
Alangkah terkejutnya dia saat melihat Leo sang kekasihnya itu datang malam-malam disaat orang sedang enak-enak nya untuk bermimpi indah.
" Leo ? Jam berapa ini kok kamu kesini lagi ?" Tanya gadis itu dengan melihatnya dengan seksama dan mengendusnya siapa tau dia habis minum.
" Aku tidak minum sayang, ayo masuk ada berita bahagia " ucapnya sembari menarik pergelangan tangan Cristal.
" Ada berita apa sih ? Besok saja sayang kamu ceritanya aku sudah mengantuk" elak gadis itu
" Nggak bisa sayang, ini pokoknya kabar yang baik untuk kita" ucap Leo
Gadis itu berusaha membuka matanya karena ia sebenarnya masih mengantuk sekali.
Melihat kekasihnya yang masih berusaha membuka mata, dengan cepat Leo menyambar bibir manis milik Cristal dengan lembut. Bibir mereka saling berpautan hingga dan mereka menikmatinya sampai akhirnya mereka berjalan dan menuju kamarnya tentu saja tanpa melepaskan ciuman mereka itu. Dengan lembut sekali lelaki itu merebahkan tubuh gadisnya itu kemudian ia c*mb* sampai gadis itu terengah-engah.
" Ley apa yang kamu lakukan sekarang ?" Tanya gadis itu
" Kita akan menikmati malam yang sangat indah ini sayang " jawabnya
Leo sudah tidak tahan dengan dirinya yang mulai panas, dia membuka pakaian milik kekasihnya dan juga pakaiannya. Dan terjadi lagi.
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini gadis itu malah lebih agresif, bahkan Leo yang dibuat mengerang oleh kekasihnya itu. Mereka saling bertukar posisi, hingga akhirnya gadis itu melepas rasa nikmatnya dan kini giliran Leo untuk melepaskannya dengan sekuat tenaganya dia menghentakkan miliknya hingga sampai puncaknya ia melepas kenikmatan itu. Perhelatan yang hampir memakan waktu 45 menit itu akhirnya selesai juga.
Tepat jam 2 dini hari mereka berendam dengan air hangat di bathtub, untuk membersihkan diri. Leo menyelamatkan terlebih dahulu. Kemudian dia mengambil handuk untuk membalut badannya dan juga mengambil handuk satu lagi untuk kekasihnya.
Betapa bahagianya dia saat ini, ia melihat beberapa tanda merah yang ia berikan pada kekasihnya itu di beberapa titik. Dia merasa bangga akan hal itu terlebih lagi hubungannya disetujui oleh kedua orang tuanya.
Cristal tidak tau kabar gembira apa hingga Leo bisa memakannya dalam waktu belum 24 jam. Dia masih bertanya-tanya dalam benaknya. Dengan memperhatikan kekasihnya itu yang tengah sibuk memakai baju sambil bersenandung.
" Leo, apa berita bagus itu dan kenapa kamu keluarnya didalam ?" Tanya gadis itu
" Papa dan mama menyetujui hubungan kita dan soal itu aku mau kita cepat punya anak " ucapnya dengan penuh semangat.
" Maksudnya ? Leo tolong jelaskan hal ini !" Pinta gadis itu
__ADS_1
" Oke. Besok pagi kita pulang kerumah dan sekarang kamu pasti capek kan. Ayo pakai baju tidur mu dan tidurlah di sampingku. Aku akan memelukmu hingga pagi " ujar lelaki itu.
Cristal menuruti perkataan Leo dia memakai baju tidurnya dan segera membaringkan badannya disebelah kekasihnya itu. Benar saja dia dipeluk dengan erat oleh Leo hingga lelaki itu tidak sadarkan diri.
Cristal memandangi wajah kekasihnya yang sedang memejamkan matanya tepat dihadapannya itu.
Leo merasa terusik dalam tidurnya, dia tiba-tiba membuka matanya dan hal itu membuat Cristal terkejut dengan membelalakkan matanya.
" Kenapa ? Nggak nyangka ya aku bisa seganteng artis Korea ?" Goda Leo
" Apaan sih " sahutnya dengan malu
" Kenapa kok belum tidur ?" Tanya Leo dengan membelai wajah cantik gadis yang dihadapannya itu.
" Aku belum bisa tidur sayang " jawabnya.
" Apa mau melakukannya lagi ?" Goda lelaki itu lagi.
" Ya sudah, aku hanya bercanda sayang. Ayo kita tidur, aku tau kamu pasti kelelahan" ujar lelaki itu dengan penuh kelembutan saat membelai rambut pirang kekasihnya itu.
Tidak lama kemudian Cristal sudah terlelap dalam tidurnya dengan posisi wajah yang terbenam, Leo segera membenarkan posisi tidur kekasihnya itu agar bisa bernafas dengan benar. Begitupun juga Leo yang ikut memejamkan matanya kemudian memeluk kekasihnya.
Sinar matahari telah menembus kaca jendela dan menyinari kedua insan yang masih berpelukan di atas dengan mata yang masih terpejam itu.
Karena silaunya sinar matahari membuat Leo terbangun, dia segera membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor. Disusul dengan Cristal yang sebenarnya masih mengantuk ia mencoba duduk dan berusaha membuka matanya.
" Selamat pagi sayangku calon istriku" sapa Leo dengan semangat.
" Euhm.. selamat pagi juga suamiku " sahutnya. Kemudian kembali lagi membaringkan badannya dan kembali tertidur.
Terlihat senyum kecil Leo dari pantulan cermin dihadapannya saat dia melihat kekasihnya itu. Dia tau kalau saat ini kekasihnya itu masih merasa lelah dan mengantuk mengingat kejadian semalam.
" Sayang aku berangkat ke kantor dulu ya " pamit lelaki itu dengan mengecup kening Cristal.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari gadis itu, Leo langsung pergi berangkat bekerja.
Di tengah perjalanan dia bersenandung dengan bahagianya hingga sampai di parkiran kantor.
Leny yang sedang berjalan dengan Reyhan melihat tingkah Leo, mereka merasa aneh. Karena biasanya saat bosnya itu memasuki kantor pasti memasang wajah yang serius tapi hari ini terlihat berbeda, dia terlihat seperti anak-anak yang baru saja mendapat permen.
" Selamat pagi " sapa Leo dengan cleaning servis yang sedang mengepel.
" Selamat pagi juga pak " sahut pegawai itu.
Leny melihat hal tersebut langsung berbisik pada Reyhan.
" Rey, beneran itu pak Leo ? Tidak biasanya dia sebahagia itu ?" Tanya Leny pada Reyhan dengan keheranan.
" Mungkin lagi menang lotre. Udah ayo kerja, di bagianku masih banyak kerjaan" kata lelaki itu lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Leny.
" Dasar laki-laki" human Leny dengan kesal.
Sesampainya di ruangannya segera Reyhan duduk dan menghidupkan komputer yang berada di depannya itu.
Tidak lama kemudian disusul kedatangan Monica dan Revi secara bersamaan.
" Pagi Rey" sapa Revi
" Pagi juga. Tumben kalian barengan ?" Tanya Reyhan.
" Gimana nggak barengan, orang dia selalu datang pagi-pagi buta kerumah, Rey." Ujar Monica dengan kesal
" Namanya juga lagi berusaha. Betul nggak Rey ? Dan kamu juga mau kan dibarengin terus sama aku ?" Ucap Revi
Gadis itu terdiam seketika, dia tidak menampik apa yang dikatakan oleh Revi.
Reyhan menggelengkan kepalanya setelah mendengar ucapan dari teman kerjanya itu.
__ADS_1