Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 41


__ADS_3

" Lalu bagaimana hasilnya pa ?" tanya lagi gadis itu


" Sepertinya dia memang sudah mengetahui sebelumnya, kalau kalian berdua adalah saudara tiri, dan dia juga mengatakan akan menyayangi dan melindungimu " jelas pak Ronal


" Terimakasih sudah memberi tau akan hal ini dan semua informasi yang papa dapat"


" Lalu, apa rencana mu selanjutnya ? Tapi menurut papa, sebaiknya kalian harus mencoba untuk saling mengenal sebagai saudara" tungkas pak Ronal


" Kalau begitu papa lanjut dulu, karena masih ada pekerjaan " imbuh laki-laki paruh baya itu juga langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


Kini gadis itu berada di ruangannya sendirian dan sedang berfikir bagaimana caranya untuk bisa mendekatkan diri dengan Reyhan,kakaknya. Dengan tanpa ragu ia langsung melakukan panggilan ke bagian keuangan.


" Tolong saudara Reyhan segera keruangan Dirut " titahnya dengan sedikit gugup namun ia sembunyikan, meskipun melalui telepon.


Diruang bagian keuangan yang kebetulan hanya ada Reyhan seorang, mendengar suara telepon kabel berbunyi segera dia menekan tombol jawab otomatis. Mendengar namanya disebut dan diminta untuk datang ke ruangan Dirut, dengan cepat ia pergi untuk memenuhi panggilan tersebut.

__ADS_1


Sesampainya didepan ruangan Dirut, dia mengetuk pintu lalu masuk dan mengucap salam pada gadis itu.


" Selamat siang Bu, ada perlu apa mencari saya ?" tanya lelaki itu dengan sopan.


Melihat Reyhan datang lalu mengucapkan salam padanya dan bersikap seperti atasan dan bawahan, beda halnya dengan gadis itu yang langsung berlari kecil kearah laki-laki itu lalu memeluknya. Kemudian gadis itu menangis dalam pelukan Reyhan, dan tak ingin rasanya dia melepaskan pelukannya itu bahkan terasa semakin kuat untuk Reyhan.


" Apa aku bisa memanggilmu kakak ?" tanya gadis itu dengan terbata dan masih membenamkan wajahnya pada dada Reyhan.


" Kamu bisa memanggilku kakak, Abang, atau Oppa " tutur laki-laki itu dengan sedikit tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Cristal.


----------------


" Rapat hari ini sudah selesai, terimakasih atas kerjasamanya " ucap Leo sambil membungkukkan badannya untuk salam hormat.


Semua orang keluar dari ruangan tersebut dan hanya tersisa Leo, Monica, dan pak Ronal.

__ADS_1


"Monica, kamu nanti pulang jam berapa dan sama siapa ?" tanya pak Ronal pada Monika yang sedang membereskan dokumen.


" Saya pulang seperti biasa pak, dijam pulang kantor dan saya naik taxi " jawab Monica dengan jujur.


" Wah kebetulan, Leo tolong kamu antar Monica pulang ya" pinta papanya itu pada leo


Tentu saja ada maksut dari hal tersebut yaitu pak Ronal ingin menjodohkan Leo dengan Monica. Tidak ada hal lain selain itu.


" Tapi pa..." belum selesai dengan ucapannya, langsung dipotong oleh pak Ronal


" Nggak ada tapi-tapi Leo, sekali-kali kamu antar Monica pulang" ucap pak Ronal dengan nada memaksa.


" Tidak usah pak, saya bisa naik taxi saja" sahut gadis itu yang juga berpura-pura menampik permintaan dari pak Ronal. Akan tetapi sebenarnya dia menginginkan hal itu karena ini merupakan kesempatannya untuk mendekati sang pujaan hatinya.


" Tidak bisa. Pokoknya Leo, nanti kamu harus antar pulang Monica " ucap laki-laki paruh baya itu yang langsung meninggalkan mereka berdua diruangan tersebut.

__ADS_1


Leo merasa kesal dengan sikap papanya, dia tidak mengerti apa yang ada dipikiran lelaki tua itu, karena merasa sangat kesal dan menahan emosinya, segera dia meninggalkan tempat itu dan menutup pintu dengan kasar.


Monica yang melihat kejadian hal tersebut merasa bersalah, namun apa boleh buat ini juga yang ia mau untuk dekat dengan Leo. Apa lagi sudah ada yang membukakan jalan yaitu pak Ronal. Dia juga tidak mengerti kenapa Pak Ronal meminta Leo untuk mengantarnya pulang. Yang jelas suasana hati Monica berada dalam good mood.


__ADS_2