
Dalam perjalanannya, tidak sengaja gadis itu resensi di kolam yang lumayan besar disana ada beberapa jenis ikan hias, namun pandangannya bukan ke ikan-ikan tersebut melainkan bunga teratai berwarna merah jambu yang berada persis ditengah-tengah kolam tersebut. Dia sangat mengagumi keindahan dan kecantikan bunga teratai apalagi yang baru bermekaran, hal itu membuat pikirannya menjadi tenang.
Leo melihat kekasihnya yang sedari tadi memandang ke tengah kolam, dia menyadari kalau Cristal tidak mau mengalihkan pandangannya tersebut.
" apa kamu menyukainya?" tanya Leo.
Gadis itu menganggukkan kepalanya.
" aku sungguh menyukai bunga teratai. Ayah pernah bilang jika ada seseorang yang mengambil teratai untukmu, yakinlah bahwa orang tersebut bisa membawamu kepada kemakmuran juga diberikannya sebuah keharmonisan dalam hubungan." ungkap gadis itu yang tanpa ia sadari sudah meneteskan air matanya.
" apa kamu merindukan ayahmu? Bagaimana kalau kita ke kuil untuk berdoa disana. Aku akan mengantarmu." lelaki itu memberikan anjuran kepada sang kekasih.
Gadis itu berfikir sejenak.
" ayo kita ke kuil." ucap Cristal menyetujuinya.
Mereka pun pergi meninggalkan taman tersebut dan pergi menuju kuil.
Sesampainya di kuil gadis itu dengan cepat melangkahkan kakinya dan segera berdoa, begitu juga dengan Leo yang berdoa disamping kekasihnya itu.
Leo telah menyelesaikan persembahyangannya, namun saat dia melihat kesamping, dia menatap lekat wajah kekasihnya yang tentu masih memejamkan mata. Tidak tau apa yang ia pikirkan, namun perasaannya ketika melihat gadis yang didepannya itu rasanya ia tidak tega.
Cristal juga sudah selesai dengan kegiatannya, dia memandang balik wajah Leo. Kemudian dia menarik tangan lelakinya itu keluar dari tempat tersebut. Sesampainya diluar dia langsung memeluk Leo dan membenamkan wajahnya di dada bidang milik Leo. Tiba-tiba saja ia menangis dengan sesenggukkan.
Lelaki itu terkejut saat Cristal tiba-tiba saja memeluk dirinya, namun tidak beberapa lama dia mendengar suara isakan tangis dari gadisnya tersebut. Dengan lembut dia menepuk-nepuk punggung Cristal dan mempererat pelukannya.
" kenapa kamu menangis? Semua akan baik-baik saja. Tidak usah cemas." hibur lelaki itu.
Gadis itu diam dan tidak merespon ataupun menjawab dari ucapan Leo. Dia masih mematung dan wajahnya yang masih terbenam.
__ADS_1
Segera Leo melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Cristal dengan pelan.
" ayo kita pulang. Hari sudah mulai gelap." ujar lelaki itu dengan memegangi pundak kekasihnya.
" hehem." jawab gadis itu.
Kini mereka sudah sampai dirumah. Saat masuk kedalaman rumah mereka langsung disambut oleh bu Lisa.
" kalian sudah datang, ayo makan malam. Kalian dari mana saja, mama mencari diluar kok ngak ada sampai-sampai mama harus tanya sama tukang kebun." sambut bu Lisa yang juga langsung menyakan dari mana mereka.
" Sayang kamu bisa keatas ganti baju dulu atau langsung saja membersihkan diri." Pinta Leo pada kekasihnya.
Setelah mendengar perintah dari Leo, gadis itu langsung pergi ke atas dan melakukan apa yang diucapkan oleh kekasihnya.
Di ruangan tersebut tinggal bu Lisa dan Leo.
" Kalian dari mana tadi?" tanya bu Lisa pada anak lelakinya.
" apa dia menangis?" tanya bu Lisa lagi.
" iya, dia sempat menangis setelah melakukan persembahyangan." jawab Leo dengan menganggukkan kepalanya.
Tidak lama percakapan antara anak dan orang tua itu terhenti, karena Cristal sudah datang dan kelihatan segar lagi.
" ayo duduk dan makan, mama sudah masak makanan yang kamu suka." ajak bu Lisa pada gadis yang baru turun dari tangga terakhir.
Gadis itu mengikuti arahan dari mamanya. Dia pun segera duduk dan memakan apa yang sudah disiapkan oleh orang tuanya.
Begitupun dengan Leo yang langsung mengambil beberapa sendok nasi untuk dirinya sendiri dan mengambil lauk pauk sehingga membuat gunung kecil dipiringnya.
__ADS_1
Bu Lisa merasa heran dengan anak lelakinya itu, tidak biasanya Leo makan begitu banyak seperti itu, bahkan piringnya sampai tidak terlihat.
" Leo, apa kamu mau makan itu semua? " tanya mamanya dengan heran.
" iya lah ma, Leo kelaparan ini." sahutnya dengan cuek.
Cristal yang duduk berdekatan dengan Leo, ia melihat piring yang didepan Leo kemudian mengalihkannya ke wajah kekasihnya, beberapa kali ia melihat lelaki tersebut seperti itu sampai pada akhirnya dia kembali melanjutkan makannya.
Mereka bertiga menikmati makan malamnya tanpa pak Ronal. Leo yang sudah merem melek karena kekenyangan, Cristal yang masih capek karena belum dapat tidur siang, dan bu Lisa yang sedang membersihkan meja dari peralatan makan yang mereka pakai.
" kamu duduk saja sayang." ucap bu Lisa yang menghentikan anak gadisnya saat ingin membantunya bersih-bersih.
" tidak apa ma, lagian adik tidak terlalu capek kok." ujar gadis itu yang tentu saja dia berbohong.
" sudah biar mama saja, kamu bisa pergi istirahat lebih awal." tidak bu Lisa.
Namun tetap saja gadis itu ingin membantu mamanya.
" nggak ma, pokoknya adik mau bantuin mama. Titik." ujar gadis tersebut yang tidak mau di bantai lagi oleh mamanya.
Dengan terpaksa bu Lisa membiarkan anak gadisnya mengelap meja tersebut dan juga membantunya mencuci piring.
Lain halnya dengan Leo yang masih duduk dikursi bahkan dia bisa tidur dalam posisi duduk tegak seperti itu.
Cristal yang melihat kekasihnya tidur dengan posisi duduk segera membangunkannya dan menyuruh ya untuk ke kamar agar bisa istirahat dengan benar.
" Ley bangun Ley, jangan tidur disini." ucap gadis itu dengan menepuk-nepuk pundak Leo agar bangun dari tidurnya.
Merasa terusik, lelaki tersebut bangun dan berjalan menuju lantai dua, namun bukan kembali kekamarnya malah ia pergi kekamar Cristal, kekasihnya itu. Disana ia membersihkan dirinya kemudian tidur dengan nyenyak sambil memeluk boneka pandai yang biasanya dipakai bantal oleh Cristal.
__ADS_1
Di lain tempat Leny dengan Reyhan sedang menikmati makan malam yang romantis, dan itu semua sudah dirancang oleh Reyhan. Dia ingin menunjukkan kepada gadis yang duduk didepannya itu kalau dia tidak main-main dengan perasaannya. Dia sungguh sangat tulus mencintai Leny, namun apa boleh buat Leny masih menutup pintu hatinya dan seperti makan malam ini adalah salah satu usaha agar perempuan itu bisa luluh dengannya.