Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 15


__ADS_3

Cristal menoleh kebelakang melihat sekeliling tapi dia tidak menemukan ibunya itu, namun gadis itu tetap mau membayarnya.


Setibanya diparkiran Santi Chan ngos-ngosan karena ia melarikan diri setelah makan sebelum anak tirinya melihatnya, segera ia masuk ke dalam mobil tapi saat akan melajukan mobilnya tiba-tiba ia merasakan sakit di bagian perutnya.


" Aduh....aduh...aduh... kenapa perutku sakit, pasti habis makan langsung lari tadi" ia menahan sakitnya hingga sampai dirumah.


Sesampainya di rumah wanita itu langsung mencari obat sakit perut di kotak obat di area dapur dan meminumnya lalu ia beristirahat.


Begitu juga dengan Cristal yang saat ini sudah berada di dalam apartemen nya, ia meletakkan barang belanjaannya ke atas meja, lalu membuka pakaian yang ia kenakan dan melemparkan tubuhnya keatas kasur. Saat baru saja memejamkan matanya dia teringat akan perkataan ibu tirinya itu " aku akan selalu mengganggumu" gadis itu langsung membuka mata lalu duduk.

__ADS_1


Gadis itu segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya, karena dia baru ingat kalau habis belanja tadi ia belum sempet membersihkan diri. Ketika dia melewati cermin yang ukurannya 1x2 itu, dia berhenti dan melihat tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian dalam saja dari atas ke bawah dengan tersenyum dia bilang " wow.. ternyata aku punya aset yang bagus juga " sambil memutar-mutar badannya kekanan kekiri, bahkan gadis itu juga takjub dengan keindahan tubuhnya sendiri.


" oh... segarnya air ini. ternyata berendam dengan air hangat bisa menenangkan pikiran. seharian jalan-jalan, belanja, dan... nggak sengaja ketemu sama ibu "


Selesai berendam Cristal langsung memakai piyama yang bermotif berenda, dia pun langsung pergi ke depan cermin itu " hai.. daging cepatlah tumbuh besar dikit " ia memegang kedua payudaranya sambil melihat dirinya di cermin. ia pun pergi ke kasur dan memejamkan matanya.


Pagi ini Cristal bersiap-siap untuk ketempat pelatihan tembak. Saat mau keluar dari apartemen nya ia mengingat sesuatu yaitu uang dalam tabungannya, dia segera melihat tabungannya melalui e-banking di ponselnya tersebut.


Gadis itu ingat kalau bulan ini belum ada kiriman uang dari pak Ronal papa angkatnya yang mereka sepakati. Mengingat hal itu dia langsung pergi meninggalkan apartemen nya dan menuju ke tempat pelatihan.

__ADS_1


Leo yang pagi ini sudah rapi karena dia akan pergi bekerja, sesampainya diruang makan dia ditanya oleh papanya " Leo gimana tawaran papa yang itu, apa sudah dipikirkan ?"


" sudah pah, kita bahas nanti malam aja ya aku udah terlambat nih "


" Nggak makan dulu " tanya mamanya


" Leo sarapan di jalan aja " ia mengambil dua potong roti yang sudah disiapkan mamanya lalu pergi dengan cepat.


Sekarang laki-laki itu sudah sampai ditempat ia bekerja, lalu masuk ke ruangan yang biasa untuk melatih Cristal. Dia melihat Cristal yang sedang duduk sendirian lalu dengan cepatnya dia menghampiri gadis itu " hai... pasti udah nunggu lama ya " tanya leo dengan basa-basi

__ADS_1


" oh... hai ... nggak kok, santai aja lagi" jawab gadis itu dengan senyumannya yang manis.


Lalu mereka berjalan menuju tempat senjata dan mengambilnya untuk latihan. Saat Cristal mengarahkan pistolnya ke clay pigeon, tiba-tiba Leo memegang kedua tangannya agar membuat tangan Cristal memegang senjatanya dengan benar. Sadar apa yang ia lakukan Leo pun melepaskan tangannya dan mengkomando gadis itu dari sampingnya.


__ADS_2