
" Ci, lagi sebentar, lagi sebentar kita sampai di apartemen mu. Apa kepalamu mesin terasa pening ?" Ujar Leny yang sedang mengemudikan mobil menuju tempat tinggal sahabatnya.
" Kepalaku masih terasa pening, Len. Bagaimana dengan pekerjaan kantor ?" Tanya Cristal dengan memegangi kepalanya dengan tangan kirinya dan bersandar pada kaca mobil.
" Masalah itu sudah ditangani sama pak Leo dan Reyhan. Kamu istirahatlah dulu" bujuk Leny
Akhirnya mereka sampai di area parkir apartemen Cristal. Leny segera turun dari mobil dan berlari kecil membukakan pintu mobil untuk sahabatnya dan membantunya keluar dari dalam mobil. Dia memapah sahabatnya itu dengan hati-hati, menuju lift.
Sesampainya unit apartemen Cristal, Leny merebahkan tubuh sahabatnya itu diatas ranjang lalu menyelimutinya.
" Ci, apa perlu aku panggilkan dokter kesini untuk memeriksamu ?" Tanya perempuan itu.
" Nggak perlu Len, aku mau air hangat saja. Tolong ambilkan untukku" pintanya
" Hanya itu saja ? Apa kamu mau makan juga ? Atau makanan kecil ?" Leny merutuki pertanyaan pada Cristal
" Tidak Len, hanya air putih saja" kata gadis itu.
__ADS_1
Leny langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur untuk mengambilkan segelas air lalu kembali kekamar dan memberikan gelas berisi air tersebut pada Cristal.
Cristal yang menerima gelas pemberian dari sahabatnya itu segera ia meminum air itu hingga tandas.
Namun yang menjadi sorotan Leny adalah ketika Cristal memegang gelas itu dengan gemetaran. Dia masih bertanya-tanya dalam benaknya, apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu ?
" Ci, kenapa kamu gemetaran seperti itu ? Apa kamu takut akan sesuatu ? Ceritakan pada ku Ci!" Ujar perempuan itu yang berdiri dan memandang sedih sahabatnya itu.
Cristal tampak terdiam, dia ingin cerita namun ia tidak tau harus mulai bercerita dari mana dulu. Gadis itu menatap kedepan dengan pandangan kosong.
Gadis itu masih dalam diamnya, tapi lama kelamaan dia meneteskan airmata yang mengalir begitu derasnya di pipinya. Leny yang sadar akan hal tersebut langsung mengambil tisue yang berada diatas nakas lalu menghapusnya dengan perlahan. Dia merasa iba dengan kondisi sahabatnya itu.
" Ci, sudah tidak usah menangis, semua akan baik-baik saja, ada aku, pak Leo dan juga Reyhan yang selalu mendukungmu. Juga pak Ronal dan Bu Lisa yang selalu menyayangimu sebagai orang tua. Aku belum mengerti apa yang terjadi padamu saat ini. Tapi aku mohon padamu jika suasana hatimu sudah mulai membaik, bercerita lah sedikit tentang ini pada ku, agar kamu tidak terlalu beban pikiran. Aku tau kamu kuat" ucap Leny yang menyemangati sahabatnya tersebut.
Ucapan Leny hanya dibalas senyuman kecil oleh gadis itu, dia masih syok dan belum tau siapa dibalik ini semua. Merasa kepala masih sakit dia menidurkan dirinya, berharap apa yang terjadi hari ini adalah mimpi baginya.
Diruang itu, Leny mengarahkan pandangannya keluar jendela kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di sakunya, lalu menelefon Reyhan.
__ADS_1
" Rey, kami sudah sampai di apartemen nya, dan sekarang dia sedang istirahat. Sudah aku tawarkan makanan dan camilan, namun dia sepertinya tidak ingin memakan sesuatu. Dia tertidur dalam menangis" ujar perempuan itu.
" Tolong jaga dia hari ini, laporkan saja padaku setiap tingkah lakunya. Ok. !" Perintahnya
" Baiklah, sampaikan juga ke kekasihnya ya" kata Leny
" Ok. Oh ya mungkin nanti malam aku dan Leo akan kesana, jangan lupa masak untukku! Oh bukan, maksutnya buat kami" Ucap Reyhan
" Apa ? Masak ? Aku bukan pembantumu Rey. Masak sendiri" tungkasnya
" Hahaha... Siapa tau iya kan ?" Goda lelaki itu.
Entah sejak kapan Reyhan merasa nyaman ketika mengobrol dengan Leny, meskipun mereka jarang ketemu. Mungkin suatu saat mereka akan jadian. Apa lagi Leny sudah lajang sejak dia ketipu dengan pria hidung belang yang mengaku bujang tapi kenyataan sudah memiliki anak dan istri.
Tapi Leny tetap memasak untuk kedua laki-laki tersebut, karena dipikirannya pasti mereka lelah dengan pekerjaan dan mereka juga harus menyelidiki apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.
Terlihat Leny sedang sibuk didapur, sesekali ia melihat Cristal, sahabatnya itu yang masih terbaring tidur diatas ranjang.
__ADS_1