
Saat Cristal akan mencari Leo tak disangka ia terpesona melihat leo yang menuruni anak tangga dengan memakai pakaian kantoran, dia tidak mengedipkan matanya sama sekali sampai leo duduk disampingnya dan menepuk pundaknya " hai.... aku tau kalau aku tampan, jangan melihatku sampai segitunya " goda Leo pada gadis itu yang juga sekaligus menghentikan pandangan Cristal terhadap dirinya.
" Sudah ayo makan " kata pak Ronal yang mang sedari tadi menunggu anak-anaknya untuk sarapan bersama.
Sarapanpun sudah selesai, Leo segera berangkat kekantor begitu juga pak Ronal, namun saat pak Ronal berdiri segera Cristal memanggilnya dengan bisik-bisik " pa, adik belum ditransferin uangnya ya ?" tanya gadis itu.
Bu Lisa yang mendengar hal itu langsung mengomel " papa gimana sih masak anak sendiri nggak dikasih uang. Mau makan apa dia nanti, gimana kalau kurus"
Leo yang bingung dengan pembicaraan mereka bertiga, lalu Leo dibisiki oleh mamanya dan benar saja dia juga ikut mengomeli papanya " papa memang tega sekali sama anak, gimana kalau adikku kelaparan ".
Pak Ronal hanya menghabiskan nafas kasarnya, yang saat ini sedang kena Omelan dari istri dan anak laki-laki nya. " Iya lagi sebentar papa akan transfer uangnya nak"
__ADS_1
Cristal yang melihat pak Ronal sedang diomeli oleh mama dan kakaknya hanya bisa tersenyum dan menyemangati papanya "papa jangan mau kalah dong, harus membela diri"
Kedua laki-laki itu segera pergi kekantor, diikuti dengan Cristal yang pamitan pulang ke apartemennya, Dirumah hanya tinggal Bu Lisa saja yang sedang membereskan dan merapikan meja makan habis sarapan tadi "barang kali Cristal bisa menjadi menantuku, jadi leo nggak usah nyari perempuan lagi. Apa lagi sekarang kan dia sudah jadi anakku, tidak menutup kemungkinan kan untuk hal itu bisa terjadi" batinnya
Gadis itu sekarang ini seudah sampai di apartemennya, dengan cepat ia merebahkan badannya sambil melihat langit-langit atap "apa harus disembunyikan seperti ini ? Tapi lama kelamaan juga pasti akan ketahuan " batin gadis itu
Gadis itu segera bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan agar bisa melihat perkembangan dan mempelajarinya, apa lagi di sana ada kekasihnya sudah pasti bakal betah untuk tinggal. Dia kini sudah siap dengan menggunakan dress polos warna biru, mengurai rambut panjangnya yang lurus dengan warna sedikit pirang, memakai kacamata hitam dan high heels, ia langsung keluar dari apartemennya dan memasuki mobil dan melajukannya menuju perusahaannya.
Sesampainya di perusahaan ketika dia memasuki area lobi banyak orang yang menatapnya dan membicarakannya " siapa dia ? cantik sekali " tanya salah satu pegawai ditempat itu pada teman disampingnya.
Gadis itu mendengarnya namun berpura-pura seolah tidak ada apapun, ia tetap berjalan menuju lift dan pergi kelantai 17 untuk menemui papa angkatnya.
__ADS_1
Tiiiingggg !!!
Bunyi lift yang menandakan sudah sampai di lantai 17, segera ia pergi keruangan papanya dan menemuinya, tidak lupa juga melepas kacamata yang ia kenakan.
Segera ia mengetuk pintu ruangan papanya.
Tok...tok....tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, pak Ronal yang berada didalam lalu menekan tombol pintu otomatis agar terbuka. Ketika melihat anaknya datang diapun langsung menyambutnya dengan senang hati.
" Ada apa nak, apa sudah siap untuk belajar bisnis tentang perusahaan ?" tanya pak Ronal padanya.
__ADS_1
" Papa, sekarangkan sudah ada kakak yang bisa mengurus perusahaan " jawab gadis itu dengan manja.
" hemh... ya sudah terserah adik saja, api kamu harus ingat kalau kamulah direktur yang sesungguhnya, kakakmu hanya menggantikan mu samapai kamu benar-benar siap " ucap pak Ronal sambil duduk di kursinya.