
Leo segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket karena peluhnya. Selesai dengan itu dia kembali lagi dan menghampiri kekasihnya.
" Apa mau aku bantu untuk pergi membersihkan diri ?" Tanya lelaki itu
" Tidak, aku bisa sendiri " sahutnya
Gadis itu mencoba bangun dan berdiri kemudian saat akan melangkahkan kakinya ia tiba-tiba saja berhenti.
" Kenapa ?" Tanya Leo dengan kawatir
" Sakit sekali untuk berjalan, dan ternyata kakiku juga sedikit lemas" ungkap gadis tersebut
" Ya sudah, aku gendong kamu ya sampai dikamar mandi. Apa perlu ku mandikan sekalian saja ?" Ucapnya dengan menggoda gadisnya itu.
Mata Cristal langsung terpekik seketika.
" Dasar cabul " sahut gadis itu dengan wajah yang seperti udang rebus.
" Apanya yang cabul ? Apa kamu lupa kita tadi sudah berbuat apa? Bahkan aku sudah melihat semuanya dari atas kepalamu sampai Unjung jari kakimu !" Ujar lelaki itu yang tak henti-henti nya menggoda kekasihnya.
" Sudah sampai. Silahkan nyonya Shin untuk membersihkan diri terlebih dahulu " ucap Leo sambil menurunkan tubuh Cristal
" Sejak kapan aku jadi nyonya Shin?" Tanya Cristal
" Sejak per*w*nmu sudah ku ambil " ungkap Leo yang langsung menutup pintu kamar mandi.
Kini laki-laki itu sedang mengganti sprei, karena ada bercak darah milik kekasihnya itu. Dengan cepat dia menggantinya dengan yang baru dan yang kotor ia sisihkan di tempat pakaian kotor milik kekasihnya itu.
Sudah lima belas menit lamanya gadis itu berada di dalam kamar mandi, karena takut terjadi sesuatu ia pun masuk kedalam dan benar saja gadis itu tertidur saat sedang berendam di bathtub.
" Ya ampun, sayang kenapa tidur disini ? Kamu pasti kecapekan ya ?" Tanya Leo dengan mengelus ujung hidung Cristal.
Tidak ada respon dari kekasihnya, akhirnya Leo memasukkan tangannya ke dalam bathtub tersebut dan meraba-raba letak pembuangan air dan membukanya. Setelah air dalam bathtub itu habis barulah Leo mengangkat tubuh kekasihnya itu dan membawanya ke atas ranjang dan hanya menutupinya dengan selimut tebal.
Leo yang perutnya sudah mulai keroncongan, akhirnya dia makan sendirian tanpa ditemani kekasihnya. Padahal seharusnya mereka bisa makan sore bersama. Tapi apa boleh buat mereka melakukan perhelatan sehingga membuat gadisnya itu kecapean dan tertidur. Dia menikmati masakan yang sudah dibuat oleh Cristal.
Hari sudah semakin malam dan jam sudah hampir menunjukkan jam 9 malam. Dia harus segera pulang, kemudian Leo membangunkan kekasihnya itu.
" Sayang, ini sudah malam dan aku harus pulang " ucap Leo
Cristal terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Jam berapa ini ?" Tanya gadis itu
" Ini sudah jam 9 malam, apa kamu masih merasa sakit di bagian itu ?" Tanya lelaki itu yang tentu saja kawatir.
" Tidak, sudah tidak merasa sakit. Kamu mau pulang sekarang ? Apa kamu sudah makan ? Apa perlu aku buatkan makanan lagi ?" Tanya gadis itu beruntun
Leo menggeleng kan kepalanya.
" Tidak perlu sayang. Aku sudah makan dengan makanan yang kamu masak tadi. Dan oh ya aku tadi memesan martabak manis, mungkin sebentar lagi akan datang. Kamu bisa habiskan martabaknya " ungkap Leo dengan penuh perhatian.
" Iya, jangan lupa bilang sama mama kalau besok aku akan menginap disana selama 3 hari saja, aku sangat rindu dengan papa dan mama " ujarnya
" Beres nyonya Shin. Serahkan semua pada tuan Shin yang ganteng ini !" Ucap lelaki itu dengan percaya diri
Cristal tertawa ngakak mendengar jawaban dari kekasihnya itu yang over percaya diri.
" Hati-hati dijalan ya " ucap gadis itu
" Iya sayang, terimakasih untuk hari ini" sahut Leo yang dengan cepat menyambar bibir gadis itu.
Kemudian Cristal mengantarkan Leo sampai didepan pintu apartemen nya. Dan mereka berpisah disana.
" Tan...Tante ngapain disini ?" Tanya leo dengan gugup
" Tan tan tante tinggal disini sekarang. Kamu dari mana ?" Tanya tante Amanda dengan terbata
" Aku... Aku lagi habis jenguk teman. Iya... Teman " jawab leo dengan gugup
" Oh.... Teman to ! Laki apa perempuan ?" Tanya wanita itu dengan pura-pura kepo
" Perempuan Tante " jawab Leo dengan singkat
" Perempuan ? Jangan-jangan pacar ya ?" Goda tantenya
" Ih Tante kepo deh. Udah lah leo jalan dulu ya. Oh ya kapan mau main lagi kerumah ? " Ujar Leo
" Kapan-kapan saja tante kesana " sahut wanita itu
Segera lelaki itu pergi meninggalkan apartemen dan pulang kerumahnya.
Tiga puluh menit setelah kepergian Leo akhirnya martabak yang dia tunggu-tunggu sudah datang. Segera ia menyantapnya selagi masih hangat dan tidak lupa ia sudah menyediakan ice cream untuk teman makan martabaknya. Sambil menonton tayangan televisi tak terasa kalau makanan tersebut habis tak tersisa. Saat akan mengambil lagi, Cristal bingung kenapa sudah habis.
__ADS_1
" Kok kosong, kenapa cepat sekali martabaknya habis ?" Tanya gadis itu dengan dirinya sendiri
Ia sangat kesal karena acara yang ia tonton belum selesai tapi makanan uang dihadapannya itu sudah habis terlebih dahulu. Akhirnya dia menelpon kekasihnya untuk meminta mengiriminya martabak lagi.
" Halo sayang, martabak nya habis " ucap gadis itu dengan manja
" Mau lagi ?" Tanya Leo yang saat ini sedang menyetir.
" Iya. Mau rasa yang seperti tadi " pintanya
" Ya sudah kamu tunggu saja, sebentar lagi ada kurir pengantar makanan datang membawa martabak buat kamu." Ujarnya
" Oke deh. Terimakasih sayang. Hati-hati ya nanti kalau sampai rumah bilang ya !" Ujar gadis itu.
Setelah selesai dengan panggilannya, Leo yang berada ditengah-tengah jalan segera ia mengambil jalur kiri dan menepikan mobilnya. Disitu dia sedang memesan martabak lagi melalui aplikasi online food dan meminta untuk dikirim ke alamat kekasihnya.
Kemudian ia melajukan mobilnya lagi, menuju arah jalan pulang. Tidak lama dia sudah memarkirkan mobil di garasi rumahnya.
Didalam ternyata kedua orang tuanya sedang bersantai. Segera ia menyapanya.
" Malam pa, ma" ucapnya sembari membuka blazer yang ia kenakan.
" Kok baru pulang Ley ? Darimana saja ?" Tanya pak Ronal
" Aku dari jam 10 pagi tadi permisi dan menjenguk adik pa !" Ujarnya
" Cristal ? Kenapa dengannya ? Apa terjadi sesuatu ?" Tanya pak Ronal dengan panik.
" Lalu bagaimana keadaannya sekarang ?" Tanya Bu Lisa dengan panik juga.
Leo duduk disofa itu bersama dengan papa dan mamanya.
" Pa, papa kan sudah menjadi asisten pribadi dari ayah Cristal sudah dari lama, bahkan dari saat Leo masih berumur 10 tahun "
" Iya. Lalu kenapa Ley ?"
" Apa papa tau ibu tirinya adik itu bagaimana sifatnya ? Terus perlakuannya pada adik ?"
" Papa belum tau persis seperti apa, Bu Lisa. Karena waktu mendiang pak Jordi menikahinya, dia masih lajang. Tapi ternyata setelah Reyhan datang papa baru tau kalau wanita itu sudah pernah menikah " ujarnya
" Apa Bu Santi memalsukan data pa ?" Tanya Bu Lisa dengan polos.
__ADS_1