab dengan lambaian tangan Leo yang berjalan menuju pintu.


Di Australia


Pak Lukman sedang bertemu dengan bosnya yaitu Santi Bane, mereka sedang melakukan pertemuan tertutup dan itu hanya mereka berdua di private room sebuah hotel mewah di kota perth.


" bagaimana kerjasamanya? Apa kamu berhasil membuat mereka menandatanganinya?" tanya wanita itu santai.


" mereka sudah tanda tangan bu, tapi untuk produksi iklan berikutnya mereka meminta untuk dikabari dan juga direktur Leo akan melihat secara langsung." jelasnya.


" direktur Leo? Apa sudah berganti pemimpinnya? " tanya Santai Bane dengan sedikit penasaran.


" tidak bu, direkturnya memang pak Leo, dan CEO nya saya belum melihatnya, karena kemarin yang bertemu dengan kami hanya direktur Leo dan juga pak Reyhan." jawabnya.


" lakukan saja apa yang mereka minta, untuk selebihnya itu urusanku." perintahnya.


Kemudian wanita itu beranjak dari duduk ya dan pergi meninggalkan asistennya.

__ADS_1


" baik bu." jawab lelaki itu.


__ADS_2