
Pak Ronal yang sudah berada di pintu gerbang rumahnya segera memasukkan mobilnya ke garasi dan keluar dari mobilnya itu.
Sesampainya di ruang tamu, dia melihat anak laki-laki nya yang sedang duduk di kursi ruang mini bar itu sambil meneguk wine, pak Ronal pun langsung menghampiri anaknya lalu menepuk pundak kiri anaknya.
Laki-laki itu pun dibuat kaget bukan main hingga batuk-batuk akibat tersedak wine yang diminumnya.
" Papa, apa papa mau bunuh Leo ? " tanya anak itu sambil menepuk-nepuk dadanya.
" Hahaha..... papa nggak bermaksud begitu kok nak, tumben minum sendiri ?"
"Iya lah pa minum sendiri, masak sama hantu " ledeknya
Pak Ronal menaruh tasnya dan langsung duduk disamping anaknya lalu mengambil botol wine untuk dituangkan ke dalam gelas segera pak Ronal meneguknya.
Merasakan hangatnya wine tersebut pak Ronal hanya diam dan menunduk saja, sehingga anaknya yang berada disampingnya pun merasa bingung dengan sikap papanya saat ini.
"Papa ada masalah dikantor ?" tanya Leo pada papanya itu
" Leo... apa kamu mau bekerja ? kamu mau jadi direktur nggak ? diperusahaan tempat papa bekerja sudah tidak ada yang menjabat sebagai direktur"
__ADS_1
" Perusahaan. Maksut papa Chan Group itu ? yang direkturnya meninggal dua Minggu yang lalu ?"
" Iya, gimana kamu mau nggak ? toh ditempat kerja mu yang sekarang kan tidak seberapa gajinya nak "
" Ehmm.... aku pikir-pikir dulu ya pa, soalnya aku udah suka dan nyaman sama tempat kerja dan profesiku yang sekarang. Emangnya pak direktur yang dulu nggak punya anak apa pa ? kalau punya kan dia aja suruh nerusin itu "
" Penerusnya ada, tapi dia nggak mau karena belum tau bagaimana caranya berbisnis dan satu lagi kamu punya adik perempuan "
" Apa ? Adik ? Perempuan? Papa selingkuh dari mama !!!" ucap Leo dengan suara keras dan ekspresi yang sangat kagwt, karena papanya punya anak dengan wanita lain diluar sana pikirnya
Ayahnya yang mendengar ucapan anaknya itu langsung memukul kepala anaknya dengan majalah yang ada disampingnya itu.
Plak....plak...plak
" Kamu pikir papa kamu ini lelaki macam apa Leo, bisa-bisanya kamu punya pikiran seperti itu pada papa mu sendiri "
" Lalu, itu anak siapa pa ? nggak mungkin kan papa nemu anak ditempat sampah "
" Ok... papa akan jelaskan. Dia itu anak dari bosnya papa yang sudah meninggal itu dan dia juga yang mempercayakan perusahaan Chan Group ke papa dia juga yang meminta papa untuk menjadi walinya"
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari papa nya Leo pun tampak lega dan duduk kembali ke kursinya serta meneguk wine nya.
" Apa mama sudah tau hal ini ?"
" Belum, lagi sebentar papa akan memberi tau hal ini padanya dan papa juga akan mengatur pertemuan agar mereka berdua bisa saling kenal dan dekat satu sama lain selayaknya anak dan ibu kandung " tutur pak Ronal
Leo pun mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Pa... berapa umur gadis itu? eh.. maksut aku adik. Cantik nggak pa ? " Goda Leo terhadap papanya
" Dia masih sembilan belas tahun dan orangnya sangat cantik sekali "
" Waaahhh.... beneran pah ?" sahut Leo dengan antusias
Plak....plak...plak...plak..
terdengar lagi suara pukulan
" jangan macam-macam kamu dia itu akan jadi adikmu, dan kamu nggak boleh jatuh cinta ataupun suka sama dia. Ingat dia jadi adikmu " ucap pak Leo setelah memukul kepala Leo lagi.
__ADS_1