
“ au… sakit sakit, kenapa kamu memukulku ?” ucap Reyhan yang langsung memegangi
pundaknya.
“ kamu nggak usah ikut campur deh. Emangnya hubunganmu dengan Leny lancar -lancar aja? Kamu juga sedang digantung kan?" ucap Leny dengan kesal.
“ enggak kok, aku sama dia masih pdkt alias pendekatan.” Elak Reyhan.
Revi yang melihat Monica sudah kesal, dia mencoba mengalihkan pembicaraan.
“ jam makan siang sudah tiba, ayo kita makan.” Ajak Revi yang sudah berada di depan pintu.
“ cepet sekali kamu kalau udah urusan makan!” sahut Reyhan.
Monica dan Reyhan segera beranjak dari duduknya dan mengikuti Revi menuju kantin diperusahaan tersebut. Sesampainya dikantin merekapun langsung berbaris dan bergiliran untuk mengambil beberapa makanan yang sudah tersedia disana. Setelah mendapatkan makanan tersebut mereka bertiga mencari tempat duduk, dan mereka mendapat tempat dipojok yang dekat dengan jendela.
Tidak berapa lama datang Leny yang sudah membawa nampan yang berisi hidangan yang sudah ia pilih sebelumnya.
“ hai… boleh ikut gabung disini nggak?” Tanya leny pada ketiga orang itu untuk di izinkan duduk bareng mereka.
“ oh tentu saja boleh dong. Ayo duduk kita makan bersama.” Sahut Monica dengan antusias dan mempersilahkan Leny duduk.
Dengan cepat Leny duduk dikursi yang masih kosong dan itu bersebelahan tepat dengan Reyhan.
Monica sangat memperhatikan sikap Reyhan yang tiba-tiba saja salah tingkah ketikan Leny datang. Kemudian dia menggoda reyhan dengan candaan.
“ Reyhan ,Leny sudah disini. Kenapa kamu diam saja begitu ? nggak seperti tadi yang
semangat sekali tapi kenapa sekarang malah krupuk kena air.” Goda Monica.
“ aku sudah selesai makan. Kenapa kalian lambat sekali makannya ? seperti siput saja
kalian.” Kata Revi.
Monica, Leny dan juga Reyhan bengong dan terkejut saat mendengar ucapan Revi.
__ADS_1
Bagaimana tidak mereka baru saja duduk disana dan makanan yanga ada didalam piring lelaki itu sudah tandas tidak ada sepuluh menit.
“ Revi kamu makan nggak dikunyah dulu ya? Apa langsung kamu telen-telen gitu aja ?”
Tanya Leny dengan sangat heran.
“ ya dikunyah dulu lah, bebek makan aja dikunyah kok masak aku nggak sih.”jawabnya dengan santai.
“ aku makan juga tak kunyah tapi nggak cepet banget kayak kamu itu.” Ujar Reyhan.
“ iya nih, bukannya kita tadi makannya juga barengan tadi.” Sahut Monica.
Akhirnya mereka malah meributkan cara makan Revi yang terlalu cepat.
“ sudah ayo kita kembali ke ruangan masing-masing. Jam istrirahat sudah selesai. Nanti pak Leo marah kalau kita tidak tepat waktu, kalian berdua makanlah dengan cepat sedikit.” Kata Leny menunjuk pada Reyhan dan Monica yang tidak terima karena revi makan terlalu cepat.
“ aku kembali keruangan dulu, nanti pak Leo kalau nyari aku terus aku nggak ada di
ruanganku bisa celaka aku nanti,” ucap Leny yang langsung pergi meninggalkan tempat
tersebut. Tidak lama setelah leny pergi mereka bertiga juga segera kembali ke ruangannya untuk melanjutkan kerjaannya.
“ nak, nanti malam mau makan malam pakai apa ? biar mama bisa siapkan terlebih dahulu bahannya?” ujar bu Lisa.
“ sepertinya kalau makan yang berkuah lebih enak ma?” kata gadis itu yang sambil
memikirkan makanan yang berkuah.
“ bagaimana kalau sup ayam, tapi sayur brokolinya dibanyakin ma, sepertinya menu itu enak sekali.” Imbuhnya.
“ itu saja ?apa ada yang lain ?” Tanya bu Lisa.
“ emmh…. Perkedel kentang mungkin cocok ma ?”
“ boleh boleh, oke nanti mama akan masak dua menu itu saja.” Bu Lisa menyetujui menu yang di anjurkan oleh anak gadisnya itu.
__ADS_1
Kembali mereka memperhatikan televisi yang sempat mereka abaikan beberapa menit yang lalu. Tidak terasa Cristal memejamkan matanya, dia merasa mengantuk sekali. Bu Lisa yang melihat gadis yang berada disampingnya itu sudah memejamkan mata segera dia membangunkannya dan meminta gadis tersebut untuk istirahat dikamarnya.
“ Cristal, nak, kalau kamu merasa mengantuk pergi saja keatas dan istirahat saja di kamar. Disana akan lebih nyaman untukmu beristirahat.”
Gadis itu kemudian bangun dari tidurnya dan pergi kekamar sesuai anjuran dari mamanya. Dengan gontai ia berjalan menaiki anak tangga satu per satu. Sesampainya dikamarnya gadis itu melempar tubuhnya ke atas kasur dengan cepat dia lansung tertidur dengan cepat.
Malampun telah tiba, waktunya untuk makan malam. Bu Lisa sudah menyelesaikan masakannya dan dia juga sudah membersihkan dirinya, kini orang tua itu pergi untuk membangunkan anak gadisnya.
Didalam kamar masih terlihat Cristal membaringkan badannya segera bu Lisa
membangunkannya dan mengajaknya untuk makan malam bersama.
“ nak, ayo bangun. Mandilah lebih dulu mama akan menunggumu dibawah untuk makan malam.” Pinta bu Lisa.
Gadis itu membuka matanya “iya ma, sekarang Cristal akan membersihkan diri dan segera turun kebawah.” Jawab gadis itu sembari bangun dari tidurnya.
“ oke. Jangan lama-lama ya! Kasian itu Leo yang sudah kelaparan.” Sahut bu Lisa.
“ oh…. Jam berapa ini ma?” Tanya gadis itu dengan sedikit berfikir.
“ ini sudah jam 06:30pm, kenapa ?” Tanya bu Lisa balik.
“ tidak ada ma, ya sudah kalau begitu adik pergi membersihkan diri.” Ucap gadis itu dengan melangkahkan kakinya kearah kamar mandi yang berada dikamarnya itu.
Bu Lisa pun kembali ke bawah. Disana sudah ada Leo yang tengah duduk menunggu mamanya dan juga adik sekaligus kekasihnya.
“ gimana ma, apa dia sudah bangun ?” Tanya Leo pada mamanya yang baru saja duduk dikursi tepat didepannya.
“ sudah, sebentar lagi juga turun.” Sahut bu Lisa.
Tidak lama kemudian Cristal datang dan terlihat segar kembali. Segera mereka menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh orang tuanya. Terlihat sekali kalau gadis itu benar-benar sangat menikmati makanan yang ada didepannya itu. Bahkan dia tidak menghiraukan kekasihnya yang berada disampingnya sampai selesai makan malampun dia tetap sama tidak bergeming.
Dua hari berlalu, pak Ronal sudah datang dari Australia dan sudah menyelesaikan beberapa masalah dengan pak Lukman. Mereka telah merencanakan sebuah rencana dimana untuk menghentikan apa yang dilakukan oleh bu Santi Bane. Kini lelaki paruh baya itu sudah mulai bekerja di kantornya. Di ruangannya dia menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda karena kepergiannya ke Australia.
“ selamat pagi pak. Ada perlu apa bapak memanggil saya?” Tanya Reyhan sembari menarik kursi dan mendaratkan bokongnya dikursi tersebut.
__ADS_1
“ untuk penggarapan iklan produk parfum baru sudah beres ?” Tanya pak Ronal.
“kami menunggu dari pihak RB Corp pak, saya dengan pak Leo sudah bertemu dengan pihak dari perusahaan tersebut. Dan juga pak Leo meminta pihak RB untuk melibatkan kami saat penggarapan iklan tersebut.” Jawab Reyhan.