
Terlihat 3 orang yang sedang menikmati hidangan yang tertata diatas meja makan didepan mereka. Tanpa ada sepatah kata pun dari mereka bertiga, baik itu Leo, Reyhan dan Cristal sibuk dengan pikirannya masing-masing sampai ketiganya selesai menyantap makanan tersebut.
Cristal langsung merapikan dan membersihkan meja makan tersebut dengan mengambil peralatan makan kotor yang baru saja mereka pakai dan menaruhnya ditempat cucian yang juga dibantu oleh mbok Mira.
Reyhan kemudian mengajak Leo keluar, mereka duduk santai di anak tangga di teras rumahnya.
" Ley, apa kamu serius dengannya?" tanya Reyhan tentang keseriusan Leo pada Cristal.
" Rey, sudah berapa lama kita saling kenal? Apa aku pernah bermain-main ketika aku bertindak ? Aku rasa kamu tau hal itu" jawab leo
" Aku tau itu. Tapi bagaimana dengan cinta, perasaan ? Aku tau kamu sebelumnya tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi sekarang, kamu menjalin hubungan asmara dengan Cristal. Adikku" tutur Reyhan
" Aku sangat sangat serius dengannya Rey, aku akan melakukan apapun asal dia bisa bahagia" ucap Leo
" Apa kedua orang tuamu tau kalau kalian pacaran?" tanya lelaki itu lagi
Leo menggeleng kan kepalanya kemudian menghembuskan nafas panjangnya.
__ADS_1
" Sampai kapan kalian akan menyembunyikan hal ini pada mereka" imbuhnya
" Aku butuh waktu Rey. Aku pasti akan bilang dan menjelaskan ke papa dan mama ku" jawab Leo sambil mengacak rambutnya
" Aku harap kamu tidak mengecewakan dan membuatnya menangis" tutur Reyhan
Leo tidak bergeming saat mendengar pernyataan yang terlah dari mulut sahabatnya itu.
" Dan lagi, kamu orang pertama yang menjalin asmara dengannya dan aku juga minta agar kamu juga yang menjadi yang terakhir baginya" ujar Reyhan lagi pada Leo
Lidah Leo terasa kelu, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi saat tau kalau ini pertama kalinya gadis itu menjalin hubungan dengan laki-laki. Hal ini membuat jantung Leo menjadi berdetak dengan kencang.
Karena sudah tidak terdengar obrolan di antara kedua lelaki itu, Cristal keluar dan bergabung dengan mereka. Dihalaman itu hanya terdengar tawa dan candaan saj yang mereka saling lontarkan, hingga tak terasa hampir tengah malam.
" Uh, nggak terasa udah jam 11: 30 pm, ayo istirahat" ujar Reyhan mengajak mereka tidur
" Baru sih adik ikut nimbrung, udah malam aja ternyata, cih" sahut gadis itu dengan kesal.
__ADS_1
" Udah...udah besok kita juga harus bekerja kan, ayo istirahat saja. Kita bisa teruskan ngobrolnya besok-besok" kata Leo yang membenarkan ucapan Reyhan
Kemudian ketiga orang tersebut langsung menyudahi obrolan kecil mereka lalu masuk ke dalam rumah. Cristal menaiki anak tangga menuju kamarnya yang diikuti oleh kekasihnya lalu kakaknya. Saat leo akan masuk ke kamarnya Cristal, Reyhan yang berada didepan pintu kamarnya melihat hal tersebut, segera ia berjalan dengan cepat menghampiri sahabatnya dan menarik bajunya dari belakang. Gadis itu bingung dengan kelakuan kakaknya pada kekasihnya itu, dia hanya bisa diam melihat Reyhan menarik baju Leo.
" Eh...eh...eh kamu mau ngapain masuk kamar dia?" tanya Reyhan dengan wajah yang ia buat seserius mungkin.
" ya tidur lah" sahut Leo dengan santai
" Siapa yang ngijinin kamu tidur disitu juga" kata Reyhan sambil menunjuk kamar adiknya.
Leo heran dengan sahabatnya itu yang begitu over protektif pada adiknya saat berada didekatnya.
" Kamu tidur disana" ucap Reyhan menunjuk kamarnya sendiri
" Aku tidur bareng kamu ? Ogah ! Aku udah biasa juga tidur bareng dia" tolak leo
" Kalau di apartemen iya kamu bisa tidur bareng dengannya, tapi ini rumahku, kamu harus patuh. Kamu harus tidur bareng aku" kata Reyhan yang langsung menyeret Leo ke arah kamarnya.
__ADS_1
Gadis itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat ulah kedua laki-laki tersebut yang seperti anak kecil.