
Sampai sekarang kedua laki-laki tersebut masih menyelidiki siapa yang menjual saham perusahaan Chan Group. Apalagi yang membelinya adalah perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaannya.
" Oh ya, gimana adikku ?" Tanya Reyhan dengan memasang tampang serius
" Adik ?" Tanya Leo dengan sedikit berfikir.
" Iya adikku, gadis yang kamu pacari itu" ucap Reyhan dengan lantang
" Dia baik-baik saja. Nggak perlu kawatir sama dia kalau sudah sama aku" sahut lelaki itu dengan percaya diri
" Bagus lah" kata Reyhan
" Begitu aja? Jawabanmu membuat hatiku sakit Rey!" Ucap Leo menggoda sahabatnya itu
" Ok, aku balik keruangan dulu" pamit Reyhan
" Nggak makan bareng dulu?" Leo mengajaknya
" Aku ? Makan sama kamu? Emang aku lelaki apaan ?" goda Reyhan pada kawan lamanya itu.
Mendengar pernyataan dari mulut pedas Reyhan, tiba-tiba saja Leo bersikap manja padanya.
" Ayolah sayang" goda Leo dengan menggigit bibirnya sendiri.
Reyhan yang melihat tingkah Leo merasa jijik, ia segera melarikan diri dari tempat tersebut.
__ADS_1
" Hahahah... Hei jangan lari sayang" seru Leo membuat suaranya seperti seorang perempuan. Kemudian dia tertawa dengan terbahak-bahak saat melihat reaksi Reyhan melihat dirinya.
Selepas dengan kekonyolan tersebut, Leo pergi keluar menuju ruangan papanya. Ia ingin mengajaknya untuk makan siang bersama. Tak disangka ternyata diruang tersebut ada juga mamanya yang memang sengaja datang untuk membawakan makan siang.
" Mama ?" Tanya lelaki itu dengan heran
" Eh Leo, ayo cepetan kesini, duduk sini disebelah mama. Ayo makan bersama!" Ajak wanita itu
" Ayo Ley, kita makan bersama." Ujar pak Ronal
Dengan cepat dia melangkahkan kakinya. Karena dia memang sudah begitu lapar sejak tadi. Tanpa aba-aba dari mamanya dia langsung mengambil nasi dan menaruhnya di mangkok dan juga sumpit kemudian memakan semua hidangan yang didepan matanya hingga tandas bahkan Bu Lisa terheran-heran dengan kelakuan anaknya itu.
" Leo pelan-pelan makannya, nanti keselek" ucap Bu Lisa
" Leo lapar banget ma" sahutnya dengan mulut yang penuh dengan makanan
Bu Lisa dan pak Ronal nampak begitu tercengang melihat cara makan anaknya itu yang seperti orang tidak pernah makan.
" Ley, apa kamu sangat amat kelaparan ?" Tanya Bu Lisa yang kasihan melihat anaknya begitu.
" Heem....heem" sahut Leo dengan menganggukkan kepalanya dan tentu saja mulutnya dipenuhi dengan makanan yang ia suapkan terus menerus kedalam mulutnya, bahkan dia sampai tidak bisa mengunyahnya.
Alhasil ia harus minum air untuk membantu menelannya. Karena sudah merasa kenyang dia meletakkan mangkok kosong yang di pegangnya ke atas meja.
" Aduh ma Leo kenyang, kenyang sekali" ucapnya sembari memundurkan duduknya dan bersandar pada kursi yang ia duduki.
__ADS_1
" Ma, apa kita memelihara seekor **** ? Lihat itu selesai makan dia malah memejamkan matanya!" Ujar pak Ronal keheranan.
Pertanyaan pak Ronal hanya dijawab oleh istrinya dengan gelengan kepalanya lalu menoleh ke suaminya dengan tersenyum simpul.
Bu Lisa segera membereskan tempat makan tadi yang masih berantakan di salah satu meja diruangan tersebut. Kemudian berpamitan dan juga memberi tau kalau pulang terlambat.
" Pa, mama pamit dulu, oh ya mama nanti pulangnya agak terlambat"
" Mama mau kemana ?" Tanya suaminya
" Mama mau ke tempat Cristal pa, mama kangen lah sama dia" ujarnya
" Ya sudah " jawab pak Ronal dengan singkat
" Urus itu **** kecilnya papa ya " sahut Bu Lisa yang menunjuk leo
Mendengar percakapan papa dan mamanya, Leo bersikap cuek sekali, dia malah merebahkan badannya kesofa. Kedua orangtuanya yang melihat tingkahnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka.
" Ya udah mama hati-hati dijalan ya" kata pak Ronal.
Kemudian Bu Lisa segera pergi dari tempat itu meninggalkan anak ada suaminya yang masih beristirahat dan menuju tempat anak gadis yang sudah ia rindukan.
#Halo teman-teman yang setia membaca Kebahagiaan Sang Gadis.
Apa tanggapan kalian sampai dengan episode ini?
__ADS_1
silahkan komen dibawah ya.