
Hari sudah semakin sore matahari pun sudah membenamkan setengah dari sinarnya, Bu Lisa dan Cristal sudah banyak mengobrol melepas rasa kangennya dan berpamitan untuk pulang.
" Sudah sore nak, mama pulang lebih dulu ya" pamit Bu Lisa
" Iya ma, hati-hati dijalan ya" sahut gadis itu kemudian memeluk mamanya dengan hangat seakan tidak ingin melepaskannya.
" Sudah sudah, mungkin mama akan lebih sering datang kemari untuk kedepannya, biar mama juga bisa menemani anak mama yang manja ini" ucap nya sambil menepuk-nepuk punggung gadis tersebut lalu melepaskan pelukannya.
Selepas dengan hal tersebut, Bu Lisa bergegas menaiki mobilnya dan pulang kerumahnya.
Sesampainya dirumah, ternyata sudah ada dua orang laki-laki yang sedang menunggunya yaitu anak dan suaminya. Mereka sedang duduk-duduk di mini barnya. Melihat hal itu Bu Lisa datang dan menghampiri mereka.
" Eh... Papa sama Leo udah pulang toh!" Ucapnya sembari meletakkan tas yang ia bawa tadi.
Kedua laki-laki itu kompak tidak menjawab, Bu Lisa merasa heran dengan sikap mereka. Tanpa pikir panjang dan juga nggak mau ambil pusing, Bu Lisa segera pergi kekamarnya untuk mengganti pakaian yang ia kenakan barusan menjadi baju rumahan layaknya ibu-ibu pada umumnya. Kemudian wanita itu kembali turun dan masih saja ia melihat kedua laki-laki tersebut duduk ditempat yang sama dan bahkan posisinya tidak bergeser sedikitpun.
Berjalan menuju arah dapur Bu Lisa tau jika dirinya ditatap oleh anak dan suaminya, namun ia berusaha tidak menggubris dan malah menganggap keduanya tidak ada. Dengan santai dia memasak dan sedikit melirik kedua laki-laki itu, tapi dia melihat posisi mereka masih tetap sama. Wanita sudah merasa tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan pada dirinya, apalagi dari dia masuk rumah bahkan sampai masakpun masih sama.
" Ini papa sama Leo ngapain sih ? Sudah dari tadi mereka menatapku dengan seperti itu ? Apa aku ada salah ? Atau mereka lapar ?" Batinnya dengan begitu banyak pertanyaan.
Kemudian dia menoleh kearah mereka sekejap dan kembali fokus pada masakan yang sedang ia goreng itu.
__ADS_1
" Mereka ini kenapa sih ? Kalau lapar...? Aah... Nggak mungkin, orang biasanya makan malam kita kan jam 7 dan sekarang jam..." Imbuhnya dalam hati, namun tiba-tiba saja muncul rasa bersalah pada dirinya saat Bu Lisa melihat jam yang menempel didinding diatas televisi. Ya jam tersebut menunjukan pukul 6: 55pm dan diatas meja makan belum ada makanan, dengan secepat kilat dia memasak juga menyiapkan peralatan makan diatas meja tersebut.
Dalam hal yang seperti ini kekuatan super seorang mama akan keluar dan membantunya menyelesaikan segala pekerjaan.
Setelah melihat bagaimana mamanya itu dengan sangat amat sibuk sedang memasak dan juga berlarian sambil membawa piring ke atas meja, Leo merasa kasian pada mamanya ia ingin menolong, saat beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh papanya dan diberikan kode untuk duduk kembali, dengan berat hati dia harus mengikuti arahan dari papanya itu.
Bu Lisa tampak lelah sekali, karena ia harus mempercepat tenaganya untuk mengejar waktu makan malam.
Dan... Taaadaaaa... Semua sudah tersedia dan tertata rapi di meja makan. Tercium aroma-aroma sambel dan juga sayur-mayur yang sudah masak diruangan tersebut. Segera Bu Lisa mendatangi anak dan suaminya lalu mengajak nya untuk makan malam bersama.
" Papa, Leo ayo makan. Masakannya udah siap. Maaf ya mama kira tadi masih sekitar jam 5 sore jadi mama santai pulangnya" ucapnya dengan sedikit rasa bersalah.
Tanpa nunggu lama kedua laki-laki itu berjalan dengan cepat menuju meja makan kemudian mendaratkan bokongnya dikursi dan segera menikmati makanan yang berada didepan mereka. Bu Lisa tertawa melihat kekonyolan anak dan suaminya itu.
Setelah selesai menikmati hidangan tersebut barulah pak Ronal mengeluarkan suaranya yang sejak tadi ia tahan untuk mengerjai istrinya. Dia pergi ke arah lemari pendingin dan mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah kue ulang tahun.
" Selamat ulang tahun mama, semoga tambah sabar dan sayang sama kamu semua" ujar pak Leo dengan tersenyum bahagia.
" Selamat ulang tahun juga ma, semoga mama sehat-sehat terus, sampai Leo nikah nanti" ucap Lelaki itu dengan tersenyum.
Bu Lisa merasa terharu akan kejutan yang diberikan oleh kedua lelaki yang ia sayangi. Namun betapa terkejutnya dirinya saat mendengar suara seorang gadis yang dengan lembutnya mengucapkan selamat pada dirinya.
__ADS_1
" Selamat ulang tahun mama, semoga sehat selalu ya. Maaf Cristal nggak sempet beli kado" ujar gadis itu yang berdiri tepat dibelakang Bu Lisa dengan membawa kue ulang tahun yang berhiaskan lilin yang sudah menyala.
Bu Lisa semakin terharu sampai-sampai ia berlinang air mata, dan itu adalah tangisan bahagia yang ia keluarkan. Kemudian gadis itu memeluknya sembari memberikan kue yang ia pegang kepada Leo.
" Terimakasih nak, mama nggak perlu kado, mama punya kamu adalah sebuah kado istimewa" ucapnya dengan haru
" Eheem...ehem... " Pak Ronal berdehem juga memberi kode pada Cristal untuk melepas pelukannya, karena ia juga ingin dipeluk istrinya seperti itu.
Mengetahui hal yang dimaksud oleh papanya, gadis itu menyudahi pelukan antara dia dan mamanya. Kemudian dia duduk dan melihat hal romantis yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
" Udah...udah nggak usah lebay, kalian itu udah pada berumur, ingat ada anak-anak disini apa kalian harus bermesraan di depan kami seperti itu" ucap Leo yang dengan sengaja melepas paksa pelukan antara papa dan mamanya.
Bu Lisa hanya tersenyum saja menanggapi ucapan anaknya. Beda halnya dengan suaminya yang mengambil sendok untuk memukul kepala anaknya.
" Kamu ini, ganggu papa sama mama saja, makanya nyari pacar biar bisa begini " pamer papanya pada Leo memeluk istrinya semakin erat.
" Awas nanti kalau Leo udah bawa pulang calon mantunya papa, papa pokoknya dilarang marah" sahut Leo
" Mana ada papa marah, malah papa akan senang kalau ada calon mantu papa. Iya nggak ma ?" Ujarnya
" Bener ya pa, nggak boleh protes pokoknya" sahut leo
__ADS_1
" Yang penting kamu bawa pulang dulu itu calonmu, jangan banyak cakap" kata pak Ronal yang juga nggak mau kalah dengan anaknya.
" Sudah sudah, ayo kita makan kuenya" ajak Bu Lisa memakan kue tersebut agar kedua lelaki tersebut tidak meneruskan obrolannya yang nyeleneh.